Bekasi / Kota /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 12/04/2019 09:19 WIB

Jangan Abaikan Hak Anak Berkebutuhan Khusus!

Bincang Publik BersamaKPD Kota Bekasi soal anak berkebutuhan khusus
Bincang Publik BersamaKPD Kota Bekasi soal anak berkebutuhan khusus

BEKASI, DAKTA.COM - Anak kebutuhan khusus (ABK) bukan berarti dia berbeda, mereka adalah anak-anak yang memiliki penanganan khusus dikarenakan kondisinya yang berbeda pada umumnya.

Kondisi berbeda tersebut bisa karena kemampuan kognitif, fisik, maupun psikisnya.

Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi menjabarkan kategori pengidap berkebutuhan khusus adalah anak-anak dengan autisme, kesulitan belajar spesifik, tuna netra, tuna daksa, maupun mereka yang mengalami kekerasan dan berhadapan dengan hukum.

Menurut Komisioner Alternatif Pengasuhan dan Bencana KPAD Kota Bekasi Dian Kusumawati, mereka itu mempunyai hak yang sama seperti orang pada umumnya dan tidak sepatutnya anak berkebutuhan khusus dijauhi bahkan dimusuhi.

"Hak mereka sama, yaitu hak mendapatkan pendidikan, perlindungan hukum, kasih sayang, hak untuk bermain, rekreasi, berpendapat, dan diakui. Semuanya itu juga harus didapatkan oleh anak berkebutuhan khusus," terangnya.

Kelompok Kerja Bimbingan dan Konseling KPAD Kota Bekasi, Lucky Purwantini menyatakan, sering kali hak anak berkebutuhan khusus diabaikan apalagi mendapatkan pendidikan yang layak.

"Mereka sering diperlakukan tidak sesuai dengan kebutuhannya. Untuk itu mereka perlu mendapat pendidikan inklusif," ujarnya.

Pendidikan inklusif adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pembelajaran dalam lingkungan pendidikan secara bersama-sama peserta didik pada umumnya, berdasarkan suatu sistem layanan yang disesuaikan kebutuhan peserta didik.

"Di sekolah inklusif, anak-anak belajar menerima perbedaan dan mengakui temannya, memiliki kebutuhan yang berbeda," katanya.

Untuk itu, KPAD Kota Bekasi mendorong semua pihak baik orang tua maupun sekolah bekerja sama menyediakan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus. **

 

Editor : Asiyah Afifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 159 Kali
Berita Terkait

0 Comments