Program / Dakta Investigasi /
Follow daktacom Like Like
Ahad, 07/07/2019 09:23 WIB

Prahara PUBG (1)

Game PUBG
Game PUBG

DAKTA.COM - Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi internet, permainan video game dengan menggunakan jaringan internet, yang dikenal dengan nama game online menjadi tren baru yang banyak diminati. Dalam game online, seseorang tidak lagi bermain sendirian (single), tetapi memungkinkan bermain bersama puluhan orang sekaligus dari berbagai lokasi (multiplayer).

 

Game kini bukan hanya menjadi sebuah hiburan yang banyak dinikmati oleh semua orang dari berbagai kalangan. Namun sesuai dengan perkembangannya, bermain game sudah menjadi semacam hobi yang dilakukan oleh orang muda sampai dengan tua dengan berbagai latar belakang yang berbeda.

 

Jumlah gamer di Indonesia saat ini diprediksi sudah mencapai 34 juta orang. Dari jumlah tersebut, 19,9 juta di antaranya adalah gamer online berbayar dan rata-rata pengeluarannya mencapai 9,12 dolar Amerika Serikat (AS). Tingginya pertumbuhan gamer saat ini, tidak terlepas dari penetrasi smartphone dengan kisaran harga Rp 1 juta karena platform yang digunakan untuk bermain game umumnya adalah smartphone.

 

Bermain game online

Bahkan, jumlah gamer di Indonesia diperkirakan akan meningkat signifikan. Pokkt, Decision Lab dan Mobile Marketing Association (MMA) yang melakukan studi terkait game di Indonesia menyebutkan, jumlah gamer mobile di Tanah Air diperkirakan akan meningkat menjadi 100 juta pada 2020.

 

Bermain game saat ini seperti sudah menjadi aktivitas yang rutin dilakukan oleh masyarakat lintas gender dan usia. Hasil studi bahkan menunjukkan, mayoritas 25 persen aktivitas yang dilakukan masyarakat melalui smartphone yaitu bermain game dengan rata-rata bermain game mobile dengan durasi 53 menit.

 

TheFrisky.com yang merupakan situs web hiburan dan gaya hidup melansir beberapa lima game yang digandrungi di seluruh dunia sepanjang tahun 2018, diantaranya adalah League of Legends (LoL), Dota 2, Counter-Strike : Global Offensive, Playerunknown's Battlegrounds (PUBG), Fortnite. Playerunknown's Battlegrounds (PUBG) bahkan dinobatkan sebagai game terbaik di tahun 2018 versi google playstore, dengan jumlah pengguna yang mendownload game ini mencapai 200 juta lebih.

 

Bermain Game, Positif atau Negatif?

Ada yang bersikukuh dan meyakini penelitian yang mengatakan jika anak yang pandai bermain game memiliki tingkat kreativitas otak yang lebih baik dibandingkan anak-anak yang lainnya.  Disisi lain, tidak sedikit juga yang berpatokan pada penelitian yang memaparkan game online memiliki efek kecanduan yang akan berdampak buruk bagi kesehatan baik fisik, psikologis dan gangguan otak anak.

 

Dampak game online

Guru Besar IPB Bidang Ketahanan Keluarga, Prof. Dr. Euis Sunarti memaparkan Game online Player Unknown’s Battle Grounds (PUBG) memiliki dampak negatif bagi ketahanan dan keharmonisan keluarga. Ada beberapa hal yang menjadi catatan mengenai game PUBG yang mengandung unsur kekerasan, karena pemain dituntut untuk mengalahkan lawan dengan cara membunuh.

 

"Game apa pun yang sudah sampai kecanduan, itu udah menjadi gangguan penyakit kesehatan jiwa karena sekarang dikategorikan mengganggu aktivitas individu maupun keluarga," ucapnya kepada Dakta, Selasa (25/6).

 

Menurutnya, kecanduan game pada anak juga dipengaruhi oleh kurangnya perhatian orang tua, sehingga mereka melampiaskannya pada hiburan game online.

 

“Orang tua juga tidak mungkin bisa melindungi dan memperhatikan anak selama 24 jam. Jadi, anak harus diarahkan dan diberi kesibukan dengan aktivitas yang bermanfaat, sehingga semakin kecil peluangnya untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang tidak bermanfaat termasuk games yang mengajarkan kekerasan dan menyebabkan anak-anak menjadi hilang hati nuraninya, rasionalitasnya, dan moralnya,” ucapnya.

 

Meski ada sebagian orang yang menganggap game PUBG masih terdapat sisi positifnya seperti melatih kecepatan dan kinerja otak, Euis berpendapat tetap saja game online membawa pengaruh candu dan kelalaian.

 

"Kalaupun mau dilihat ada manfaatnya, sangat tidak sepadan dengan mudhorotnya. Seharusnya tidak usah menunggu fatwa MUI, pelarangan PUBG adalah sudah sesuatu hal yang harus karena mendatangkan risiko yang sangat berbahaya. Termasuk game lainnya," paparnya.

 

Baca juga: Prahara PUBG (2)

Editor : Asiyah Afiifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 393 Kali
Berita Terkait

0 Comments