Harokah Islamiyah /
Follow daktacom Like Like
Ahad, 26/04/2015 17:45 WIB

BNPT dan Kemenkominfo Belum Merehabilitasi Situs Islam

Sekjen JITU Pizaro 1
Sekjen JITU Pizaro 1

BEKASI_DAKTACOM:  Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), maupun Kemenkominfo, sampai saat ini belum juga meminta maaf kepada 22 media Islam online, yang pernah diblokir  oleh  Kemenkominfo atas permintaan BNPT. Meski belakangan sebagian dari 22 Media Islam itu sudah dibuka blokirnya.

“ Belum, belum ada permohonan maaf dari ke dua lembaga pemerintah itu, meski mereka sampai sekarang belum berhasil memberikan bukti jika media Islam yang diblokir itu memuat berita seperti yang dituduhkan oleh BNPT, seperti tuduhan bahwa media Islam itu telah menyebarkan berita radikalisme, berita yang mengkafirkan orang (takfir), atau berita yang mengundang permusuhan,  dan SARA” kata Pizzaro,  Pemimpin Redaksi Islampos yang ikut diblokir oleh Kemenkominfo, Ahad (26/4/15).

 

Sebagai lembaga negara yang telah bertindak semborono dengan melakukan pemblokiran terhadap 22 media Islam tanpa terlebih dahulu diberi peringatan atau surat teguran sebabagaimana lazimnya tatakrama  dalam bertindak, selayaknya  meminta maaf dan kembali memulihkan nama baik ke 22 media tersebut.

 

Menurutnya permintaan maaf dari dua lembaga negara itu sangat penting. Sebab bagaimanapun ke dua lembaga negara itu telah mencemarkan nama baik media-media Islam selama ini berkomintmen untuk berdakwah lewat tulisan.

Kalau kami disebut menyebarkan berita radikal berita yang mana? Apakah kalau kami memberitakan apa yang di fatwakan MUI dikatakan sebagai berita radikal?  Apakah ketika MUI memfatwakan kalau  Ahmadiyah itu sesat, Syiah itu sesat,  lalu media Islam disalahkan sebagai media menyebar permusuhan? Kenapa pemerintah tak meblokir situs yang jelas-jelas telah merusak  masyarakat seperti situs  porno, PSK, situs yang menyebar paham atheisme, PKI, Marxisme,  yang jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila? Tanya Pizaro.

 

“Sampai sekarang kita masih belum merasa nyaman sebelum BNPT dan Kemenkoinfo meminta maaf dan merehabilitasi nama baik kami.  Tak menutup kemungkinan, pemblokiran akan terulang kembali” ujar Pizaro, dengan kecewa.

 

 

Editor :
Sumber : Redaksi Dakta
- Dilihat 1858 Kali
Berita Terkait

0 Comments