Bekasi / Kota /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 14/07/2016 09:35 WIB
Proses Penerimaan Siswa Baru Kacau, Pemkot Rubah Juknis Jalur Afirmasi

Lima Kartu Sakti Masuk Afirmasi pada PPDB 2016 Di Kota Bekasi

Ilustrasi PPDB
Ilustrasi PPDB
BEKASI_DAKTACOM: Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Rudi Sabarudin mengakui jalur afirmasi PPDB masih belum terpenuhi oleh siswa yang mendaftar.
 
Data yang ada rata-rata pendaftar dari jalur afirmasi baru di bawah 25 persen, artinya 75 persen kuota dari alokasi keseluruhan 15 persen atau sekitar 5000 siswa SD, SMPN, SMAN dan SMKN belum terisi.
 
"Pertama atau awalnya dalam juknis bagi jalur afirmasi hanya menggunakan kartu keluarga harapan (PKH) data dari Dinas Sosial dan Kartu Sehat dari data Dinas Kesehatan, akan tetapi ada kebijakan lain dari pimpinan bahwa pemegang kartu lain yang di buat pusat juga harus di akomodir. Beberapa kartu tersebut diantaranya KPS, Kartu Indonesia Pintar, dan KIS," katanya.
 
Kebijakan ini membuat dinas terkait seperti Disdik, Disducapil, pihak kelurahan dan Dinas Sosial harus memverifikasi ulang data pemegang kartu tersebut.
 
"Tadinya mereka gak ke cover, tapi kebijakan pimpinan masukin semua maka harus verifikasi lagi, soalnya jadi banyak sekali peminatnya, kalo yang pake PKH gak masalah tapi sekarang yang dari kartu pusat harus di verifikasi lagi," ujarnya.
 
Menurutnya data peserta didik banyak yang tidak ada di kartu miskin yang masyarakat miliki bahkan NIK nya tidak ada. Akan tetapi tetap saja alat bukti kartu miskin dapat di jadikan prasyarat siswa masuk lewat Afirmasi.
 
"Kalau lima kartu itu mereka gak punya sekarang surat pernyataan di kecamatan atau surat kecamatan keterangan tidak mampu bermatre dari pihak kecamatan pun bisa di pakai setelah rapat kemarin dengan pihak kecamatan ," tuturnya.
 
Sebelumnya dalam juklak dan juknis PPDB 2016, Pemkot Bekasi menetapkan tiga jalur diantaranya jalur umum melalui seleksi NEM on line dalam kota 70 persen, luar Kota 5 Persen. Jalur lokal atau zonasi 10 persen dan jalur Afirmasi atau siswa miskin sebanyak 15 Persen.
 
Sementara jika ada bangku Kosong nantinya akan di biarkan.
Reporter : Warso Sunaryo
Editor :
- Dilihat 2501 Kali
Berita Terkait

0 Comments