Bekasi / Kota /
Follow daktacom Like Like
Senin, 21/03/2016 11:10 WIB

Pemkot Bekasi Gelar Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk

Acara Gerta PSN di Kecamatan Mustika jaya
Acara Gerta PSN di Kecamatan Mustika jaya
BEKASI_DAKTACOM: Pemerintah Kota Bekasi menyikapi angka kematian dan banyaknya kasus DBD hingga 874 kasus dengan mencanangkan Gertak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk).
 
"Saat ini angka penderita DBD meningkat dari skala nasional, provinsi dan khususnya di Kota Bekasi. Kalau di Kota Bekasi sudah ada 16 Korban meninggal dan hingga kini hampir 1000 warga terjangkit DBD," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Anne Nur Chandani Handayani pada Senin (21/3).
 
Dan di Kecamatan Mustika Jaya jumlah penderita DBD paling tinggi sebanyak 164 kasus, maka kegiatan ceremony program pencanangan Gertak PSN digelar di kantor Kecamatan Mustika Jaya RT 001/018 Padurenan Mustika Jaya Kota Bekasi.
 
"Angka 16 yang meninggal bukan sedikit dan gejala ini karena pergantian musim," tambahnya.
 
Sementara Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengakui jika di Kota Bekasi terjadi lonjakan kasus DBD dan di RSUD Kota Kekurangan tempat untuk perawatan.
 
"Saya semalam sekitar pukul 03.00 datang ke Hermina dan di UGD rumah sakitnya penuh, apalagi di RSUD Kalau kita liat sampai berjubel, dulu zaman Pak Harto kalau ada satu yang meninggal akibat DBD, Walikota/Bupatinya dipanggil karena perhatian pada kesehatan warganya," ungkap Rahmat Effendi.
 
Menurutnya tahun pelayanan dasar harus juga diikuti pelayanan di bidang kesehatan sehingga Dinas Kesehatan harus juga mendukung dengan peningkatan kelas Pustu (Puskesmas Pembantu) menjadi Puskesmas.
 
"Seperti di Mustika Jaya ini puskes baru satu, harusnya bulan depan pustu tingkatkan jadi puskes, dan kontrak puskesmas juga harus diketahui masyarakat, Kalau bisa jangan ada lagi pustu, kalau kurang dokter sekarang IDI saja sudah ada 2.227 dokter kalo kurang tambah saja," papar Walikota.
 
Rahmat Effenid juga menyatakan bahwa sistem foging yang saat ini SOP nya dibuat oleh Dinas juga harus dirubah. 
 
"Jangan menunggu ada kasus dan beralasan nyamuk akan kebal, harusnya kan sudah tau siklusnya, dan ini juga di anggarkan," ungakpnya.
Reporter : Warso Sunaryo
Editor :
- Dilihat 1542 Kali
Berita Terkait

0 Comments