Nasional / Lingkungan Hidup /
Follow daktacom Like Like
Ahad, 21/01/2024 23:32 WIB

Petualangan Menegangkan: Menaklukkan Track Terjal Menuju Curug

Ilustrasi Perjalanan Menuju Curug Kembar.foto IST
Ilustrasi Perjalanan Menuju Curug Kembar.foto IST

BOGOR, DAKTA.COM - Setiap kali mendengar kata curug, pasti yang pertama kali dipikirkan adalah sebuah keindahan alam yang bisa membuat kenyamanan diri. Dengan aliran air yang membuat sejuk, hijaunya dedaunan yang rimbun dapat memanjakan mata, suara kicauan burung yang dapat menenangkan diri beberapa hal tersebut dapat menjadi cara untuk manusia menenangkan dirinya.

 

Namun, ada beberapa orang yang masih resah dan memiliki rasa takut untuk pergi ke sebuah curug hingga saya pun merasa demikian. Segala pertanyaan bercampur dalam pikiran saya membuat saya sebetulnya menjadi malas dan tidak ingin pergi ke curug.

 

Mendatangi sebuah curug sebetulnya merupakan impian saya sejak dahulu, namun pada Curug Kembar yang berada di daerah Cisarua, Kabupaten Bogor ini banyak orang berkata bahwa curug ini memiliki track yang sulit, Benarkah demikian? lalu bagaimana jika kita terbawa arus nanti?

 

Pertanyaan-pertanyaan tersebut yang terus terpikirkan oleh saya, lalu bagaimana saya bisa menjalaninya dengan rasa keberanian yang tinggi? Curug kembar dikenal dengan track menuju curugnya yang sulit, walaupun terasa menakutkan sebetulnya Curug Kembar ini memiliki banyak daya tarik yang jarang kita jumpai di curug manapun. Curug kembar merupakan destinasi wisata yang bisa kamu coba lho! selain memiliki pemandangan yang indah curug ini juga memiliki harga yang sangat terjangkau yaitu Rp5.000/orang. Kapan lagi bisa liburan ke curug dengan harga yang terjangkau dan memiliki pengalaman baru yang menantang.

 

Tak dapat dipungkiri memang melakukan trekking tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang, trekking harus didampingi oleh orang-orang yang memang sudah mempunyai pengalaman sebelumnya. Beberapa orang memang gemar melakukan trekking.

 

Namun, ada beberapa orang juga yang mencari aman dan tidak memilih untuk melakukan hal tersebut. Sebetulnya saya termasuk kedalam orang yang memilih untuk mencari aman saja   dengan tidak ikut kegiatan tersebut namun rasa penasaran menghantui pikiran saya.

 

Menurut saya melakukan trekking merupakan hal yang sangat menakutkan disisi lain saya sangat penasaran dan ingin mencobanya. Walaupun terasa menakutkan, sebetulnya trekking ini bila dijalani bersama teman rasa ketakutan itu sedikit mereda dan seketika berubah menjadi menyenangkan, sebetulnya ketakutan bisa menjadi faktor penghambat untuk kita mengeksplor diri lebih jauh. Hal ini juga bisa membuat rasa semangat berpetualang kita menjadi tidak bebas dan tidak menyenangkan.

 

Sebagai manusia tentunya kita harus mencoba hal baru untuk menciptakan pengalaman-pengalaman hidup yang lebih banyak, dengan adanya ketakutan tersebut kita menjadi punya batasan dan akan selalu menetap di zona nyamannya.

 

Saya terus selalu mengingatkan diri saya sendiri untuk mencoba hal-hal yang tidak pernah saya lakukan dalam hidup tanpa adanya rasa takut. Semakin kesini saya semakin melatih ketakutan saya dengan mengubah pola pikir menjadi positif, sebenarnya pikiran negatif ini juga memicu adanya sebuah ketakutan-ketakutan itu.

 

Mengikuti trekking memang hal yang sulit dilakukan. Namun bila kita selalu berpikir positif dan memiliki keberanian, hal ini bisa menjadi suatu yang sangat menyenangkan dan pastinya menjadi suatu kebanggaan tersendiri.

 

 

Pada saat itu, saya melakukan trekking menuju Curug Kembar bersama beberapa teman saya. Kegiatan trekking tersebut dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB. Pada pintu masuk curug saya sudah melihat aliran air yang sangat jernih dengan bebatuan yang sangat indah. Saya pikir ini curug yang ingin kita tuju, ternyata kita harus menempuh waktu sekitar 30-50 menit untuk mencapai Curug utamanya.

 

Awal perjalanan, track untuk menuju curug masih bisa dikatakan santai namun berlika-liku dan naik turun dengan menggunakan sandal selop saat itu, saya sedikit kesulitan dalam menjalani track tersebut. Dengan pijakan tanah yang lembab dengan sedikit rerumputan maka saya memutuskan untuk lepas pasang alas kaki pada saat itu karena takut kemasukan batu atau benda-benda tajam lainnya.

 

Alasan saya menggunakan sandal selop tersebut karena ini merupakan pengalaman pertama bagi saya untuk mendatangi curug yang memiliki track yang cukup sulit. Saya pernah mendatangi curug, namun pada saat itu aksesnya mudah dimana setelah parkiran kendaraan saya sudah langsung bisa melihat curug tersebut. Nah, pada Curug Kembar ini berbeda yang mana setelah parkiran kendaraan kita harus melewati track yang panjang untuk tiba di curugnya.

 

Saya dan teman-teman saya tidak menggunakan tour guide, Pada saat itu kita hanya mempercayakan beberapa anak laki-lakinya yang memimpin jalan mungkin karena mereka sudah memiliki pengalaman, mereka mencari jalan yang tepat. Dengan berpatokan pada pita - pita penanda jalan, kami mengikuti arahan teman kami yang mengerti tracknya itu.

 

Selang beberapa menit, kita sudah mendengar suara aliran air yang sangat deras. Ketika melihatnya ternyata ini bukan curug utama nya, dan kita memutuskan untuk melanjutkan jalan dengan melewati banyak rintangan-rintangan dengan penuh rasa keberanian.

 

Dengan track yang naik turun dan banyak bebatuan membuat saya harus menggunakan ranting pohon yang tergeletak di tanah untuk dijadikan tumpuan saya berdiri. Perjalanan yang melelahkan membuat saya dan beberapa teman saya lainnya beristirahat terus menerus. Selain jalan yang turun naik, akses ke curug ini juga harus menyebrangi arus air dengan menggunakan bebatuan-bebatuan.

 

Banyak bebatuan yang licin akibat lumut menyebabkan beberapa teman saya terjatuh, selain itu lintah yang merupakan hewan penyedot darah itu bersinggah di kaki beberapa teman saya. Memang sering saya melihat lintah ada di bebatuan-bebatuan yang ada di arus air tersebut mungkin tanpa di sadari ketika mereka menginjak batu tersebut lintah itu merayap ke kakinya.

 

Ketika saya tanya mengenai bagaimana rasanya sakit tidak, teman saya menjawab tidak sakit karena tidak terasa apapun. Ada teman kita juga yang kehilangan barang dikarenakan terbawa arus air.

 

Bebatuan dan pohon-pohon yang besar membuat perjalanan menuju curug semakin menegangkan, dengan rasa penuh keberanian kita melanjutkan perjalanan dengan santai dan banyak canda tawa didalamnya. Beberapa arus harus kita sebrangi untuk menuju air terjun yang sesungguhnya.

 

Dengan arus yang lumayan deras kita harus memiliki keseimbangan yang baik, dalam melawati arus tersebut kita saling membantu satu sama lain untuk menyebrang. Dengan rasa solidaritas yang tinggi, kita menyelesaikan semua track tersebut tanpa masalah.

 

Walaupun sempat kesasar sedikit, kita bisa menyelesaikan permasalahan tersebut bersama-sama. Setelah menempuh perjalanan panjang yang melelahkan, tanpa kita sadari akhirnya kita sampai di titik utama atau di Curug Kembar destinasi utama kita kurang lebih sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah tiba ternyata kita disuguhkan pemandangan alam yang indah dengan dua adanya dua air terjun hal inilah yang bisa dinamakan Curug Kembar.

 

 

Keindahan alam yang memanjakan mata dengan hadirnya sebuah pelangi yang berasal dari pantulan sinar matahari ini bisa dilihat secara dekat. Suara derasnya air jatuh yang sangat candu mendengarnya bahkan hingga saat ini suaranya bisa saya rasakan.

 

Namun yang sangat disayangkan adalah ini tidak bisa dijadikan untuk berenang karena air yang tidak begitu dalam dan luas jadi beberapa dari kita hanya berendam dan memijatkan tubuhnya dari air terjun tersebut.

 

Akhirnya setelah dirasa cukup puas, kita pulang melalui track yang sama dengan rasa kepuasan tersendiri. Di pertengahan track yang kita lalui tadi, saya dan teman-teman saya mendengar suara hewan sejenis kera. Dan ketika kita sudah sampai bawah dan hendak ingin pulang, saya dan teman-teman saya melihat segerombolan kera yang sedang bergelayutan di atas pepohonan.

 

Sebetulnya ini merupakan pengalaman pertama saya dalam melihat satwa langsung di alam bebas tanpa terhalang apapun seperti kandang dan lain sebagainya. Hal ini menjadi kepuasan dalam diri saya sendiri, untungnya saya memberanikan diri untuk pergi ke curug itu, kalau tidak saya tidak akan mendapatkan pengalaman menyenangkan seperti ini.

 

Salah satu pembelajaran yang bisa saya ambil dari petualangan ini yaitu bahwa hal yang selama ini kita pikirkan tidak semuanya bisa sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Maka dari itu, dari sekarang mulailah berpikir positif dan menghilangkan pikiran-pikiran negatif itu. Mulailah membuka diri kalian dengan mencoba pengalaman-pengalaman baru yang menantang.

 

Bagaimana jika perkataan orang-orang mengenai trekking Curug Kembar tidak sepenuhnya benar? Bagaimana jika ternyata Curug Kembar memiliki pemandangan yang sangat indah?

 

Nah maka dari itu, jika kalian penasaran dengan trekking asli Curug Kembar ini silahkan datang langsung dan nikmati sensasinya bersama dengan teman, keluarga ataupun kekasih kalian. Siapa tahu, kalian akan menemukan sesuatu yang lebih menarik dari saya. ***

 

Penulis:

Khairunnisa Rahayu

Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media

Sekolah Vokasi IPB University



 

 

Reporter : Warso Sunaryo
Sumber : jaenuddin ishaq
- Dilihat 336 Kali
Berita Terkait

0 Comments