Bekasi / Kabupaten /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 08/12/2023 05:00 WIB

Fatir Bocah Korban Bullying Berujung Kaki Diamputasi Meninggal

korban bullying meninggal
korban bullying meninggal

DAKTA.COM -  Fatir Arya Adinata, 12 tahun, bocah yang diduga menjadi korban bullying di sekolahnya dan berujung kaki kirinya harus diamputasi meninggal pada Kamis dinihari, 7 Desember 2023. Fatir mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Hermina sekitar pukul 02.25 WIB.

 

Kuasa Hukum Fatir, Mila Cheah, menjelaskan bahwa seusai diizinkan pulang pasca-operasi amputasi kaki oleh Rumah Sakit Dharmais pada 16 November lalu, kondisi Fatir terus turun. Fatir juga kerap mengalami kesulitan bernapas.

Fatir pun akhirnya kembali harus bolak-balik masuk Rumah Sakit Dharmais hingga pada 1 Desember 2023 lalu Fatir dilarikan ke rumah sakit terdekat karena kondisi yang kritis. "Yaitu RS Hermina Kota Bekasi," kata Mila kepada wartawan di rumah duka, Jalan Cemara Raya, Jatimulya, Kabupaten Bekasi, Kamis pagi.

Ditambahkannya, Fatir mendapat tindakan dan masuk ruang isolasi juga karena Fatir tidak bisa bernapas tanpa bantuan oksigen. "Itu harus 24 jam," ujar Mila.

Kondisi Fatir pun semakin kritis dan menurun hingga tutup usia pada Kamis dini hari tadi. Padahal, Mila mengungkapkan, sudah mulai dibahas rencana penggalangan dana untuk mengirim Fatir dirawat di rumah sakit di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Karena di sana kan banyak sekali pasien-pasien kanker yang alhamdulillah bisa sehat, tetapi ternyata Allah berkehendak lain dan hari ini meninggal," kata Mila sambil menambahkan jenazah Fatir akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Padurenan, Kota Bekasi pada Kamis siang. 

Dugaan Bullying

Dugaan perundungan yang dialami Fatir diungkap ibu Fatir, Diana Novita, terjadi pada Februari 2023. Saat itu Fatir masih duduk di kelas 6 SD di SDN Jatimulya 09, Kabupaten Bekasi.

Kejadian bermula ketika Fatir diajak jajan oleh temannya. Saat dalam perjalanan menuju kantin, Fatir dijegal oleh salah satu temannya. Fatir lalu terjatuh. Kelima temannya kemudian merundung Fatir secara verbal.

"Setelah itu Fatir tidak jadi jajan, baliklah ke kelas, sampai di kelas di peroloklah lagi Fatir dengan teman-temannya ini sampai memperagakan Fatir jatuh," kata Diana kepada wartawan, Selasa, 31 Oktober 2023.

Fatir, kata Diana, tidak menceritakan kejadian itu kepada dirinya hingga tiga hari berselang Fatir merasakan sakit pada kakinya hingga sulit berjalan. Pada akhirnya, Fatir menceritakan kejadian perundungan itu kepada Diana.

Seusai peristiwa itu, Diana fokus menyembuhkan kaki Fatir di sejumlah klinik dan rumah sakit. Selama menderita sakit, Fatir tidak bisa bersekolah, namun, pihak sekolah memfasilitasi siswanya itu untuk ikut ujian dan lainnya.

Pada Agustus 2023, Fatir didiagnosis mengalami kanker tulang pada kaki kirinya. Dokter terpaksa harus mengamputasi kaki Fatir.  

Keterangan dari Sekolah

Dari sekolah, Wakil Kepala SDN Jatimulya 09, Sukaemah, mengatakan pada akhir Oktober lalu kalau pihaknya menunggu proses hukum yang masih berjalan. Dia menambahkan telah memberikan klarifikasi dan membantah dugaan perundungan itu meski membenarkan peristiwa Fatir jatuh dam kesakitan karena ulah temannya.

"Mereka bercanda-bercanda, main terus jajan, jadi, kalau untuk perundungan kayaknya terlalu jauh," katanya. Ditambahkannya, seusai kejadian tersebut, kata Sukaemah, Fatir dan teman-temannya masih beraktivitas normal di sekolah.

Sumber : TEMPO
- Dilihat 941 Kali
Berita Terkait

0 Comments