Bekasi / Kota /
Follow daktacom Like Like
Senin, 04/12/2023 09:00 WIB

Kabid PTK Dinas Pendidikan Kota Bekasi Wijayanti, Berikan Semangat untuk Para Guru menjadi Guru Penggerak yang Berkualitas.

Program untuk capaian target Guru Penggerak
Program untuk capaian target Guru Penggerak

BEKASI, DAKTA.COM - Dinas Pendidikan Kota Bekasi mendukung Program Pusat untuk capaian target Guru Penggerak. Salah satu langkah untuk mendorong minat para guru menjadi guru penggerak dengan menggelar lokaraya festival program guru penggerak yang bertempat di aula Marsudirini Kemang Pratama Kota Bekasi.

"Panen hasil karya guru penggerak angkatan ke tujuh ini menjadi bagian penilaian dan dorongan bagi para guru agar dapat mengikuti diklat selama enam bulan untuk dapat menjadi guru penggerak di Kota Bekasi. Ini karena minat di Kota Bekasi masih sangat minim, " Ujar Kepala Bidang PTK Dinas Pendidikan Kota Bekasi Wijayanti (2/12).

Selain untuk merangsang semangat mengikuti program guru penggerak kegiatan ini juga sebagai salah satu penilaian yang di lakukan tim dari provinsi Jawa Barat untuk melihat langsung aksi nyata dari para guru penggerak angkatan ke tujuh  yang sudah melakukan diklat baik luring mau pun daring selama enam bulan.

" Guru penggerak salah satu program pemerintah pusat. Kota Bekasi saat ini sudah mengikuti program ini untuk angkatan ke lima sampai ke sembilan.program ini juga merupakan tranformasi pendidikan menuju kurikulum merdeka, "tambahnya.

Apalagi saat ini salah satu syarat menjadi Kepala Sekolah harus dari guru penggerak. Selain tujuanya adalah meningkatkan kualitas guru  dalam pembelajaran yang berfokus pada siswa. Siswa juga sebagai objek pembelajaran. Guru penggerak melakukan diklat selama enam bulan untuk memenuhi indikator sampai refleksi dan aksi nyata.

" Hasil karya dari para guru penggerak yang selama ini sudah melakukan diklat ilmunya sudah mereka ajarkan ke siswa. Sementara untuk seleksi guru penggerak dari pusat dan saat ini untuk angkatan ke 11 sudah selesai, "katanya.

Para guru penggerak juga berkewajiban untuk mengibaskan ilmunya dalam kegiatan belajar mengajar ke para guru yang lain baik di tingkat sekolah maupun daerah. Plafon merdeka belajar yang saat ini di jalankan sesuai kurikulum di pelopori oleh para guru penggerak.

" Setiap guru penggerak memiliki transformasi ke cara ajar baru berfokus pada siswa. Karena mereka memiliki kemampuan dan guru - guru yang belum terfasilitasi saat ini  masih ada kesempatan. Guru penggerak sendiri memiliki komunitas program kopdar yang menjadi wadah mereka saling menyemangati dan saling mengasah kemampuan dalam mengajar.Melakukan webinar untuk ruang aksi nyata mereka, "jelasnya.

Setiap guru penggerak dibebaskan melakukan aksi nyata mereka sesuai ide dan kreasi yang didapat pada saat diklat. Untuk angkatan ke delapan sudah melaksanakan enam bulan diklat sebagai bahan penilaian.

" Di Bekasi angkatan ke lima sebanyak 48 guru angkatan ke tujuh sebanyak 84, angkatan ke delapan senanyak 73 guru  dan angkatan sembilan yang saat ini on going sebanyak 83 orang.Jadi masih sedikit sekalih, minatnya masih kecil tapi saya mengajak guru untuk  lebih semangat ini juga menjadi dasar jadi  Kepsek dan pengawas. Dan ini bukan utuk para guru yang ASN saja, " tambahnya.

Wijayanti menjelaskan untuk sumber dana diklat guru penggerak dari pemerintah pusat dan provinsi.Harapnya dengan adanya guru penggerak dapat melakukan transformasi pendidikan seperti yang di harapkan pemerintah pusat.

" Tranformasi pendidikan mau ngga mau ada format baru ortu dan guru harus mampu bersinergi. Di daerah sesuai dengan arahan pusat,"pungkasnya.

Reporter : Warso Sunaryo
- Dilihat 1069 Kali
Berita Terkait

0 Comments