Nasional / Kesehatan /
Follow daktacom Like Like
Sabtu, 29/10/2022 16:37 WIB

Baguna Pusat Bersama DPC PDIP Kota Bekasi Gelar Edukasi Cegah Stunting

foto bersama cegah stunting bersama PDI Perjuangan
foto bersama cegah stunting bersama PDI Perjuangan
BEKASI, DAKTA.COM - Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) pusat PDI Perjuangan bersama DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi, menggelar edukasi dan talkshow tentang cegah stunting di Alun - alun M. Hasibuan, Kota Bekasi pada Sabtu (29/10).
 
Kegiatan itu dihadiri peserta ratusan ibu hamil dengan penyampaian yang ringan dan edukatif. Panitia juga menyiapkan sejumlah tenda pemeriksaan seperti penimbangan bayi, pemeriksaan ibu dan anak serta pemeriksaan kesehatan umum. Semuanya diberikan PDI Perjuangan Kota Bekasi secara gratis.
 
Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Bidang Kerakyatan, Sada Restu yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, upaya pencegahan stunting dapat dilakukan bilamana suami-istri memiliki pengetahuan yang sama menjaga kesehatan.
 
"Sebenarnya pemeriksaan kesehatan pra nikah penting dilakukan untuk mengantisipasi penyakit menular dari ancaman stunting. Berikutnya saat hamil, ibu-ibu muda ini biasanya mengalami mual sehingga tidak mau makan. Padahal makan itu penting, buat ibu dan calon bayi. Berikutnya, setelah lahir juga sangat penting. Ini penting bagaimana memberikan asupan terbaik buat buah hati," jelas Sada Restu disela acara tersebut kepada wartawan.
 
Restu mengingatkan pemberian asupan makanan yang baik, sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Sehingga perkembangan teknologi tidak membuat seseorang terlena dan mengabaikan perkembangan anak.
 
"Ibu-ibu sekarang asik dengan gadgetnya, asik dengan arisannya tapi lupa dengan (tumbuh kembang) anaknya. Lupa makan tidak. Tapi lupa nilai gizi yang diberikan kepada ibu dan anak khususnya ibu hamil," papar Restu.
 
Apalagi mengkonsumsi berlebihan makanan cepat saji, tidak disarankan dalam perkembangan buah hati. Karena masih banyak pilihan makanan yang sehat buat ibu hamil. Asupan makanan yang dimakan ibu hamil bukan banyaknya, tapi nilai gizinya seberapa banyak yang dimakan.
 
"Ibu saya, waktu anak masih kecil-kecil malah mencarikan nyunyu. Kalau di kota itu kepiting sawah. Sayur-sayuran banyak disawah. Jadi sebenarnya banyak pilihan yang tepat kita konsumsi," ucap Restu.
 
Menurut Restu, stunting juga berkaitan dengan pola pikir seseorang dalam menyikapi problematika rumah tangga. "Jadi sebisa mungkin ibu hamil, pikirannya harus relaks jangan stres," sambung Restu.
 
Ketua Baguna Pusat PDI Perjuangan Max Ruland Boseke  mengatakan, keberadaan lembaga kebencanaan PDI Perjuangan memiliki peran penting untuk terus mengedukasi masyarakat dalam mencegah stunting. 
 
"Meskipun di Kota Bekasi kasusnya mulai turun tapi kita tetap mengingatkan bahaya stunting. Jadi Baguna tidak saja tanggap bencana alam tapi juga tanggap bencana sosial," tukas Max Ruland.
 
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi Tri Adhianto yang turut hadir kesempatan itu mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan ibu dan anak dengan makan yang bergizi dan olahraga yang cukup.
 
"Pemerintah terus berupaya menekan zero stunting. Dan Alhamdulillah saat ini per September kemarin kita diangka 3,9 persen. Padahal di 2021 kita diangka 7,9 persen," ujar Tri yang juga Plt. Wali Kota Bekasi.
 
Turut hadir dalam kesempatan itu seperti pengurus anak cabang dan ranting serta anggota legislatif dari fraksi PDI Perjuangan Kota Bekasi.

 

Reporter :
- Dilihat 485 Kali
Berita Terkait

0 Comments