Nasional / Pendidikan /
Follow daktacom Like Like
Ahad, 25/09/2022 12:35 WIB

Adaptasi Teknologi: Informatika Ubhara Dampingi Guru SDN 02 Jatireja dalam Workshop Penggunaan Aplikasi AKM Kelas

Workshop Penggunaan Aplikasi AKM di SDN 02 Jatireja
Workshop Penggunaan Aplikasi AKM di SDN 02 Jatireja

BEKASI, DAKTA.COM - Tahun ini, Asesmen Nasional (AN) sudah mulai dilaksanakan sama seperti tahun 2021 lalu. Namun tidak semua siswa ikut AN 2022 ini. Selain itu, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) juga salah satu bagian dari AN 2022.

 

Tentu tujuannya untuk mengevaluasi kualitas sistem pendidikan. Mulai dari tingkat satuan pendidikan, Kabupaten/Kota, Provinsi maupun nasional. Namun, AKM dalam Asesmen Nasional tidak melaporkan hasil individu di tingkat satuan pendidikan.

 

Untuk itu, Kemendikbud Ristek melalui Pusat Asesmen dan Pembelajaran (Pusmenjar) mencanangkan AKM kelas untuk membantu guru dalam memahami kemampuan literasi dan numerasi setiap individu peserta didik (siswa).

 

Sejalan dengan program dari Pusmenjar Kemdikbud tersebut, dosen prodi Informatika Universitas Bhayangkara Jakarta Raya ingin berkontribusi dalam membantu mensosialisasikan aplikasi AKM-Kelas tersebut kepada para pengguna aplikasi, khususnya guru dan siswa.

 

Melalui program Kampus Mengajar Angkatan 4 yang sedang berlangsung di SDN 02 Jatireja maka kami bekerja sama untuk mengadakan acara pengabdian kepada masyarakat berupa Workshop Penggunaan Aplikasi AKM Kelas bagi Guru dan Siswa di SDN 02 Jatireja.

 

“Ini sebagai bentuk bantuan dalam adaptasi teknologi kepada pihak sekolah, ujar Rafika Sari selaku ketua program pengabdian kepada masyarakat sekaligus dosen pembimbing lapangan program Kampus Mengajar kepada Dakta pada Ahad (25/9).

 

Dalam acara workshop yang berlangsung pada Sabtu 24/09/2022 yang dihadiri para guru SDN 02 Jatireja, beberapa materi yang disampaikan yaitu: 

 

1.Cara mendownload dan menginstall aplikasi AKM-Kelas berbasis desktop pada laptop dan berbasis Android pada smartphone, 

2. Cara masuk (login) pada aplikasi AKM-Kelas baik sebagai petugas/guru maupun sebagai peserta/murid, 

3. Mempraktekkan cara menggunakan fitur-fitur yang terdapat dalam aplikasi AKM kelas antara lain: fitur untuk mengunduh paket soal, fitur menentukan peserta, fitur menjadwalkan kegiatan, fitur melaksanakan/mengerjakan tugas/tes, dan fitur mengolah hasil AKM kelas.

 

Sementara itu Yogi Purnama Fajri, selaku guru yang menjadi peserta workshop menyampaikan, adaptasi teknologi pembelajaran, peningkatan kemampuan literasi dan numerasi bagi murid dan guru mutlak diperlukan.

 

 

“Kesulitan dirasakan tidak hanya oleh guru, tetapi juga peserta didik dikarenakan fasilitas sekolah yang masih kurang memadai dalam ketersediaan sarana perangkat komputer,” ujar Yogi.

 

Ajif Yunizar P.Y selaku instruktur workshop yang juga dosen Informatika Ubhara menjelaskan hasil survey yang dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan workshop, rata-rata kesulitan yang dialami peserta adalah dalam hal teknis penggunaan aplikasi.

 

“Belum optimalnya sosilisasi penggunaan aplikasi dari pihak pusat juga sering terkendala dalam hal jaringan yang harus sama dan terus terhubung antar petugas/guru dan peserta/murid dalam mengakses aplikasi ini”, tambah Ajif.

 

Harapan dari acara ini, baik guru-guru maupun siswa serta para dosen dan mahasiswa dapat bersinergi bersama dalam usaha penguatan kemampuan literasi, numerasi serta adaptasi teknologi pada unit satuan penyelenggara pendidikan.

 

“Semoga kita tetap bisa mencerdaskan anak bangsa walau dengan berbagai keterbatasan,” sambung Khairunnisa F.R selaku instruktur worshop dan juga dosen Informatika Ubhara. ***

Reporter : Jaenudin Ishaq
- Dilihat 466 Kali
Berita Terkait

0 Comments