Nasional /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 21/07/2022 06:00 WIB

Indonesia Adem saat Dunia Dilanda Gelombang Panas, Apa Sebabnya?

gelombang panas picu kebakaran hutan prancis spanyo 5 169
gelombang panas picu kebakaran hutan prancis spanyo 5 169

DAKTA.COM  - Negara-negara di Eropa, Afrika Utara, Timur Tengah, hingga Asia dilanda gelombang panas atau heatwave yang meningkatkan suhu lebih dari 40 derajat Celsius. Namun Indonesia tidak mengalami hal yang sama, kenapa begitu?

Inggris, misalnya, mengalami suhu ekstrem hingga melebihi 40 derajat Celsius. Kereta api pun tak beroperasi karena suhu rel mencapai 62 derajat C hingga mengalami kerusakan.

Portugal bahkan melaporkan 1.063 kematian sejak gelombang panas melanda setidaknya pada 10 Juli.

Mengutip Direct Energy, gelombang panas adalah kondisi cuaca yang sangat berbahaya di mana suhu melonjak jauh di melebihi batas atas suhu di wilayah tersebut. Panas yang tinggi ini bergabung dengan tingkat kelembapan yang tinggi dan menciptakan gelembung panas di area tertentu dalam jangka waktu yang lama.

Gelombang panas sendiri terbentuk ketika udara bertekanan tinggi mengendap di udara dengan ketinggian 3.000-7.600 meter dan menyebabkan udara panas tenggelam. Tenggelamnya udara panas menciptakan gelembung yang bertindak seperti segel dan memerangkap panas di dekat daratan.

Segel tersebut lantas mencegah arus konveksi yang membentuk awan dan awan hujan, yang keduanya akan berfungsi membuat sebuah wilayah menjadi dingin.

Fenomena ini kemudian menghasilkan gelombang panas yang memiliki panas tinggi dan kelembaban tinggi di dekat daratan. Gelombang panas ini bisa berlangsung berhari-hari hingga berminggu-minggu.

Gelombang panas tidak hanya terbatas pada area yang biasanya dianggap memiliki suhu tinggi. Fenomena ini dapat terjadi di mana saja ketika udara bertekanan tinggi dapat menciptakan lingkungan untuk membentuk kubah panas.

Meski demikian, kondisi wilayah Indonesia tidak memungkinkan untuk terjadinya fenomena gelombang panas ini.

"Kejadian suhu panas di Indonesia tidak dikategorikan sebagai gelombang panas seperti di India karena tidak memenuhi definisi kejadian ekstrim meteorologis oleh Badan Meteorologi Dunia (WMO) yaitu anomali lebih panas 5 derajat dari rerata klimatologis suhu maksimum di suatu lokasi dan setidaknya sudah berlangsung dalam 5 hari," ucap Plt. Deputi Klimatologi BMKG Urip Haryoko dalam rilis BMKG, beberapa waktu lalu.

Suhu maksimum sekitar 36 derajat juga bukan merupakan suhu tertinggi yang pernah terjadi di Indonesia, karena rekor suhu tertinggi yang pernah terjadi adalah 40 derajat di Larantuka (NTT) pada 5 September 2012.



 

 

Sumber : CNN INDONESIA
- Dilihat 762 Kali
Berita Terkait

0 Comments