Korut Ogah Minta Maaf ke Korsel Soal Penenggelaman Kapal Perang
SOUL_DAKTACOM: Korea Utara menolak desakan Korea Selatan untuk meminta maaf atas insiden tenggelamnya sebuah kapal perang yang menewaskan 46 jiwa pada 2010 lalu. Korut menyebut desakan Korsel “sebuah ejekan yang tidak bisa ditoleransi”.
Pernyataan Korut mengemuka selagi Korsel bersiap memperingati lima tahun insiden kapal Cheonan pada 26 maret 2010 lalu. Korsel berkeras bahwa militer Korut sengaja melepaskan torpedo sehingga Cheonan karam.
Setelah Cheonan tenggelam, pemerintah Korsel membekukan proyek ekonomi antar-Korea. Seoul mengatakan pembekuan itu akan dicabut apabila Pyongyang meminta maaf.
“Korsel harus memahami bahwa ‘permintan maaf’ dan ‘ungkapan penyesalan’ tidak bisa dilakukan,” sebut pernyataan resmi badan militer Korut sebagaimana dikutip kantor berita KCNA.
Lebih jauh, pernyataan tersebut menegaskan bahwa teori Korsel yang merujuk Korut sebagai pelaku penenggelaman Cheonan ialah cerita fiksi.
Korut dan Korsel beberapa kali terlibat dalam insiden militer. Pada November 2010, dua marinir Korea Selatan tewas ketika Korea Utara melancarkan serangan artileri ke Pulau Yeonpyeong, yang terletak dekat perbatasan kedua negara.
Yang terkini, Korea Utara dituding menembakkan dua rudal jarak pendek ke laut ketika latihan militer tahunan Korea Selatan dan Amerika Serikat sedang berlangsung.
Penyebaran film
Selain insiden militer, tensi tinggi juga meliputi kedua negara beberapa hari terakhir lantaran para pegiat Korsel berencana menyebarkan ribuan film the Interview ke wilayah Korut.
Korea Utara kemudian memperingatkan akan mengambil tindakan balasan.
Konsekuensinya, penyebaran 10.000 ribu DVD the Interview, bersama 50.000 selebaran anti-Korea Utara, tidak jadi terlaksana.**
Editor | : |
- Malaysia Cabut Kewajiban Penjatuhan Hukuman Mati
- Dua Orang Israel Tewas Ditikam Warga Palestina
- Malaysia Hapus Kewajiban Masker di Pesawat
- China Ancam Balas Dendam jika AS Jual Senjata Rp16 T ke Taiwan
- Takut China-Rusia, Jepang Ngebut Produksi Massal Rudal Balistik
- PM Jepang Copot Menteri yang Punya Hubungan dengan Gereja Unifikasi
- Junta Militer Myanmar Didukung Rusia, Apa Alasannya?
- Jokowi ke China Atas Undangan Xi Jinping
- Korut Hentikan Impor Produk Pencegahan Covid-19 dari China
- 47 Negara Desak PBB Segera Terbitkan Laporan Penyelidikan Xinjiang
- Jet Tempur China Jatuh
- India Berjuang Selesaikan Masalah dengan Dunia Muslim
- Ekstremis Hindu Mau Hapus Situs Muslim di India, Termasuk Taj Mahal
- AS akan Bertindak Tegas Terhadap Uji Coba Rudal Korut
- Palestina: Penggerudukan Al-Aqsa oleh Israel Tindakan Penistaan
0 Comments