Nasional / Kesehatan /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 10/06/2022 11:19 WIB

DKPPP Kota Bekasi Temukan PMK Hewan di 6 Lokasi Baru

peternakan sapi.ist
peternakan sapi.ist

BEKASI, DAKTA.COM - Idul Adha 1443 H tinggal satu bulan lagi. Akan tetapi Penyakit Mulut Kuku (PMK) Hewan kembali bertambah menjangkiti enam lokasi.

 

Sebelumnya hanya di dua lokasi, Bekasi timur dan Jati Asih dan sudah dinyatakan sehat. Kemudian saat ini ada di enam lokasi. Yakni, Bekasi timur, Jati asih dua lokasi, Mustika Jaya dan Bekasi Selatan dua lokasi.

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi, Herbert Suyanto Wilprit Panjaitan mengatakan, memang sebelumnya ada belasan ternak yang terjangkit tetapi sudah sehat selama dilakukan perawatan oleh tenaga kesehatan dari DKPPP.

 

Namun, diketahui tiga hari belakangan ini ada sekitar 7 lokasi kembali terjangkit PMK. Bekasi Timur, Bekasi Selatan dua Lokasi, Jati Asih dua Lokasi dan Mustika Jaya.

 

"Ya dari belasan hewan yang terjangkit PMK kita lakukan layanan kesehatan hewan yang terjangkit dan saat ini yang terjangkit itu sudah mulai membaik dan telah dinyatakan sehat. Dan data dari tiga hari kemarin kita dapatkan ada enam lokasi. Daerah Bekasi timur, Jati asih dua lokasi, Mustika Jaya dan Bekasi Selatan dua lokasi saat ini sedang dilakukan penanganan," kata Herbert kepada Dakta. Com Kamis (9/6).

 

Selain itu, hari raya idul Adha yang berlangsung setiap tahun. DKPPP berharap berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala apapun di masyarakat.

 

"Tapi kita juga perlu antisipasi menjalang Idul Adha ini. Sebab adanya wabah PMK Hewan yang di Kota Bekasi sudah terdeteksi," ucapnya.

 

Lanjut dia, Perlu antisipasi juga bagaimana pelaksanaan hari raya idul Adha bisa berjalan dengan lancar. Tetapi tetap aman dan masyarakat jangan panik terkait PMK dan jangan panik terkait konsumsi hewan kurban.

 

"Dipastikan bahwa PMK Hewan tidak menular pada manusia, aman untuk dikonsumsi selama dengan cara-cara yang memenuhi syarat. Kita harapkan seperti setiap tahun pedagang-pedagang hewan kurban musiman itu menjual hewan kurban dimana saja. Kita sudah lakukan koordinasi dengan sejumlah unsur. Baik kepolisian, Dishub, Satpol PP, Kecamatan dan Kelurahan yang ada di kota Bekasi," ujarnya.

 

Ia juga menyampaikan, sementara waktu ini pihaknya terus himbau melokalisir tempat-tempat penjual hewan kurban.

 

Kenapa harus dilokalisir, hal itu untuk memudahkan DKPPP untuk memantau apakah hewan kurban yang di jual ini betul-betul sehat tidak terjangkit wabah PMK.

 

"Kita juga akan melakukan layanan kesehatan bagi ternak yang akan di jual. Untuk Dokter Hewan dari DKPPP ada setiap hari harus turun kelapangan untuk memberikan edukasi dan memberikan pelayanan  kesehatan bagi hewan," terangnya.

 

ia juga mengaku, Dan hasil rapat kemarin dengan beberapa unsur Polres, Dishub dan Satpol PP. Untuk antisipasi wabah PMK untuk memperketat. Bukan melarang.

 

Memperketat jalur masuk hewan yang berasal dari luar Kota Bekasi. Dan melarang ternak yang berasal dari daerah yang sudah terkena PMK.

 

Serta, informasi seminggu yang lalu dari 27 Kota Kabupaten se-Jawa Barat. 20 daerah sudah terkena termasuk Kota Bekasi. Informasi terakhir hampir semua daerah di Jabar terkena PMK Hewan.

 

"Kami himbau kepada masyarakat yang membeli punya hak untuk menanyakan asal hewan dari daerah mana. Dan melaporkan kepada Pemerintah Kota Bekasi melalui DKPPP prihal kedatangan hewan yang dimaksud," imbuhnya.

 

Selain itu, Tujuannya DKPPP dan tim dapat langsung ke lokasi memeriksa administrasi maupun memeriksa kesehatan hewannya.  Kalau ada gejala sakit atau PMK akan melakukan tindakan kesehatan medis secara Gratis.

 

"Penjual hewan kurban dari Kota Bekasi pun diminta untuk melaporkan agar hewan yang keluar dari kota Bekasi dilakukan pengecekan kesehatannya. Supaya dapat diketahui kalau sehat kita akan memberikan keterangan sehat kalau tidak akan kita tahan untuk ditindak lanjuti kesehatan hewan tersebut," ungkapnya.

Reporter : Warso Sunaryo
- Dilihat 787 Kali
Berita Terkait

0 Comments