Identifikasi Sumber Penyebab Kebakaran Kilang Pertamina Selain Terkena Petir
JAKARTA, DAKTA.COM:Memang tidaklah bisa berspekulasi atas setiap insiden atau musibah yang dialami oleh sebuah perusahaan (korporasi) dengan penggunaan peralatan teknologi dan tingkat resiko yang tinggi (high technology and high risk), seperti kebakaran kilang milik Pertamina meskipun telah berpengalaman.
Setidaknya, sejak bulan Januari sampai Nopember 2021 telah terjadi 3 (tiga) kali, sekali terjadi di Balongan, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat dan 2 (dua) kali dialami di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah ditengah cuaca yang sama, yaitu hujan dengan adanya petir. Apabila kebakaran yang terjadi berulang kali dengan dugaan (termasuk hasil tim investigasi) sumber penyebabnya adalah petir, dan dengan mengabaikan pendapat soal adanya kesengajaan membakar kilang diwaktu hujan. Maka kilang terbakar yang tidak mungkin juga berkali-kali menuduh PETIR, dengan demikian dapat ditelisik melalui 2 (dua) faktor yaitu:
1. Faktor manusia atau SDM (human error) nya:
a. Ketiadaan pemeliharaan dan perawatan peralatan;
b. Abai terhadap pemeliharaan dan perawatan rutin;
c. Tidak adanya perhatian yang serius terhadap pengendalian resiko dan bencana kilang;
d. Ketiadaan inspeksi atau pengawasan secara berkala dari otoritas yang memungkinkan terjadinya evaluasi kondisi kilang Pertamina;
e. Kecerobohan dan kelalaian petugas yang berkewajiban melaksanakan perintah kerja dari pimpinan disebabkan oleh faktor ketidakpuasan atas manajemen.
2. Faktor Manajemen Dan Teknis
a. Ketiadaan Standar Operasi dan Prosedur (SOP) untuk mengantisipasi resiko dan ancaman kebakaran kilang.
b. SOP tersedia jelas dan lengkap, namun tidak dijalankan atau dilaksanakan sebagaimana mestinya
c. Ketiadaan Sistem Peringatan Dina (early warning system) yang memadai
d. Sistem Pengendalian dan Pengawasan obyek vital nasional (obvitnas) seperti kilang minyak dan gas bumi ini tidak diatur secara ketat, teratur dan rutin oleh pihak yang berwenang atau pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) serta tugas pokok dan fungsi pembinaan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Oleh karena itu, pasca kebakaran kilang milik BUMN Pertamina, pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait harus memperbaiki fungsi-fungsi SDM, Manajemen Dan teknologi di obyek-obyek vital nasional lainnya, apalagi ditengah musim hujan dengan potensi resiko Sambaran petir.
Oleh: Defiyan Cori
Ekonom Konstitusi
Reporter | : | Warso Sunaryo |
- Tidak Impor Pangan Tahun 2025, Mungkinkah?
- PT Naffar Perdana Wisata Ajak Semua Travel Umroh Untuk Kerjasama Raih Keberkahan Memuliakan Tamu Allah
- LippoLand Perkuat Posisi dengan Visi, Misi, dan Logo Baru Sambut Pertumbuhan Industri Properti
- Specta Color Zumba Bersama Liza Natalia di WaterBoom Lippo Cikarang
- BPR Syariah HIK Parahyangan Raih Penghargaan Infobank Sharia Award 2024
- RUPSLB PT Lippo Cikarang Tbk Setujui Rights Issue 3 Miliar Saham untuk Pengembangan Bisnis
- CIMB Niaga Suryacipta Dipimpin Banker Muda Inspiratif Krisfian A. Hutomo
- Kurniasih Dukung Upaya Kemenaker Agar Tidak Ada PHK di Sritex
- Anggota IKAPEKSI INDONESIA Desak Penyelesaian Konflik dan Langkah Hukum terhadap Pelanggar
- LPCK Berkomitmen Menciptakan Lingkungan Asri dan Harmonis
- LPCK Terus Berinovasi Sambut Pertumbuhan Pasar Properti
- IKAPEKSI Gelar Munaslub, Pranyoto Widodo Terpilih Sebagai Ketua DPP Periode 2024-2029
- POJK Merger BPR/S, Ini Kata Ketua Umum DPP Perbarindo Tedy Alamsyah
- Perbarindo DKI Jakarta dan Sekitarnya Gelar Rakerda. Bahas Merger BPR/S
- Peserta Tunggak Iuran, BPJS Kesehatan Cabang Bekasi Dorong Manfaatkan Program Rehab
0 Comments