Bekasi / Kota /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 23/07/2021 17:53 WIB

Hari Anak Nasional, Momentum Memperkuat Ketahanan Keluarga Warga Kota Bekasi

Ilustrasi anak Indonesia [Foto : Shutterstock]
Ilustrasi anak Indonesia [Foto : Shutterstock]

BEKASI, DAKTA.COM - Pemenuhan hak anak harus menjadi perhatian oleh semua kalangan. Baik dari orang tua, pendidik, lingkungan maupun pemerintah. Anak sejatinya memiliki kebebasan dalam belajar dan bermain.

Namun faktanya, kondisi pandemi membuat kegiatan anak menjadi terbatas. Anak tak lagi bisa bermain dengan teman-temannya, sehingga hal ini dikhawatirkan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.

"Pandemi ini memunculkan tantangan bagi orang tua dalam mendidik anak-anak. Ini berpengaruh kepada pola pengasuhan sampai ruang bermain anak menjadi terbatas," jelas Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi, Dra. Rita Hartati, MM, dalam dialog virtual bersama Dakta, Jumat (23/7) sore.

Kurangnya pengasuhan yang diterima anak, lanjut Rita, akan berdampak kepada kualitas mental anak. Untuk itu perlu kesadaran bersama dalam meningkatkan inovasi saat bermain dirumah.

"Hak anak itu ada lima. Diantaranya; perlindungan khususnya dan lingkungan ramah anak," tegas Rita.

 


Dialog Swara Wakil Rakyat DPRD Kota Bekasi bersama Dakta melalui daring (23/7/2021)


Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairoman J. Putro, B.Eng, M.Si, melihat ancaman perkembangan pengasuhan anak khususnya di tengah pandemi cukup memprihatinkan.

"Jangan sampai kita malah abai dengan perkembangan anak di Kota Bekasi. Adanya RW Siaga, Satgas COVID-19, misalnya, apakah ada di dalamnya memperhatikan pengawasan dan pendidikan anak-anak di tengah pandemi?" seloroh Chairoman.

Untuk itu, lanjut Chairoman, semua pihak harus memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan modal sosial melakukan pengawasan perkembangan anak-anak di rumah.

"Tadi disebutkan, jumlah anak yang terpapar ada 20 persen dari total sekitar 700 anak di Kota Bekasi. Ini jangan sampai membuat stigmatisasi di tengah masyarakat ketika ada orang tua yang terpapar justru anak menjadi korban. Dan ini akan membuat ruang gerak bermain anak makin terbatas," tegas Chairoman.

Dialog Swara Wakil Rakyat DPRD Kota Bekasi yang berlangsung secara virtual bersama Radio Dakta, pada Jum'at (23/7), menghadirkan narasumber Ketua DPRD Kota Bekasi, H. Chairoman J. Putro, B.Eng, M.Si; Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Hj. Evi Mafriningsianti, SE, MM; Kabid Pemenuhan Hak Anak DP3A Kota Bekasi, Dra. Rita Hartati, MM; dan Ketua KPAD Kota Bekasi, Aris Setiawan.

Reporter :
Editor : Dakta Administrator
- Dilihat 1434 Kali
Berita Terkait

0 Comments