Antisipasi Banjir Kiriman, BPBD Pasang Alat Pengukur Tinggi Muka Air
BEKASI, DAKTA.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi memiliki alat pengukur tinggi muka air di 5 lokasi untuk mengantisipasi ancaman banjir kiriman.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi Agus Harfa Senjaya saat berbincang dengan Radio DAKTA dalam talkshow kesiapsiagaan antisipasi banjir dan longsor, Jumat (16/10) mengatakan antisipasi bencana banjir yang sering terjadi di Kota Bekasi sudah melakukan persiapan, salah satunya memasang alat Automatic Water Level Recorder atau pengukur tinggi muka air di perbatasan.
"Kota Bekasi dialiri sungai dari Bogor yang sering mengakibatkan banjir kiriman, maka dari itu kita sudah memasang alat itu di 5 lokasi diantaranya aliran hilir Pondok Gede Permai, jembatan mendung Ciangsana Cikeas, Ponpes Darusalam Cilengsi tengah, jembatan Wika Bongas antara Sentul", katanya.
Diakuinya, jika wilayah Bogor terjadi hujan deras, maka BPBD akan mengantisipasi air kiriman itu dengan menyiagakan Satuan Tugas (Satgas) untuk menginformasikan kepada warga.
"Sejauh ini alat itu efektif untuk mengantisipasi banjir kiriman, bahkan saat bulan Ramadhan lalu, terjadi banjir kiriman, Satgas memberikan informasi air akan datang 4 jam kemudian sehingga warga sudah menaikan barang berharganya ke tempat yang aman", jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Kota Bekasi Dede Ade Suhendra mengatakan pihaknya sudah membentuk satgas di 12 Kecamatan yang rawan banjir, bahkan memberikan perahu karet, tenda serta peralatannya.
"Dalam Rakor dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Kementrian prediksi hujan akan berlangsung pada Januari, sehingga kita sudah siap akan hal itu", ucapnya.
Untuk bencana lainnya sejauh ini hanya banjir saja, sementara untuk longsor hanya terjadi disekitar bantaran kali mengingat derasnya air sehingga tanahnya tergurus dan berdampak pada rumah yang ada di dekat sungai.
"Antisipasi bencana di masa pandemi Covid-19 juga kita koordinasikan dengan Dinas Kesehatan, agar saat di pengungsian menerapkan protokol kesehatan, memakai masker dan menyediakan pencuci tangan", ucapnya.
Dede menjelaskan, saat ini sudah ada 34 relawan satgas yang dibentuk untuk mengahadapi dan membantu masyarakat jika terjadi banjir.
"BPBD memiliki call center yang bisa dihubungi jika terjadi bencana, selama 24 jam kita standby di nomer telepon dan whatsapp 081283957877", pungkasnya**
Reporter | : | Ardi Mahardika |
- KH. Syaifuddin Siroj Resmi Menjadi Ketua Umum Kota Bekasi 2024-2029
- Karang Taruna Kota Bekasi Siap Bersatu, Pasca Pilkada 2024
- MES dan Perguruan Tinggi Berkolaborasi Sosialisasikan Ekonomi Syariah
- PNM Bekasi Gelar Program Budidaya Maggot dan Pengolahan Sampah di Medan Satria
- DPD KNPI Kota Bekasi Bantah, Memasang Spanduk dengan Nada Tendensius Terhadap Lembaga Kejaksaan
- Pengamat Berharap Komunikasi Intens antara PJ Walikota dengan Walikota - Wakil Walikota Terpilih Demi Keberlangsungan Kota Bekasi Kedepan
- Tri Adhianto dan Haris Bobihoe Menangkan Pilkada Kota Bekasi 2024 Hasil Rekapitulasi 12 Kecamatan
- Memasuki Masa Tenang Pilkada, Bawaslu Bersama Forkopimda Kota Bekasi Tertibkan APK
- Ketua DDII Kota Bekasi Ustd Salimin Dhani,Ajak Warga Doakan dan Pilih Paslon no 3,Ridho.
- Mimpi Besar TOD Kota Bekasi, Dishub : Ini Tugas Bersama Seluruh Elemen
- Logistik Pilkada Sudah Sampai Gudang KPU Kota Bekasi
- Masyarakat Kota Bekasi, Padati Kampanye Rapat Umum Paslon Pilgub ASIH
- Ridho Semakin Diminati Masyarakat Jelang Pilkada
- #SemuaBisaUmroh Akan Berangkatkan 361 Jamaah ke Tanah Suci
- BAZNAS Kota Bekasi Salurkan Sembako Santri dan Beasiswa S2 Pesantren pada HSN 2024
0 Comments