Rabu, 27/11/2019 08:12 WIB
WMI & AQL lakukan Refleksi Satu Tahun Tsunami Selat Sunda
BANTEN, DAKTA.COM - Wahana Muda Indonesia (WMI) dan AQL peduli melakukan road show pasca satu tahun bencana tsunami selat Sunda. Aneka program dari WMI dan AQL selama fase emergency dan recovery di selat Sunda dalam satu tahun terakhir dikunjungi oleh donatur dari Majelis Nasional Turkistan Timur.
Perwakilan Majelis Nasional Turkistan Timur (MNTT) yang dipimpin oleh Seyit Tumturk ingin belajar dan berbagi tentang program penanggulangan bencana di Indonesia khususnya selat Sunda.
"Selama ini kami kerjasama dengan NGO atau yayasan di Indonesia yang concern dengan isu kemanusiaan dan dakwah. Hal ini sangat penting bagi kami bagaimana sebuah kerjasama sinergis bisa terjalin dengan baik untuk kemaslahatan umat," ujar Seyit di sela peresmian fasilitas training bersama di desa Cisiih kecamatan Cimanggu propinsi Banten, Selasa (26/11).
M. Zainul Direktur WMI Care menyambut baik inisiasi AQL Peduli dan MNTT terkait kesamaan visi kemanusiaan. WMI dan AQL pada masa tanggap darurat dan recovery telah menurunkan relawan untuk menjalankan program kemanusiaan.
Hasil assesment tim WMI Care pasca tsunami terdapat banyak program yang perlu disinergikan. Hasil koordinasi dengan seluruh stakeholder dan kajian di lapangan disimpulkan beberapa hal, pertama masalah kelangkaan air di beberapa desa di Kecamatan Sumur dan Cimanggu.
Kedua terkait kepastian kepemilikan Hunian Tetap para penyitas pasca Huntara yang bersifat sementara. Ketiga terkait recovery ekonomi para penyintas yang perlu pelatihan enterpreneurship.
Firman Direktur AQL Peduli menekankan bahwa penanganan penyintas gempa dan tsunami di selat Sunda harus secara holistik. Banyak variabel yang kita perhatikan selain program fisik dan bantuan material, aspek spiritual dan enterpreneur perlu diperhatikan secara serius baik pemerintah dan NGO karena hal ini masih perlu sinergi.
Pemerintah cukup responsif selama proses rekonstruksi dan pembangunan infrastruktur kawasan Pandeglang Banten cukup cepat. Kita bisa merasakan perbedaan signifikan infrastruktur jalan raya Kecamatan Cimanggu hingga Sumur dalam setahun pasca tsunami selat Sunda. **
Reporter | : | |
Editor | : |
- BP Haji: Sesuai Perintah Presiden, Sudah ada 7 Penyidik KPK yang dilantik menjadi Eselon 2 dan 1 orang lagi akan menjadi Eselon 1 di BPH
- Saudi Berencana Batasi Usia Jemaah Haji Lansia di Atas 90 Tahun pada 2025
- Kritik OCCRP, Pakar Hukum: Nominasikan Tokoh Korup Tanpa Bukti adalah Fitnah
- 5 Profil Finalis Tokoh Kejahatan Terorganisasi dan Korupsi 2024 Versi OCCRP, Jokowi Salah Satunya
- Akal Bulus BI, CSR Dialirkan ke Individu Lewat Yayasan, Ada Peran Heri Gunawan dan Satori?
- Promo Libur Akhir Tahun Alfamidi
- 85 PERSEN PROFESIONAL INGIN REFLEKSI DIRI YANG LEBIH INTERAKTIF
- ARM HA-IPB DISTRIBUSI 210 PAKET BANTUAN TAHAP 2 KE CILOPANG DAN PANGIMPUNAN, SUKABUMI
- Kenaikan Tarif PPN Menjadi 12 Persen Berpotensi Perparah Kesenjangan Ekonomi
- KPK Sita Dokumen & Bukti Elektronik Terkait CSR Bank Indonesia
- Kemana Ridwan Kamil Usai Kalah di Jakarta?
- RIDO Batal Gugat Hasil Pilkada Jakarta ke Mahkamah Konstitusi
- Tinggalkan Anies, Suara PKS Makin Jeblok
- PEMERINTAH MASIH MENGABAIKAN ANGKUTAN JALAN PERINTIS
- Miftah Maulana Mundur dari Utusan Khusus Presiden Prabowo
0 Comments