Selasa, 12/11/2019 13:21 WIB
Dana Hibah 10 Lembaga di Kabupaten Bekasi Naik Tiga Kali Lipat
CIKARANG, DAKTA.COM - Pemerintah Kabupaten Bekasi bersepakat dengan DPRD untuk menyusun Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).
Dalam penyusunannya, anggaran hibah pada rencana APBD 2020 Kabupaten Bekasi itu naik tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, 10 lembaga yang ada di Kabupaten Bekasi mendapat hibah total senilai Rp64.232.550.000, di tahun sebelumnya mendapat Rp27.005.000.000.
Hibah itu diberikan ke berbagai lembaga diantaranya, KONI senilai Rp40 miliar yang sebelumnya Rp15 miliar, Kwarcab Pramuka senilai Rp2 miliar sebelumnya Rp1 miliar, LPTQ senilai Rp1,85miliar sebelumnya Rp900 juta, NPCI senilai Rp10 miliar sebelumnya Rp5 miliar, Baznas senilai Rp850 juta sebelumnya Rp600 juta, Karang Taruna senilai Rp1 miliar sebelumnya Rp555 juta.
Sementara itu, ada juga lembaga yang menerima nilai hibahnya sama pada tahun sebelumnya, yakni BNK Rp900 juta, PMI Rp500 juta, KPAD Rp500 juta, dan MUI Rp1 miliar.
Tingginya dana hibah itu dikritisi Ergat Bustomy dari Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Masyarakat Peduli Indonesia (LSM KOMPI). Menurutnya, jika memang anggaran itu untuk keperluan lembaga maka harus dipergunakan semestinya dan secara transparan serta dipertanggungjawabkan.
"Jika dana hibah tidak dipergunakan dengan baik, dikhawatirkan penerimanya tersangkut persoalan hukum seperti yang terjadi di beberapa daerah," katanya di Cikarang, Selasa (12/11).
Salah satu penerima dana hibah, yakni National Paralympic Commite Indonesia (NPCI) disebutnya wajib mempertanggungjawabkan anggaran yang diberikan, karena selama ini kegiatan-kegiatan pembinaan atlet penyandang disabilitas belum terdengar, tetapi kenaikan anggaran hibahnya sangat signifikan mencapai 100 persen.
"Semestinya harus diinformasikan kegiatan apa saja yang dilakukan NPCI agar tidak menjadi pertanyaan," ujarnya.
Ergat menambahkan, anggaran hibah yang diberikan kepada lembaga itu merupakan uang rakyat sehingga harus dipertanggungjawabkan dan penggunaannya jelas untuk apa saja.
Jangan sampai anggaran itu tidak berdampak langsung dalam pembinaan lembaga, justru malah dipergunakan secara sia-sia. **
Reporter | : | Ardi Mahardika |
Editor | : |
- FajarPaper Sukseskan Panen Lele, Dukung Kemandirian Ekonomi Warga Binaan
- Di Akhir Tahun 2024, BBWM Serahkan Rumah Layak Huni untuk Mak Sarmah
- BBWM Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Rob di Utara Bekasi
- Media Gathering Pemkab Bekasi di Garut: Sinergi dan Kolaborasi untuk Pembangunan
- FajarPaper Perkuat Komitmen Keberlanjutan Lewat Program Ekonomi Sirkular di Kabupaten Bekasi
- Peringati Hari Pahlawan, LAZ Al-Kahfi Peduli Berikan Bantuan kepada Veteran dan Penghafal Al-Qur'an
- NikahXpress Akan Hadir di Pollux Mall Cikarang, Tawarkan Pernikahan Sah dan Instan
- Kolaborasi Pemkab Bekasi dan Lippo Cikarang (LPCK) Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Lingkungan
- PT Bina Bangun Wibawa Mukti Resmikan Fasilitas Generator Oksigen Medis di Babelan
- Lippo Cikarang Cosmopolis Resmikan Masjid Kedua, Wujudkan Komitmen Penyediaan Fasilitas Ibadah untuk Masyarakat
- Korean Cultural Association Cikarang Diresmikan di Distrik 1 Cikarang
- EdgeConnex Perluas Pusat Data di Lippo Cikarang Cosmopolis, Dukung Kebutuhan Cloud dan AI bagi Ekonomi Digital Indonesia
- FajarPaper Dukung Kebersihan Lingkungan Cikarang Barat dengan Bantuan Tempat Sampah dan Giat Bersih Kali
- Hariyanto Arbi Buka Gerai Kedua Flypower di Pollux Mall Cikarang
- Munaslub I IKAPEKSI Momentum Pembenahan Organisasi yang Lebih Solid
0 Comments