Opini /
Follow daktacom Like Like
Senin, 13/01/2020 13:50 WIB

Umat Islam Takut dengan Islam, Mengapa?

Ilustrasi Islamophobia
Ilustrasi Islamophobia

DAKTA.COM - Oleh: Tutik Haryanti, Aktivis Dakwah Islam dan Member AMK

 

Ketakutan penguasa dan sebagian umat Islam, terhadap ajaran Islam di negeri ini semakin terlihat jelas. Segala upaya dan tipu daya mereka lakukan, demi memberangus ajaran syariat Islam, yang dirasa sangat mengganggu kepentingan-kepentingan para penguasa.

 

Telah banyak cara untuk mendeskritkan umat islam untuk tercapainya tujuan mereka. Seperti mengkriminalisasi para ulama, pelarangan pengibaran bendera tauhid, penistaan agama, larangan pemakaian cadar dan celana cingkrang bagi pegawai ASN, pencabutan ormas Islam, hingga pada penghapusan ajaran  Khilafah dan Jihad dari kurikulum sekolah, yang sudah jelas ini merupakan ajaran Islam yang disampaikan oleh  Rasulullah saw.

 

Seluruh materi ujian di madrasah yang mengandung konten khilafah dan perang atau jihad telah diperintahkan untuk ditarik dan diganti. Hal ini sesuai ketentuan regulasi penilaian yang diatur pada SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 3751, Nomor 5162 dan Nomor 5161 Tahun 2018 tentang Juknis Penilaian Hasil Belajar pada MA, MTs, dan MI. (Dikutip dari Republika.co.id,Jakarta).

 

Namun belakangan, Kemenag melunak bahwasanya hanya akan merevisi saja materi tentang khilafah dan jihad, yang sesuai dengan negara Indonesia yakni "Islam wathoniyah". Dimana rakyat digiring untuk selalu mengedepankan sikap toleransi, dengan keberagaman masyarakat Indonesia.

 

Khilafah dan Jihad Menurut Pandangan Islam

 

Khilafah adalah kepemimpinan secara umum untuk menerapkan hukum-hukum Islam dan melanjutkan dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Khilafah ini  telah dicontohkan oleh Nabiyullah Muhammad saw, yang membawa peradaban Islam di tengah-tengah umat manusia. Dimana saat itu mampu menguasai dua per tiga dunia selama hampir 14 abad.

 

Dipimpin oleh seorang Khalifah yang menjadi perisai dan pelindung bagi rakyatnya. Dengan Khilafah pula negara menjamin kesejahteraan, keamanan dan  keselamatan seluruh rakyat tanpa terkecuali, baik itu muslim maupun non muslim . Maka tidak ada yang salah dengan ajaran Khilafah, karena begitu besar manfaatnya untuk kemaslahatan umat.

 

Jihad menurut syariat Islam adalah berjuang/usaha/ikhtiyar dengan sungguh-sungguh. Jihad dilaksanakan untuk menjalankan misi utama manusia, yaitu menegakkan agama Allah atau menjaga agar agama Islam tetap tegak, dengan cara-cara yang sesuai dengan garis perjuangan para Rasul dan Al-Quran.

 

Jadi jihad perlu diajarkan kepada generasi penerus bangsa, untuk tidak melupakan sejarah kemerdekaan. Yang diperoleh dengan mengorbankan harta, jiwa raga, dan tetesan darah para suhada yang berpegang pada "Jihad fii sabililah", dan Allah SWT menjanjikan surga sebagai jaminannya

 

Penyebab Ketakutan Umat Islam Terhadap Ajaran Islam

 

Sebenarnya ketakutan (Islamophobia) terhadap ajaran Islam yang muncul di publik saat ini dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu, faktor eskternal dan internal. Faktor eksternal, yakni adanya propaganda asing yang secara terus menerus menggaungkan narasi-narasi, yang pada intinya bertujuan untuk menyudutkan umat Islam. Dan untuk dapat tercapai kepentingannya, mereka perlu usaha keras. Yakni lewatan para koprador atau penguasa negeri yang mereka anggap dapat untuk diajak kompromi.

 

Narasi tersebut diawali dengan adanya isu terorisme, kemudian berlanjut dengan isu radikalisme, ekstrimisme dsb. Sesungguhnya dari isu-isu tersebut, mereka ingin menggambarkan bahwa Islam itu adalah  ajaran garis keras. Agama yang seolah selalu mengajak untuk berperang. Begitu pula  hukum yang diberlakukan sangat sadis, seperti potong tangan, rajam sampai pada dibunuh bila melakukan kesalahan.

 

Islam juga dapat mengancam misi visi mereka untuk mampu menguasai dunia, terutama negeri-negeri muslim yang sangat kaya akan sumber daya alamnya untuk dieksploitasi. Maka begitu menyeramkan dan kejamnya gambaran tentang Islam, yang dilakukan oleh orang-orang kafir. Sehingga membuat umat Islam merasa ngeri dan takut dengan agamanya sendiri.

 

Faktor internal, yakni faktor yang berasal dari dalam negeri itu sendiri. Sungguh sangat miris dan sangat disayangkan di negeri yang rakyatnya mayoritas muslim,  namun masih sangat kurang pemahaman tentang ajaran Islam, yang sesuai dengan tuntunan Al Quran dan As sunnah. Masyarakat Islam sangat sulit untuk diajak memperdalam dan mengkaji Islam secara kaffah.

 

Banyak diantara mereka yang lebih memilih sikap netral atau sistem prasmanan, dimana mereka akan mengambil aturan Allah SWT yang sekiranya suka dan enak bagi mereka, dan  yang tidak suka ataupun tidak sesuai bagi mereka, maka akan ditinggalkannya. Dengan pemikiran umat Islam yang sangat dangkal, maka orang-orang kafir sangat mudah menjadikan umat Islam berjiwa kapitalis, sekuler, dan liberalis sehingga mereka jauh dari tuntunan ajaran Islam.

 

Solusi dalam Pandangan Islam

 

Dari segala  permasalahan  di atas  tentu ada solusinya. Dari faktor eksternalnya. Umat Islam harus berani membongkar semua kebusukan-kebusukan atas misi yang sudah digaungkan oleh bangsa  asing terhadap umat muslim untuk menghancurkan Islam.

 

Bahwasannya narasi keburukan tentang Islam itu semuanya tidaklah benar, dan apa yang mereka usahakan untuk menghancurkan agama Allah SWT hanyalah sia-sia. Menjauhkan dan menghilangkan hegemoni asing yang membungkam para penguasa negeri. Selalu ada gerakan yang berani untuk melawan segala bentuk kedzaliman.

 

Untuk faktor internal, masyarakat harus bisa membuka diri untuk lebih serius lagi dalam mengkaji dan memperdalam tsaqofah Islam secara kaffah, yang sesuai dengan Al Quran dan As Sunah. Berusaha melek dengan segala kondisi yang melanda negeri-negeri muslim, yang saat ini sedang tertindas. Semua itu akibat ulah orang-orang kafir, yang sangat menginginkan hancurnya umat muslim di seluruh penjuru dunia.

 

Umat Islam harus menjadikan Al Quran sebagai aturan hidup, dan menerapkannya di setiap lini kehidupan  dalam naungan daulah khilafah. Dan meyakini bahwa hanya  Islamlah satu-satunya agama yang mampu memuliakan manusia dan menjadikan rahmat bagi seluruh alam semesta. Wallahu'alam bishawab.

 

Editor : Asiyah Afiifah
Sumber : Tutik Haryanti
- Dilihat 449 Kali
Berita Terkait

0 Comments