Opini /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 10/05/2019 14:28 WIB

Kebiasaan Unik KH. Mas Mansyur

KH Mas Mansur (Foto/Biografiteladan)
KH Mas Mansur (Foto/Biografiteladan)
DAKTA.COM - Oleh: M. Arsyad Arifi (Koordinator Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Republik Yaman)
 
KH. Mas Mansyur adalah seorang tokoh ulama yang sederhana, menjaga waktu, kritis, dan cerdas dalam memberikan gagasan-gagasan berkemajuan. Beliau juga seorang organisatoris tulen yang memiliki jiwa pelopor dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun beliau berjuang. 
 
Tercatat beliaulah pendiri Majelis Tarjih atau semavam lembaga fatwa Muhammadiyah, beliau juga nahkoda Hoofdbestuur Muhammadiyah yang ke lima. Tak hanya itu, di kancah nasional beliau juga menjadi tokoh empat serangkai, pemimpin PETA (Pusat Tenaga Rakyat) yang kelak merintis TKR yang kini menjadi TNI. Dalam politik beliau ikut merintis berdirinya MIAI atau Majelis Islam A’la Indonesia yang bertransformasi menjadi Masyumi.
 
Dalam hal pendidikan, KH. Mas Mansyur ikut merintis Sekolah Tinggi Islam yang pertama kali di Indonesia kala itu yang kini bernama Universitas Islam Indonesia. Teramat banyak prestasi yang beliau torehkan membuatnya menyandang gelar pahlawan yang disematkan melalui SK Presiden RI no. 590 tahun 1961 tertanggl 9 November 1961 oleh Ir. Soekarno.
 
 
Akan tetapi di balik semua itu terselip kebiasaan yang unik dari KH. Mas Mansyur. Menurut Soebagijo I.N, dalam bukunya K.H. Mas Mansyur Pembaharu Islam di Indonesia, setidaknya ada beberapa kebiasaan unik yang dimiliki oleh beliau yaitu :
 
Pertama, KH Mas Mansyur pandai berpotret, sehingga kalau sekiranya orang hanya bertemu dengan gambarnya saja, akan disangka masih seorang anak muda dan tampan. Hal ini terlihat dalam banyak fotonya "eksis" dan berbeda dengan foto-foto jaman dahulu yang terkesan tanpa ekspresi karena menahan "jepretan" yang lama pada kamera yang kuno.
 
Kedua, Salah satu kesukaannya, ialah dengan apapun busananya, beliau tetap mempertahankan sarung dan pecinya. Meskipun pakaiannya cara kyai dan terkesan "kolot", akan tetapi pikirannya cara modern.
 
Ketiga, Unik dalam mengungkapkan sayang kepada anaknya. Anaknya yang bernama Oen Arrafiq yang telah berusia hampir 20 tahun, kerapkali masih dibawanya berjalan berdua dengan bergandengan tangan.
 
Demikianlah kebiasaan-kebiasaan unik yang menjadi ciri khas dari para tokoh-tokoh pembaharu bangsa. Kini apa kebiasaan unikmu ?
 
Wallahua'lambishawab
 
Editor : Asiyah Afifah
Sumber : M. Arsyad Arifi
- Dilihat 787 Kali
Berita Terkait

0 Comments