Opini /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 11/04/2019 11:41 WIB

Kegeraman Prabowo, Kegeraman Rakyat Indonesia

Prabowo di hadapan masyarakat Sumatera Selatan dalam kampanye akbar
Prabowo di hadapan masyarakat Sumatera Selatan dalam kampanye akbar
DAKTA.COM - Oleh: Tjahja Gunawan (Penulis Wartawan Senior)
 
Saya yakin pidato Prabowo Subianto yang berapi-api sambil menggebrak meja podium di panggung Stadion Kridosono, Yogyakarta, Senin (8/4), akan digoreng oleh pihak lawan. Selanjutnya Prabowo akan diframing sebagai sosok pemarah. 
 
Ya memang dia orangnya pemarah. Prabowo marah kalau negaranya dijajah asing dan aseng, marah kalau aset negara dijual murah, dan marah kalau rakyatnya menderita. Dia akan semakin marah kalau penguasa dan elite politiknya suka membohongi, menekan, dan mengancam rakyat.  
 
Dalam video versi panjang kampanye di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Prabowo mengkritik keras sistem yang dijalankan pemerintah saat ini. Menurut dia, tata kelola negara saat ini sangat jauh dari apa yang di cita-citakan oleh para pendiri bangsa yakni membangun negara yang memberikan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. 
 
"Saya muak terhadap elit di Jakarta. Mereka selalu bohong, bohong kepada rakyat, BUMN - BUMN kebanggaan kita milik rakyat seperti Garuda Indonesia, Pertamina, PLN semua dirampok, saudara-saudara. Nanti mereka tanya mana buktinya?, bung buktinya ada segudang ada di BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), BPK mengumumkan ada ribuan temuan tapi tidak pernah ditindaklanjut," ungkap Prabowo dalam kampanye terbuka yang juga dihadiri tokoh reformasi Prof Dr Amien Rais. 
 
Lebih lanjut capres nomor urut dua ini menguraikan, bukan hanya kekayaan negara yang dirusak, tetapi sistem hukum, sosial, politik, dan keamanan juga dibuat lemah oleh pemangku jabatan saat ini demi mendapatkan keuntungan. Bahkan, yang lebih parahnya lagi rakyat Indonesia saat ini banyak yang diancam untuk tidak mendukung lawan politik pemerintahan pada Pemilu yang digelar 17 April 2019 mendatang. 
 
"Saudara saudara sekalian, kalian masih mau gak dibohongi terus? Kalian rela gak kekayaan kita di rampok terus? Saudara saudara sekalian pejabat pejabat kita dirusak, banyak yang rusak gubernur bupati harus melayani rakyat bukan ngancem ngancem rakyat. Bukan ngancem ngancem kepala desa," katanya dalam nada berapi-api. 
 
Karena itu ia berpesan kepada seluruh prajurit TNI-Polri yang masih aktif untuk dapat bekerja sesuai dengan sumpahnya dengan berpihak kepada rakyat dan bukan memihak kepada segelintir orang yang memiliki uang banyak. 
 
"Hai adik adik ku, kau yang ada di tentara, di polisi yang masih aktif. Ingat kau adalah tentara rakyat dan kau adalah polisinya rakyat, kau harus membela dan melindungi seluruh rakyat Indonesia, kau tidak boleh mengabdi kepada segelintir orang apalagi kau membela antek antek asing. Apalagi kau bela bela antek asing," ungkap Prabowo Subianto dalam nada menggelegar sambil menggebrak meja podium. 
 
Setelah mendengarkan pidato Prabowo, lautan massa di Stadion Kridosono, Yogyakarta, seolah terhipnotis. Mereka serentak menyambut pidato tersebut dengan suara bergemuruh. Seperti halnya pidato Ir Soekarno, Presiden RI pertama, pidato Prabowo Subianto menyemburkan semangat yang membara. 
 
Andai saja meja podium yang digebrak itu aseng dan antek-anteknya, mereka sudah gepeng dan penyet. Sementara respon massa yang bergemuruh mendengarkan pidato Prabowo, seolah menyatakan: "Kami Rakyat Indonesia Siap Setia Bersama Ibu Pertiwi ... Jenderal !". 
 
Alih-alih menyuruh Prabowo turun dari atas panggung, massa pendukung Prabowo justru menyanyikan lagu "Naik-Naik ke Puncak Gunung" yang kemudian syairnya diubah Menjadi "Naik-Naik Prabowo Jadi Presiden". 
 
Setelah adegan yang "menegangkan" tersebut, Amien Rais dan tokoh masyarakat Yogyakarta Ust Syukri Fadholi, sontak berdiri kemudian maju kedepan panggung sambil mengacungkan dua jari. Keduanya ikut larut dalam semangat yang digelorakan Prabowo. 
 
Tidak lama kemudian Prabowo memperagakan jurus silatnya kepada lautan massa dan suasanapun kembali relaks lagi. Pada kesempatan tersebut, Prabowo mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada rakyat Yogyakarta yang telah mau rela berjuang bersamanya untuk merubah bangsa dan negara Indonesia. 
 
"Terimakasih rakyat Yogyakarta, kita harus merebut keadilan, setiap insan harus merebut keadilan, 17 april jangan mau diakal-akali, jangan takut kalau di takut takuti. Kita harus berjuang bersama mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur," tandasnya.
 
Terus terang saya heran dengan capres yang satu ini. Ketika dirinya difitnah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM), menculik aktivis mahasiswa, dan sederet fitnah lainnya, Prabowo Subianto justru mengambil sikap diam. Tidak merespon Apalagi melawan. Tapi begitu kedaulatan negara terkoyak akibat ulah elite negeri ini yang lebih mengutamakan kepentingan sendiri dan golongannya, Prabowo Subianto menunjukkan  perlawanannya.
 
Dia geram melihat rakyat menderita sementara negara ini kaya dengan sumber daya alam yang melimpah. Tenang jenderal, Anda geram kami rakyat Indonesia juga geram dengan kondisi negara saat ini. Semoga rakyat Indonesia bisa memiliki pemimpin baru yang bisa mewujudkan negara yang adil dan sejahtera. Wallohu A'lam. **
Editor : Asiyah Afifah
Sumber : Tjahja Gunawan
- Dilihat 249 Kali
Berita Terkait

0 Comments