Nasional / Teknologi /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 20/07/2017 07:30 WIB

Pengamat: Ekosistem Digital Perlu Dukungan Banyak Pihak

ilustrasi e commerce
ilustrasi e commerce
JAKARTA_DAKTACOM: Ekosistem digital yang baik dapat terwujud dengan adanya peran dari berbagai elemen.
 
Chief Executive Kibar Yansen Kamto mengatakan mulai dari komunitas, institusi pendidikan, media, korporasi hingga pemerintah memiliki peran untuk mendorong ekosistem digital yang baik.
 
"Jadi, komunitas harus aktif dan kolaboratif, institusi pendidikan memberikan kurikulum yang lebih entrepreneurial, media memberikan ruang untuk publikasi pada entrepreneur yang gagal maupun jalan. Kemudian, korporasi mendukung pembinaan talenta, pemerintah memberikan fasilitas dan regulasi yang mendukung," jelasnya di Jakarta, Rabu (19/7).
 
Menurutnya hal pertama yang harus diingkatkan adalah komunikasi yang lebih aktif dan lebih berkolaborasi.
 
"Jadi bukan komunitas IT saja, tetapi teman dari kreatifnya juga harus bergabung, komunitas entrepreneur, bisnis," katanya.
 
Dia mengatakan bagian penting dalam ekosistem adalah pendidikan, pihaknya juga ingin mendorong lebih banyak kampus memiliki kurikulum entrepreneurship.
 
"Jadi mendorong startup lahir dari kampus, kami mau menngajak institusi pendidikan memberikan pilihan kepada mahasiswanya kalau lulus itu tidak harus kerja. Ada pilihan lain menjadi freelancer, memulai usaha, karena sekarang dengan teknologi digital sangat cepat dan gampang, sangat accessible," katanya.
 
Dia juga mengatakan peran media sangat penting dalam menyebarkan kesadaran dan virus wirausaha ini.
 
"Media punya peranan besar untuk menyebarkan dalam ekosistem ini," katanya.
 
Dia menambahkan korporasi juga harus lebih banyak lagi mengalokasikan investasi ke pembangunan kapasitas dan pengembangan talenta.
 
"Tapi harus ikut membina, karena mereka sudah punya akses, misal kesehatan, teknologi dengan aplikasi dapat menjembatani dokter ke pasien, app menghubungkan pasien di daerah yang sangat remote," ujarnya.
 
Adapun pemerintah menurutnya memiliki tugas sebagai fasilitator dan regulator, tidak hanya berkontribusi memikirkan pendanaan saja.
 
"Buat saya pemerintah tidak perlu memberikan dana, pemerintah yang paling penting memberikan dukungan fasilitas dan regulasi yang mendukung anak mudanya. Jadi terus mendorong, entah itu dengan cara berkolaborasi dengan ruang kreatif, mendatangkan mentor dari luar, jadi bukan dengan memberikan insentif uang buat saya. Karena yang dibutuhkan itu pembangunan kapasitasnya dulu," ujarnya.
 
Dia mencontohkan jika sebuah startup diberikan langsung dana Rp500 juta, bisa jadi startup tersebut belum tahu akan menggunakannya untuk apa. Akan berbeda jika diberikan dosen, mentor, atau guru serta founder yang dapat memberikan arahan.
 
"Itu jauh lebih berharga," katanya.
Editor : Azeza Ibrahim
Sumber : Bisnis.com
- Dilihat 705 Kali
Berita Terkait

0 Comments