Nasional / Sosial /
Follow daktacom Like Like
Senin, 17/07/2017 10:45 WIB

Diakui, Peran Nyata dan Strategis Alumni Timur Tengah Bagi Bangsa

Hidayat Nur Wahid foto dokumen MPR RI
Hidayat Nur Wahid foto dokumen MPR RI
JAKARTA_DAKTACOM: Para ulama-alumni Timur Tengah diakui selama ini memiliki peran nyata dan strategis bagi bangsa Indonesia, bahkan di kancah dunia.
 
Demikian pengakuan Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, di depan 300-an alumni Universitas Islam Madinah (UIM) pada seminar bertema peran dan fungsi strategis ulama dalam pembinaan umat, pekan kemarin.
 
Seminar itu rangkaian dari acara Silaturahim Nasional (Silatnas) Alumni UIM yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu-Ahad (15-16/07).
 
Hidayat mengatakan, para ulama, terkhusus yang pernah menuntut ilmu di Makkah dan Madinah, Arab Saudi, memiliki peran strategis yang nyata. Sebagaimana, katanya, juga dinyatakan oleh Azyumardi Azra dalam disertasinya.
 
“Baik yang bersifat lokal ke-Indonesiaan atau internasional,” ujarnya.
 
Pada Muktamar Jam’iyyatul Khair tahun 1903, Jam’iyyatul Khair yang berdiri pada tahun 1901 diakui memiliki peran yang sangat serius.
 
Begitu pula, lanjutnya, Syeikh Al-Minangkabawy, Mufti Madzhab As-Syafi’iyah di Makkah (guru dari pendiri Muhammadiyah dan NU) adalah salah satu ulama, terkhusus ulama Indonesia, yang memiliki peran yang mendapat pengakuan internasional.
 
Maka, dengan fakta-fakta nyata kiprah positif alumni Timur Tengah, kata Hidayat, “tidak perlu ada kekhawatiran bahwa alumni Timur Tengah akan (menjadi) tokoh intelektual yang merongrong NKRI dan Pancasila.”
 
Apatah lagi, secara empirik banyak alumnus Timur Tengah, yang notabene memiliki ilmu agama yang mendekati kapasitas ulama, menjadi pejabat publik di beberapa daerah, kata Hidayat, seperti di Sambas.
 
Bahkan, menjadi anggota DPR RI ataupun Wakil Ketua MPR RI. “Dan tidak ada di antara mereka yang terlibat atau terindikasi gerakan terorisme,” ungkap Hidayat yang juga alumnus UIM.
 
Kepada para ulama, dipesankan harus mampu memposisikan diri secara konstruktif di tengah-tengah arus perkembangan Indonesia.
Editor : Azeza Ibrahim
Sumber : Hidayatullah.com
- Dilihat 44 Kali
Berita Terkait

0 Comments