Bekasi / Kota /
Follow daktacom Like Like
Senin, 17/07/2017 06:30 WIB

Kesadaran Administrasi Kependudukan Warga Bekasi Rendah

Alat Perekam E KTP
Alat Perekam E KTP
BEKASI_DAKTACOM: Tingkat kesadaran warga Kota Bekasi tentang administasi kependudukan masih rendah.
 
Sejak bulan lalu, sudah ada 650 penduduk setempat yang baru tercatat sebagai warga Kota Bekasi. Padahal, mereka sudah beberapa tahun bermukim.
 
Motivasi mereka mencatatkan diri ke pemerintah setempat, untuk mempermudah anaknya masuk sekolah. Soalnya, salah satu syaratnya adalah Nomor Induk Kependudukan (NIK) harus terverifikasi oleh pemerintah setempat.
 
"Alasannya beragam, tapi mayoritas sebagai syarat masuk sekolah untuk anak-anaknya. Kalau tidak ada NIK, anaknya tidak bisa sekolah, makanya para orangtua memverifikasi ulang," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bekasi Erwin Effendi, Ahad (16/7).
 
Erwin mengatakan, selama ini para orangtua tidak memverifikasi NIK, dan dianggap petugas sudah berpindah domisili, atau pindah kerja. Namun, karena tidak melalui prosedur pemindahan, maka data itu dibiarkan atau tidak dihapus.
 
"Data mereka sebenarnya sudah ada, tapi tidak tercatat dalam NIK. Karena, perlu ada verfikasi ulang," jelasnya.
 
Menurut Erwin, penambahan penduduk ini bukan sebagai pendatang baru. Tapi, seluruh penduduk itu berasal dari warga yang belum terdata. Jadi, mereka selama ini tinggal di Kota Bekasi, tidak terdata. Dan setelah NIK diverifikasi, baru mereka masuk hitungan jumlah penduduk.
 
Jumlah penduduk Kota Bekasi saat ini sekitar 2,4 juta jiwa. Sedangkan jumlah penambahan penduduk dari dari daerah lain atau pendatang baru, kata Erwin, belum diketahui secara signfikan. Sampai saat ini pihaknya masih melakukan operasi yustisi ke sejumlah permukiman warga.
 
"Kami masih melakukan pendataan kepada pendatang baru. Jadi totalnya belum diketahui sampai sekarang," jelasnya.
Editor : Azeza Ibrahim
Sumber : Wartakota
- Dilihat 106 Kali
Berita Terkait

0 Comments