Nasional / Sosial /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 19/04/2017 11:00 WIB

Gus Sholah: Islam dan Indonesia Jika Dipisahkan Kita Mundur 30 Tahun

Gus SHolah
Gus SHolah
JOMBANG_DAKTACOM: Pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) mengingatkan bahwa spirit Islam dan Indonesia sudah terpadu dan tidak dapat dipisahkan. Jika perpaduan yang sudah dirintis sejak generasi para pendiri republik ini diubah, justru akan membawa Indonesia mundur 30 tahun ke belakang.
 
Hal itu diungkapkan salah satu cucu pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy'ari itu saat meresmikan berdirinya Pesantren Tebuireng Cabang Banten, Selasa, (18/4). Peresmian cabang ke-8 dari Pesantren Tebuireng yang ditandai peletakan batu pertama ini berlokasi di Kampung Pabuaran, Desa Sanding, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten.
 
Gus Sholah lalu menjelaskan proses perpaduan Islam dan keindonesiaan itu sejak masa perjuangan kemerdekaan yang melibatkan kalangan pesantren dan para kiai, hingga integrasi madrasah ke dalam sistem pendidikan nasional. Juga penerimaan Pancasila sebagai asas tunggal dalam Muktamar NU di Situbondo (1984). Termasuk integrasi beberapa aspek hukum Islam yang bersifat muamalah ke dalam sistem hukum nasional.
 
"Sekarang ini kelihatannya ada yang ingin mempertentangkan Islam dan Indonesia. Termasuk juga orang Islam yang tidak paham. Mereka bilang, kita ini orang Islam yang Indonesia, atau orang Indonesia yang Islam. Saya bilang, apa kita pernah disuruh memilih antara Islam dan Indonesia?" ujar Gus Sholah.
 
Mantan Wakil Ketua Komnas HAM ini memberikan analogi, orang yang ingin memisahkan Islam dan Indonesia itu seperti anak yang bapak dan ibunya mau bercerai. Lalu si anak disuruh memilih ikut bapak atau ibunya. "Lha ini kan tidak akan bercerai. Harus kita pertahankan. Kita ini orang Indonesia yang beragama Islam dan orang Islam yang Indonesia. Tidak perlu kita pertentangkan," tegasnya.
 
Indonesia dan Islam, menurut Gus Sholah, adalah dua sisi dari mata uang yang sama. "Kalau Indonesia meninggalkan Islam, kita akan kembali ke zaman 30 tahun lalu, ketika pemerintah memusuhi umat Islam.
Editor : Azeza Ibrahim
Sumber : nu.or.id
- Dilihat 284 Kali
Berita Terkait

0 Comments