Nasional / Sosial /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 19/04/2017 10:30 WIB

Suasana Serupa Idul Fitri Jelang Pilkada DKI Jakarta

Ilustrasi Masjid Jelang Shubuh
Ilustrasi Masjid Jelang Shubuh
JAKARTA_DAKTACOM: Menjelang pencoblosan Pilkada DKI Putaran Kedua, suasana Kota Jakarta terasa spesial. Beberapa wilayah, terasa seperti suasana menjelang Idul Fitri, di mana suara takbir dan doa menghiasi masjid dan mushalla.
 
Rabu (19/4) pagi, ratusan umat Islam shalat Subuh di Masjid Al-Makmur, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Hadir sebagai Imam shalat, Syaikh Abdul Aziz Al-Areqy, salah satu Imam dari kota Nabi, Madinah al-Munawwarah. Selain itu, hadir memberikan taushiyah, Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA), Ustadz Ferry Nur.
 
Sementara di Pekayon Pasar Rebo, gema takbir layaknya lebaran terdengar dari masjid dan mushalla-mushalla, memohon pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk kemenangan calon pemimpin Muslim pada Pilgub DKI ini.
 
“Luar biasa Pilkada kali ini. Sudah seperti suasana Perang Badar,“ tulis pesan pendek warga dalam grup WhatsApp.
 
Pantauan kantor berita Islam network Jurnalis Islam Bersatu (JITU), Islamic News Agency (INA), Rabu (19/4), di Masjid Jami’ Annawier, Jalan Pekojan Raya No 71 Rt 003, Tambora, Jakarta Barat, misalnya, para jamaah sudah berkumpul sejak jam 3 dini hari untuk melaksanakan shalat tahajjud, shalat hajat dan witir, dilanjutkan dengan pembacaan Surah Al-Maidah.
 
“Semoga Allah kabulkan semua hajat Muslimin untuk kemenangan Gubernur Muslim di Jakarta,” ujar seorang warga yang tak mau disebut namanya.
 
Masjid Jami’ Annawier adalah masjid tertua di Jakarta yang berdiri pada 1760.  Di wilayah ini banyak dihuni warga non-Muslim.
 
Di tempat ini, Sekretaris Komisi Dakwah MUI Pusat, Ustadz Fahmi Salim, MA memberikan taushiah kepada jamaah sekaligus mengingatkan warga Kampung Pekojan, pentingnya menjaga Jakarta dan menguatkan identitas keislaman di ibu kota negara ini.
 
“Mengingat Jakarta dibebaskan para ulama dan panglima Islam, Panglima Fatahilah dari penjajah Portugis tahun 1522 dengan nama Jayakarta yang artinya kemenangan yang nyata, diambil dari firman Allah Surat Al Fath: 48, Innaa fatahnaa laka fathan mubiinaa. Fathan Mubinaa artinya kemenangan yang nyata atau Jaya Karta,” ujarnya.
 
Dalam taushiyahnya, ia berharap Pilkada Putaran Kedua ini dimenangkan calon Gubernur Muslim.
 
Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah 2015-2020 ini juga bersyukur, sampai hari ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala masih menjaga Jakarta dari rencana-rencana busuk, dari rencana-rencana jahat musuh-musuh agama.
 
Sebab, menurutnya, Pilkada DKI kali ini bukan pertarungan antara Anies Baswedan dengan calon sebelah.
 
“Tetapi ini adalah pertaruangan antara pembela Al-Qur’an dan Penista al-Qur’an. Ini juga pertarungan antara idealisme dan kekuatan politik uang. Mereka mengguyur dengan sembako-sembako politik. Mereka sudah mengguyur dan membanjiri Jakarta ini dengan uang-uang. Mereka sudah tebarkan sapi-sapi sampai pulau seribu, meski belum waktunya Idul Adha,” kata Fahmi Salim.
 
Menurutnya, warga Jakarta tidak punya daya apapun kecuali hanya dengan meminta pertolongan Allah. “Maka kita akan lawan politik uang itu, kita akan lawan sogokan uang dari orang-orang kafir itu dengan bermunajat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagai munajat Nabi kepada Fir’aun laknatullah ‘alaihi. Doa Nabi Musa.”
 
Suasana Jakarta saat ini, menurutnya, mirip dengan era Fir’aun dan zaman Nabi Shalih, di mana Kaum Tsamud memiliki 9 Naga. Mereka menghasut untuk membunuh Nabi Shalih. Tetapi dijawab Allah, Wamakaru makran…
 
“Mereka punya uang oke, mereka punya media oke, mereka punya tentara oke, mereka juga punya jaringan oke. Tetapi sesungguhnya koalisi-koalisi Sang Penista itu sesungguhnya rapuh,“ kata Fahmi Salim mengutip Surat al Ankabut ayat 41:
 
مَثَلُ ٱل"َذِينَ ٱت"َخَذُوا" مِن دُونِ ٱلل"َهِ أَوۡلِيَا"ءَ كَمَثَلِ ٱلۡعَنڪَبُوتِ ٱت"َخَذَتۡ بَيۡتً۬ا‌- وَإِن"َ أَوۡهَنَ ٱلۡبُيُوتِ لَبَيۡتُ ٱلۡعَنڪَبُوتِ‌- لَوۡ ڪَانُوا" يَعۡلَمُونَ (٤١)
 
“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui,” (QS Al Ankabut: 41).
Editor : Azeza Ibrahim
Sumber : Salam-online
- Dilihat 263 Kali
Berita Terkait

0 Comments