Nasional / Pendidikan /
Follow daktacom Like Like
Senin, 27/04/2015 16:34 WIB

SMA Muhammadiyah Laporkan EO Penyelenggara Pesta Bikini

Nama SMA Muhammadiyah 11 Rawamangun Laporkan  EO Penyelenggara Pesta Bikini ke Polisi
Nama SMA Muhammadiyah 11 Rawamangun Laporkan EO Penyelenggara Pesta Bikini ke Polisi

JAKARTA_DAKTACOM: Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 11 Rawamangun, Slamet Sutopo melaporkan Event Organizer (EO) Devine Production ke Polda Metro Jaya, Senin (27/4/15). Laporan itu menindak lanjuti sikap sepihak Devine Porduction yang mencatut nama sekolah Muhammadiyah Rawamangun, Jakarta Timur, dalam acara pesta bikini.

“Laporan ini sebagai bentuk protes kami, dan kami berharap kasus ini bisa diusut dan dikenakan sanksi hukum,” ujar Slamet saat ditemui di depan kantor Sentra Pelayanan Kepolisian Polda Metro Jaya, Senin (27/4), demikian seperti dikutip Republika Online.

Slamet merasa tak terima dengan pencatutan nama sekolahnya secara sepihak. Ia menegaskan, tak mungkin sekolah dengan nama besar Muhammadiyah yang sarat dengan nilai Islam mendukung acara pesta bikini tersebut.

Dia mengatakan, sebelumnya ia memang sempat kaget atas laporan siswanya dan penelusuran melalui media sosial terkait undangan pesta setelah UN untuk sekolah ini. Slamet menuturkan, pihaknya tak tahu menahu dan tidak pernah memberikan izin apapun baik ke Divine Production maupun kepada siswanya untuk mengikuti acara tersebut.

“Kalau dibiarkan, ini merusak moral anak bangsa. Kami sengaja bergerak cepat agar masalah ini cepat selesai,” tambah Slamet.

Slamet tetap melaporkan kasus ini, meski diakuinya pihak EO sudah melayangkan surat permintaan maaf kepada sekolah-sekolah yang dicatut namanya. Surat permohonan maaf tersebut juga sudah diterima pihak sekolah Muhammadiyah Rawamangun pada Sabtu (25/4).

Sayangnya, surat tersebut tak mampu melegakan pihak sekolah maupun yayasan. Slamet mengatakan, surat tersebut tidak formal sebab hanya menyatakan permohonan maaf dengan bubuh stempel panitia.

Pelaporannya ke Polda Metro Jaya merupakan upaya tegas agar kejadian serupa tak terulang lagi. Ia berharap semua pihak, baik pihak sekolah yang terlibat, Dinas Pendidikan, maupun lembaga keagamaan bisa saling bersinergi untuk menghentikan acara-acara yang jauh dari nilai moral.

Editor :
Sumber : Republika Online
- Dilihat 2975 Kali
Berita Terkait

0 Comments