Nasional / Ekonomi /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 12/01/2017 14:30 WIB

Soal Isu Palu Arit di Rupiah, Sri Mulyani: Nanti Koordinasi dengan BI

Sri Mulyani
Sri Mulyani
JAKARTA_DAKTACOM: Rupiah desain baru menjadi perbincangan hangat bagi masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Saking hangatnya, sampai logo Bank Indonesia (BI) yang tertera pada lembaran uang rupiah dianggap simbol terlarang palu arit.
 
Kabar tersebut telah sampai ke telinga Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Sri Mulyani pun akan langsung berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI)
 
"Kami akan berkoordinasi dengan BI," ungkap Sri Mulyani di kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Kamis (12/1).
 
Rupiah sejatinya merupakan salah satu lambang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam hal ini, uang rupiah ditandatangani bersama oleh Gubernur BI dan Menteri Keuangan Republik Indonesia.
 
Sebelumnya Gubernur BI, Agus Martowardojo, menjelaskan gambar yang dipersepsikan oleh sebagian pihak sebagai simbol palu dan arit merupakan logo BI yang dipotong secara diagonal, sehingga membentuk ornamen yang tidak beraturan. 
 
Gambar tersebut merupakan gambar saling isi (rectoverso), yang merupakan bagian dari unsur pengaman uang rupiah. Unsur pengaman dalam uang rupiah bertujuan agar masyarakat mudah mengenali ciri-ciri keaslian uang, sekaligus menghindari pemalsuan. Pencetakan pun dilakukan dengan teknik khusus, sehingga terpecah menjadi dua bagian di sisi depan dan belakang lembar uang, dan hanya dapat dilihat utuh bila diterawang.
 
Rectoverso umum digunakan sebagai salah satu unsur pengaman berbagai mata uang dunia, mengingat rectoverso sulit dibuat dan memerlukan alat cetak khusus. Di Indonesia, rectoverso telah digunakan sebagai unsur pengaman rupiah sejak tahun 1990-an. Sementara logo BI telah digunakan sebagai rectoverso uang rupiah sejak tahun 2000.
Editor : Azeza Ibrahim
Sumber : Detik.com
- Dilihat 98 Kali
Berita Terkait

0 Comments