Wawancara /
Follow daktacom Like Like
Senin, 20/04/2015 14:51 WIB

Tantowi Yahya: Indonesia Harus Dukung Kemerdekaan Palestina

Tantowi Yahya 1
Tantowi Yahya 1
Konferensi Asia Afrika ke 60 sedang berlangsung di Indonesia. Salah satu yang menjadi topik hangat adalah dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.Namun masih banyak masalah yang dihadapi oleh negara-negara peserta konferensi Asia Afrika yang  menjadi agenda kegiatan, untuk mengulas lebih jauh apa saja yang akan dilaksanakan pada KAA, Dhany Wahab, dari Dakta Senin (20/04/15) mewawancarai Tantowi Yahya, anggota komisi I DPR, berikut wawancaranya.
 
Dhany Wahab: Konferensi Asia Afrika ke 60 sedang dilaksanakan di Indonesia. Bagaimana bapak melihat relevansinya dalam konteks peranan Indonesia di mata internasional?
 
Tantowi Yahya: Ada dua hal yang bisa dicapai setiap kali kita memperingati penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika setiap dasawarsa. Pertama menunjukkan kepada dunia dan juga khususnya kepada bangsa sendiri bahwa sebetulnya kita ini adalah bangsa besar.
 
Bayangkan pada tahun 1955 saat telekomunikasi belum secanggih seperti sekarang, kemampuan ekonomi belum seperti sekarang, kita bisa menyelenggarakan Konferensi Internasional yang diikuti oleh lebih dari 25 negara, yang dihadiri oleh kepala-kepala negara, kepala-kepala pemerintahan, untuk menunjukan bahwa kita dulupun sudah bisa menjadi negara yang dihormati oleh negara-negara lain. 
 
Hal kedua yang didapat dari perayaan ini adalah forum untuk mencapai konferensi baru dalam bidang politik, dan ekonomi, terutama kerjasama-kerjasama, di mana Indonesia adalah suatu negara yang bisa memimpin penyelenggaran Konferensi Asia Afrika ini. 
 
Dhany Wahab: Salah satu isu yang mengemuka dihari pertemuan para pejabat yang berlangsung kemarin, adalah isu mengenai kemerdekaan Palestina, seperti apa peranan Indonesia dengan isu kemerdekaan Palestina?
 
Tantowi Yahya: Kita harus berada di posisi depan, walaupun yang sesungguhnya terjadi di Palestina itu  bukan semata-mata antara negara islam dan agama lain, tapi komunitas negara-negara yang mayoritas islam, harus mendapat dukungan dari negara-negara islam juga, terlebih dari Indonesia, karena Indonesia sekarang adalah negara yang berpenduduk islam terbesar di dunia, ini sangat relevan dan kontekstual yang ada di agenda dalam peringatan KAA itu.
 
Dhany Wahab: Kita melihat bahwa pada pelaksanaan Konferensi Asia Afrika di tahun 1955 ada 2 kubu, yaitu kubu sosialis yang di motori Uni Soviet dan kubu kapitalis yang di motori Amerika Serikat. Sekarang kondisi dunia sudah berubah, kira-kira peran apa yang bisa dimainkan oleh negara-negara yang ada di kawasan Asia Afrika khususnya untuk menyikapi ancaman dunia sekarang ini?
 
Tantowi Yahya: Ya dulu dunia itu kan terjadi polaritaski antara kubu barat dan kubu timur, komunis, kapitalis, sekarang inikan sudah tidak adalagi, perang dunia juga bukannya tidak ada, bahkan semakin besar, misalnya mengenai penjajahan,  ada juga Human Trafficking dan lain-lain, jadi itulah misi yang harus diselesaikan bersama-sama, itulah tantangan kita sekarang.
 
Dhany Wahab: Seberapa jauh peranan Indonesia dengan hubungan antara negera-negara di kawasan Asia Afrika, apa lagi kalau melihat dari kasus yang baru, yaitu dieksekusinya warga negara Indonesia di Arab Saudi.
 
Tantowi Yahya: Seberapa besar peranan negara itu, tergantung negara sendiri, banyak negara besar, ketika ia tidak menyadari berbagai atribut yang ada di diri dia, tidak akan menjadi apa-apa, sebaliknya ada beberapa negara kecil tapi sudah bisa menjadi tempat strategis dan berfungsi, karena dia pintar memanfaatkan sedikit kelebihan-kelebihan yang dia punya.
 
Kita itu negara besar punya semuanya kalau kita tidak bisa memanfaatkan dengan baik, kita tak akan jadi apa-apa. Diharapkan bahwa dengan adanya peringatan Konferensi Asia Afrika ini bisa dijadikan momentum kita untuk bisa menjadi besar dan menjadi pemimpin.
 
Dhany Wahab: Mungkin ada saran dan masukan dari bapak Tantowi Yahya kepada pemerintah, terkait dengan momentum peringatan Konferensi Asia Afrika yang akan mewarnai paling tidak dalam pelaksanaannya, untuk beberapa hari ke depan di Jakarta maupun di Bandung?
 
Tantowi Yahya: Kita berharap bahwa pemerintah kita akan memanfaatkan ini dengan sebaik-baiknya, karena ini merupakan panggung dunia yang terselenggara di negara kita, jadi Indonesia jangan hanya jadi tuan rumah, tetapi menjadi pemimpin dalam hal itu, dan itu akan menular terus sampai dalam penyelenggaraan berikutnya.          
Editor :
Sumber : Ulil Albab
- Dilihat 1355 Kali
Berita Terkait

0 Comments