Opini /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 15/09/2016 12:00 WIB

Catatan Kecil untuk Bekasi Ihsan

kantor pemkot bekasi
kantor pemkot bekasi
Oleh: Bayu Samudra,  Pemuda Muhammadiyah Kota Bekasi 
 
 
Bekasi di tengah kepungan budaya dan kemajunan teknologi dituntut dapat melayani masyarakatnya, Kelompok masyarakat yang bergerak setiap saat menimbulkan berbagai persoalan. Pertambahan penduduk yang cukup tinggi angkanya antara 5 persen pertahun. 
 
Dalam pemilihan kepala daerah pasangan Pepen dan Ahmad Syaikhu jelas mencantumkan visi misi ; Maju, Sejahtera dan Ihsan.
 
Namun keberanian penggunaan kata Ihsan belum dapat direaliasikan oleh Rahmat Effendi dan KH Ahmad Syaikhu. Banyak pembangunan dilakukan seperti bangunan gedung Walikota dan jajaranya yang menghabiskan dana APBD ratusan miliar rupiah.
 
Bahkan Stadion Patriot Chandrabaga dibangun dengan dana yang sangat fenomenal dikisaran 500 miliar Rupiah.
 
Namun kata Ihsan selalu dikesampingkan. Tengok saja bangunan megah Pemkot Bekasi, tempat ibadahnya masih sama dengan puluhan tahun lalu. Lebih lebih di stadion super megah milik masyarakat Bekasi, tidak ada ruang khusus Masjid ataupun Musholla di area Stadion.
 
Padahal dalam pertandingan yang berlangsung sering bersamaan dengan waktu ibadah (Sholat). 
 
Kota Bekasi dengan sejarah perjuangan KH Noer Ali bahkan pernah meminta agar menjadikan Masjid atau Musholla sebagai tempat utama pergerakan.
 
Dengan adanya pemimpin baru kolaborasi partai Golkar Dan PKS bahkan didukung PKB dan Hanura, seharusnya mampu dan mau menjabarkan kata Ihsan secara nyata. Namun adanya pembangunan sarana publik sering mengabaikan sarana ibadah tidak sesuai dengan slogan Ihsan.
 
Seharusnya Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu mampu memberikan masukan tentang arti dan makna Ihsan kepada Walikota sebagai pemegang pemerintahan tertinggi di Kota Bekasi.
 
Dengan latar belakang sebagai guru dan tokoh ulama, seharusnya dapat membentengi kata ihsan, bukan hanya menjadi slogan semata.
 
Pembangunan yang dihasilkan memang cukup banyak, akan tetapi jangan lupa 10-20 tahun akan mengalami kerusakan. Pembangunan akidah bagi masyarakat dan aparatur akan terus turun hingga ratusan generasi.
 
Arah pembangunan Kota Bekasi harus juga sesuai dengan cita cita pejuang dan tokoh fenomenal yang juga pahlawan Nasional KH Noer Ali, Bekasi di kenal dengan kota santri, namun kebijakan yang sekarang di jalankan sering lupa pada nilai keIhsanan yang notabenya diambil dari Islam.
 
Stadion Bekasi serta lingkungan kantor Walikota juga masih menjadi sarang WTS bahkan para waria, dengan adanya Satuan Polisi Pamong Praja diharapkan dapat menjalankan pengawasan yang nyata dan dapat menghilangkan prostitusi di pusat Kota Ihsan.
 
Beberapa waktu lalu juga masih ditemukan adanya aparat atau PNS Kota Bekasi yang Ihsan ini tertangkap sedang mengkonsumsi barang haram, berkat kesigapan aparat saat ini mereka sudah diamankan di Lapas Bulak Kapal Kota Bekasi.
 
Memang adanya Perda Miras juga diakui dapat mengurangi peredaran Miras di toko modern meskipun dilegalkan di hotel bintang dengan dalih melayani tamu dari luar atau manca negara. Kami pemuda Bekasi meminta bimbingan dan arahan yang nyata tentang masa depan Bekasi yang masih mencantumkan visi Ihsan.
Editor : Azeza Ibrahim
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 1598 Kali
Berita Terkait

0 Comments