Nasional / Kesehatan /
Follow daktacom Like Like
Sabtu, 23/07/2016 15:47 WIB

APKLI Kecam IDI Dampingi Dokter Tersangka Vaksin Palsu

dr Ali Mahsun Ketua Umum APKLI
dr Ali Mahsun Ketua Umum APKLI
JAKARTA_DAKTACOM: dr. Ali Mahsun, M. Biomed Mantan Ketua dan Dewan Pakar PB IDI di Jakarta sesaat seusai mendengarkan Sikap IDI yang disampaikan dr. Mahesa Paranadipa, MH Ketua PB IDI, menyatakan kegeramannya.
 
"Sungguh naif dan konyol tindakan IDI memberikan pendampingan kepada dokter tersangka kasus vaksin palsu. Ini pelecehan dan dosa terbesar IDI yang menciderai seluruh takyat dan bangsa Indonesia," ujarnya pada Jum'at (23/7).
 
Menurutnya, kasus vaksin palsu yang berlangsung selama 13 tahun merupakan kejahatan kemanusiaan terbesar di Indonesia terkait dengan keberlangsungan generasi penerus bangsa yang menentukan perjalanan Indonesia ke depan. 
 
Selaku ketua umum APKLI, dirinya juga menambahkan bahwa kasus ini juga tak ada kaitan secara langsung antara tersangka dan profesinya sebagai dokter, melainkan murni sebuah kejahatan kemanusiaan yang sangat kejam. 
 
"Aneh, unik dan menggemaskan sikap dan tindakan IDI tersebut," geram dr. Ali Mahsun.
 
Ia pun mengatakan, IDI harusnya segera lakukan pemecatan keanggotaan dokter yang ditetapkan Bareskrim Mabes Polri sebagai tersangka kasus vaksin palsu.
 
"Seharusnya segera pecat 3 dokter anggota IDI tersangka vaksin palsu, bukan sebaliknya, mendampingi mereka. Ingat, jangan pernah bermain api nanti terbakar, jangan pernah perkeruh aquarium yang sudah banyak lumpurnya nanti sesak nafas didalamnya," tegas Ali.
 
Oleh karena itu, sebagai seorang dokter dan anggota masyarakat, dirinya mengecam keras sikap dan tindakan IDI tersebut dan mendesak segera pecat 3 dokter tersangka kasus vaksin palsu anggota IDI demi harkat dan martabat profesi dokter dan masa depan generasi penerus bangsa.
 
"Saya minta kepada IDI untuk jujur dan membuka semuanya kepada seluruh rakyat dan bangsa Indonesia terhadap berbagai isu dan kasus yang merundung profesi dokter akhir-akhir ini. Mulai isu dan kasus suap kepada dokter dari perusahaan farmasi tertentu hingga vaksin palsu yang sedang menstunamikan generasi penerus bangsa Indonesia.
Editor : Azeza Ibrahim
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 1750 Kali
Berita Terkait

0 Comments