Wawancara /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 08/04/2015 11:46 WIB

M. Nasir : Saya Yakin DPR Setuju Badrodin Haiti Jadi Kapolri

Kompolnas M Nasir
Kompolnas M Nasir
Pencalonan Badrodin Haiti sebagai Kapolri, tetap menyedot perhatian publik. Apalagi dalam pencalon itu muncul pro kontra terutama setelah batalnya pelantikan Budi Gunawan sebagai Kapolri, yang sudah lolos uji kelayakan oleh komisi III DPR. Bahkan pembatalan pelantikan itu dinilai sebagai pelecehan terhadap DPR.
 
Pencalonan Badrodin Haiti semakin memanas, manakala merebak informasi bahwa Budi Gunawan akan menjadi Wakapolri. Untuk mendalami seputar pencalonan Badrodin Haiti, Dhany Wahab dari Radio Dakta mewawancarai Muhammad Nasir, anggota Kompolnas. Berikut wawancara tersebut.
 
Dhany Wahab: Apakah Kompolnas melihat pencalonan Komjen  Badrodin Haiti akan bisa disetujui oleh DPR ?
 
M. Nasir: Ya, kelihatannya seperti itu pak, bahkan sudah dibicarakan di tingkat Badan Musyawarah (Bamus) kemudian sudah diserahkan ke komisi 3 dan komisi 3 sedang mencari waktu. Pokoknya, sebelum tanggal  20 April mereka sudah benar-benar menyelesaikan kerjaan untuk melakukan Fit and Proper Test dengan calon Kapolri.
 
Dhany Wahab: Bagaimana tanggapan Kompolnas, terkait wacana penunjukan Komjen Budi Gunawan sebagai Wakapolri yang malah kembali memicu kontroversi di masyarakat.
 
M. Nasir: Kemarin itu memang media menyebut bahwa di DPR ada wacana seperti itu, tetapi kemudian ya namanya usulan wacana bisa saja, tetapi mekanismenya itu ada di kepolisian karena Polri, artinya setelah Kapolri terpilih barulah Kapolri akan mengisi tempat-tempat kosong, tempat kosong yang pertama tentu Wakapolri dan cara mengisinya itu ada sidang-sidang, rapat-rapat dewan kepangkatan tinggi itu, nantinya sidang wanjakti itu yang menentukan.
 
Ya memang sih kalau Kapolrinya sudah setuju, ya tentu saja Kapolri bisa menyampaikan langsung pada sidang wanjakti, nah persoalannya adalah kalau itu kita atur dari luar seperti sekarang, nantinya kita terlalu jauh mengatur kepolisian, cuma kita perlu berikan sinyal ke kepolisian dan ke polri agar memilih pimpinan yang mau dan yang mampu melakukan perubahan perbaikan terhadap kepolisian. Sehingga kepolisian lebih profesional, lebih independen seperti itu.
 
Dhany Wahab: Pak Nasir, kan ada  kemauan yang begitu kuat dari PDIP khususnya, maupun fraksi-fraksi lain yang menghendaki agar Komjen Budi Gunawan tetap mendapat posisi pimpinan di Wakapolri salah satunya jadi pemimpin di Wakapolri. Mungkin bapak bisa melihat apa yang bisa dilakukan, hingga kemudian ada duet antara Komjen Badrodin Haiti dan Komjen Budi Gunawan, yang notabennya sebelumnya pernah di calonkan sebagai Kapolri. Apakah ini akan menjadi suatu kebaikan bagi institusi kepolisian kedepannya ?
 
M. Nasir: Luar biasa ini pertanyaan pak Dhany, jadi begini pak saya pikir pertanyaan anda strategis, apakah duet kedua orang ini bisa memberi sebuah kebaikan untuk institusi, bisa memberikan kebaikan dalam sinergi untuk peningkatan keprofesionalismean Kapolri. 
 
Saya pikir kalau bintang 3 itu, sebetulnya mereka sudah melewati jenjang panjang. Jenjang panjang yang sebetulnya secara otomatis sudah menyaring posisi, sudah menyaring kemampuan, menyaring hal-hal yang bersifat teknis operasional, tetapi yang memang perlu di perhatikan adalah integritas, sehingga mereka bisa bekerja optimal. 
 
Dan masuk kepertanyaan bapak, mengenai bagaimana duet ini, saya pikir ini pak Badrodin Haiti inikan 82, pak BG 83, saya kira bagus-bagus aja pak, kalau kita lihat secara umum ya bagus-bagus saja. Bahwa ada kekhawatiran-kekhawatiran lain seperti misalnya, ah pak BG itukan kemarin calon Kapolri tentu ia tak enak hati, atau dia marah, dendam  dan sebagainya. Ya itu bisa saja sebagai manusia biasa sebagai manusia biasa. Tapi saya kira, kalau sudah ada dalam level tertinggi itu, saya kira kepentingan negara, kepentingan  bagaimana mengayomi masyarakat, melindungi masyarakat, kepentingan penegak hukum harusnya pikiran-pikiran seperti itu tidak ada lagi.
 
Dhany Wahab: Dalam pandangan kompolnas sejauh ini, persoalan dan tantangan seperti apa sebenarnya yang dihadapi kepolisian di masa yang akan datang?
 
M. Nasir: Di masa yang akan datang ini, tantang yang akan datang ke kepolisian adalah menyatunya polisi dan masyarakat itu sangat penting, sehingga akan lahir polisi-polisi yang dicintai masyarakat,  minimal polisi yang dihargai dan yang tidak dibenci masyarakat. Itu yang merupakan tantangan terbesar. 
 
Menurut saya itulah program pertama yang harusnya dikumandangkan, jangan ada lagi polisi yang melakukan kekerasan, jangan lagi ada polisi yang bekerja tidak sesuai SOP atau kerja menyimpang, itu saja dulu pak, kalau itu bisa diatasi dan bisa dilakukan dengan baik, Insyaallah institusi kepolisian akan tetap baik lagi di mata masyarakat.
 
Dhany Wahab: Dalam Kasus pemilihan Kapolri ini banyak orang melihat bahwa, menimbulkan saksi atau friksi-friksi diinternal ke kepolisian, termasuk ketika pak BG akhirnya tidak menjadi Kapolri, ini kan menuntut harus ada kompensasi karena statusnya sebagai tersangka, sudah dicabut oleh pengadilan, gimana pak melihatnya soliditas Kapolri dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan ini?
 
M. Nair: Ya, jujur saya mengatakan bahwa solidasi itu pada awal ditingkat tertentu memang agak kurang bagus, karena berita-berita meloncat sana-sini, kemudian pernyataan-pernyataan beberapa orang yang sebetulnya tidak mengerti masalah, ya itu juga membuat ada soliditas keganggu, saya kira ya, walaupun tidak dalam jumlah besar, tapi ada.
 
Tapi sekarang ini 3 bulan, terutama setelah bulan maret ini saya kira sudah bagus, dan karena mereka dididik disebuah lingkungan yang menurut saya masih punya penghargaan lain terkait senior itu di kepolisian sebagai lembaga itu kelihatan bersifat sekali, sehingga  menurut pengamatan kami dan saya yang cukup aktif mengamati hal ini saat ini, ya sudah mengalami perbaikan yang cukup bermanfaat.
 
Dhany Wahab: Agar persoalan Kapolri ini tidak terus berlarut-larut, apa rekomendasi atau saran yang diberikan Kompolnas, baik kepada DPR maupun presiden ini?
 
M Nasir: Yang pertama segera dilantik, Kapolri kalau sudah dilantik, sudah punya kewenangan yang luas, ya Kompolnas juga, masyarakat juga dan saya kira semua pihak akan melihat, tentu Kapolri yang baru bersikukuh, bersikeras memantapkan visi misinya dalam rangka mencapai terbaik yang terbaik, dan Itu kita tunggu.
 
Dhany Wahab: Jadi, segera dilakukan pelantikan seperti itu ya.
 
M.Nasir: Ya saya rasa itu saja, nanti kita bicarakan lagi yang lain.
 
Dhany Wahab: Terakhir, bagaimana cacatan bapak melihat sosok Badrodin Haiti sebagai calon kapolri?
 
M. Nasir: Saya melihat Badrodin Haiti terus terang saja adalah Perwira Polri yang tenang, karena memiliki kemampuan analisa berpikir komprehensif, dan cerdas karena itu penting, bahwa sebagai melihat ada kelemahan ya saya memakluminya.
 
Dhany Wahab: Apa kira-kira kelemahan Komjen Badrodin Haiti ini pak, sejauh catatan dari Kompolnas?
 
M. Nasir: Wah pertanyaan bapak ini terang-terangan sekali. Ya kalau ada kelemahan kita sampaikan langsung, itu kita sampaikan secara langsung, karena itu kelemahan-kelemahan pasti kelemahan teknis, operasional, tidak bukan merupakan kelemahan strukturan yang kasat mata, sehingga tidak etis juga kalau saya sampaikan.
 
Tapi saya yakin, sebagai manusia pasti ada kelamahan dan itu merupakan salah wujud keimanan kita kepada Allah.     
 
Editor :
Sumber : Ulil Albab
- Dilihat 1205 Kali
Berita Terkait

0 Comments