Nasional / Ekonomi /
Follow daktacom Like Like
Selasa, 02/01/2024 08:00 WIB

15 Tahun Berkiprah di Bidang Jasa Konstruksi, ASLI IPO di Awal 2024

Direktur PT Asri Karya Lestari Sudjatmiko
Direktur PT Asri Karya Lestari Sudjatmiko
JAKARTA, DAKTACOM - PT Asri Karya Lestari (ASLI), perusahaan kontraktor yang sudah berpengalaman dengan 15 tahun menangani proyek strategis nasional (PSN), bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melakukan Initial Public Offering (IPO) diawal tahun 2024. 
 
ASLI akan melepas sebanyak 12,5 miliar saham dengan target dana IPO berkisar antara Rp125 miliar hingga Rp162,5 miliar.
 
Direktur Utama ASLI Sudjatmiko, Senin (1/1/24) mengatakan IPO dianggap sebagai strategi untuk mendukung permodalan dan memperkuat posisi ASLI dalam mendukung proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. 
 
"Perusahaan kami berdiri sejak 2008 kemudian berkembang mengerjakan proyek pengerjaan pondasi, erection dan fasilitas umum. Kemudian di tahun 2017 diberikan kesempatan untuk mengerjakan proyek-proyek APBN, hampir total omsetnya 60 persen dari yang kami kerjakan yang kami bangun dari proyek pemerintah, seperti proyek di IKN, proyek jalan tol di Jawa dan Sumatera," ujarnya. 
 
Sudjatmiko mengatakan selama 15 tahun berkiprah, perusahaan memiliki pertumbuhan atau revenue 30 sampai 50 persen, bahkan di tahun 2020 saja pada saat Covid-19, karena mengerjakan proyek strategis Nasional revenue atau omset perusahaan tidak turun. 
 
"Berdasarkan itu kami punya keberanian untuk benar-benar lanjut menjadi perusahaan yang Go Public, supaya mendapatkan peningkatan modal dan bisa membesarkan status dengan menjadi perusahaan yang terbuka," ujarnya. 
 
Untuk proyek yang sedang dikerjakan, ia menyebut diantaranya pembangunan flyover Deltamas Cikarang, overpass KM 71 Tol Cipularang yang dimiliki Salim Group dan Proyek Pemda Sulawesi Selatan, pembangunan Tol di Jawa dan Sumatera. 
 
"Beberapa proyek yang kami bidik di tahun 2024, masih mengutamakan untuk mengerjakan proyek strategis nasional karena dalam kondisi apapun kegiatannya dan keuangannya tidak dihentikan. Kemudian juga dapat mengerjakan proyek dari APBN dan APBD serta swasta nasional,"
 
Sudjatmiko optimistis dengan potensi pertumbuhan bisnisnya, terutama dengan penyelesaian sejumlah proyek PSN dan pengembangan usaha di bidang alat berat dan beton pada tahun 2024.
 
"Sudah punya kebijakan strategis untuk pengembangan usaha anak perusahaan dibidang alat berat dan beton. Di tahun ini kami juga sudah mengambil beberapa pekerjaan di APBN dan APBD diantaranya proyek flyover Nurtantio dan jalan tembus Gedebage, mudah-mudahan bisa kami ambil tahun ini," tutupnya.
Reporter : Ardi Mahardika
- Dilihat 721 Kali
Berita Terkait

0 Comments