Bekasi / Kabupaten /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 15/09/2022 15:00 WIB

UNINET Siap Berperan Menjadi Mitra Strategis Dalam Ketahanan Digital di Era Disruption

Jababeka Tech Forum 2022
Jababeka Tech Forum 2022

CIKARANG, DAKTACOM - Jababeka Tech Forum 2022 adalah Forum Diskusi yang akan diselenggarakan oleh Jababeka, ICTeL, President University dan UNINET. Forum ini adalah salah satu bagian dari acara Jababeka Economic Forum”, Dalam series Diskusi kali ini di fokuskan untuk memberikan  fasilitas ruang diskusi terkait perkembangan Technologi di era disruption yang mempunyai pengaruh dalam peningkatan Bisnis/usaha. Forum Diskusi melalui Jababeka Tech Forum ini akan diselenggarakan dengan beberapa seri Forum Diskusi dan 1 Forum Besar berskala Internasional yaitu  “Jababeka Tech & Summit”. Dalam penyelenggaraan forum diskusi Jababeka Tech Forum ini menganggkat Tema “Strategi Memperkuat Ketahanan Digital di Era Disruption Pasca Pandemi”. Diskusi ini merupakan bagian aspek penting dalam perkembangan Transformasi Digital di era disruption dari Revolusi Industri 4.0 menuju society 5.0 dalam satu dekade.  Perkembangan teknologi digital juga meningkatkan attack vector yang berpengaruh terhadap postur keamanan baik yang bersifat individual maupun organisasi.

Banyak  Pengamanan teknologi informasi membutuhkan pengamanan yang berlapis, dimana salah satu lapisan pengamanan yang sangat penting adalah adanya kemampuan deteksi ancaman, dimana hal ini memerlukan keahlian khusus dan termonitor secara terus-menerus. Secara garis besar, diskusi ini akan memberikan gambaran terkait layanan komprehensif meliputi: pertama, Sumber Daya Manusia. Layananannya  deteksi ancaman yang mumpuni melalui security analyst level 1-3 dan pelatihan atas segala aspek terkait dengan pengelolaan deteksi ancaman siber. Kedua, proses. Hal ini terkait dalam menyusun proses dan mengimplementasi tata kelola kemampuan deteksi yang menyeluruh dan relevan dengan tingkat dan jenis ancaman dari organisasi. Ketiga, teknologi.  Peralatan dan sistem kemampuan deteksi secara end to end, baik dari sisi endpoint (server atau desktop), keamanan jaringan, sistem analitik (SIEM-Security Information & Event Management), maupun threat intelligent. Seiring dengan perkembangan zaman saat ini, penerapan teknologi digital dalam semua aspek kehidupan yang ada pada masyarakat perlu dilakukan. Berangkat dari transisi digital dari revolusi digital 4.0 menuju society 5.0, menempatkan manusia sebagai komponen utama di dalamnya sehingga manusia harus berkolaborasi dan memiliki pengetahuan yang lebih luas lagi untuk dapat bekerja menggunakan sistem digital dalam segala aspek. Transformasi digital yang mencakup dalam banyak lini perlu diperkenalkan kepada masyarakat agar masyarakat tanggap akan perkembangan digital yang sudah semakin meningkat dan memahami betul bagaimana memanfaatkan segala fitur digital yang sudah berkembang saat ini.

Indonesia saat ini memasuki era pemulihan ekonomi berkelanjutan pasca pandemi covid-19. Pandemi Covid-19 telah memicu resesi ekonomi dan mengakibatkan kerusakan besar pada sektor kesehatan, pekerjaan dan kesejahteraan manusia. Seluruh negara pun bertindak cepat untuk menghadapi dampak pandemi dan menghindari terjadinya krisis yang lebih parah.  Pandemi Covid-19 ternyata mempengaruhi perubahan iklim ke arah yang baik dan menimbulkan suatu tren baru terkait transformasi digital. Adanya tren hubungan antara sustainability Pasca Covid dan digital transformation yang terjadi akibat dari pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 menjadi salah satu parameter atau faktor akselerasi terhadap perkembangan industri 4.0, di antaranya ialah komputasi awan, keamanan dunia maya, Internet of Things (IoT), blockchain, analitik big data, RPA, Artificial Inteligent (AI), dan machine learning. Dengan adanya pandemi Covid-19 menyebabkan angka pengguna internet di Indonesia meningkat drastis akibat adanya perubahan dari aktifitas secara langsung menjadi virtual melalui video conference. Di era revolusi industri 4.0 dengan kondisi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), mendorong dan mengharuskan terjadinya transformasi digital.

 

Perkembangan digital transformasi seperti dua pilah mata uang dimana satu sisi perkembangan teknologi digital akan memberikan keuntungan bagi masyarakat melalui  fungsi yang memudahkan dan membantu kegiatan operasional sehari-hari. Hardini Puspasari selaku Director of Sales & Marketing PT UNINET MEDIA SAKTI dalam acara ini sebagai Pembicara mengatakan dengan Perkembangan Transformasi Digital saat ini UNINET mengambil posisi, untuk memberikan berbagai solusi hulu ke hilir dalam memberikan layanan digital yang sesuai dengan era revolusi industri 4.0. Uninet mempersiapkan berbagai solusi yang dapat digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk menghadapi era Society 5.0. Uninet merupakan perusahaan penyedia layanan keamanan informasi, solusi, dan teknologi yang salah satu layanannya yaitu Managed Service Security Operation Center (MS-SOC). Sosialisasi layanan keamanan informasi berteknologi end-to-end ini didedikasikan bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan juga segala perusahaan yang ada di Indonesia dalam meningkatkan keamanan bisnis dari serangan-serangan siber yang semakin marak, terutama dalam situasi pandemi COVID-19 yang saat ini tengah berlangsung.

 

Ricky Setiadi selaku CEO PT. Digital Inti Garuda mennyampaikan Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia, sebanyak 448.491.256 serangan siber terjadi pada periode Januari - Mei 2021 di tengah pandemi COVID-19. Kategori serangan siber terbanyak adalah malware, aktivitas Trojan, dan kebocoran informasi. Peningkatan serangan siber sudah terjadi semenjak tahun 2020, dimana BSSN mencatat terdapat 495 juta serangan siber. Angka tersebut naik 3 kali lipat jika dibandingkan dengan data pada tahun 2019. Aktivitas internet dan komputer pada era digital saat ini terus meningkat, terlebih dalam situasi pandemi COVID-19 yang juga mendorong maraknya kegiatan Work From Home (WFH). Sistem keamanan data atau informasi menjadi semakin krusial dalam mengantisipasi serangan siber yang juga meningkat. Hal ini membuat perusahaan atau start-up yang mejalankan aktivitas operasional secara digital perlu mengelola mitigasi dari ancaman keamanan siber, mengingat serangan siber yang dapat berdampak pada potensi kerugian perusahaan ataupun konsumen. Era digital saat ini, setiap pihak rentan terhadap serangan siber, termasuk para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dimana juga terdapat tren peningkatan serangan siber terhadap pelaku bisnis dalam berbagai macam skala.

 

Pengamanan teknologi informasi membutuhkan pengamanan yang berlapis, dimana salah satu lapisan pengamanan yang sangat penting adalah adanya kemampuan deteksi ancaman, dimana hal ini memerlukan keahlian khusus dan termonitor secara terus-menerus. Secara garis besar, diskusi ini akan memberikan gambaran terkait layanan komprehensif meliputi: pertama, Sumber Daya Manusia. Layananannya  deteksi ancaman yang mumpuni melalui security analyst level 1-3 dan pelatihan atas segala aspek terkait dengan pengelolaan deteksi ancaman siber. Kedua, proses. Hal ini terkait dalam menyusun proses dan mengimplementasi tata kelola kemampuan deteksi yang menyeluruh dan relevan dengan tingkat dan jenis ancaman dari organisasi. Ketiga, teknologi.  Peralatan dan sistem kemampuan deteksi secara end to end, baik dari sisi endpoint (server atau desktop), keamanan jaringan, sistem analitik (SIEM-Security Information & Event Management), maupun threat intelligent. Seiring dengan perkembangan zaman saat ini, penerapan teknologi digital dalam semua aspek kehidupan yang ada pada masyarakat perlu dilakukan. Berangkat dari transisi digital dari revolusi digital 4.0 menuju society 5.0, menempatkan manusia sebagai komponen utama di dalamnya sehingga manusia harus berkolaborasi dan memiliki pengetahuan yang lebih luas lagi untuk dapat bekerja menggunakan sistem digital dalam segala aspek. Transformasi digital yang mencakup dalam banyak lini perlu diperkenalkan kepada masyarakat agar masyarakat tanggap akan perkembangan digital yang sudah semakin meningkat dan memahami betul bagaimana memanfaatkan segala fitur digital yang sudah berkembang saat ini.

 

Jababeka turut mendorong pergerakan transformasi digital saat ini di kawasannya. Dengan model kota terpadu seluas 5.600 hektar dengan penduduk sekitar 1 juta orang, Kota Jababeka telah berkembang dari sebuah lahan hijau menjadi sebuah komunitas. Kota ini terletak 35 kilometer sebelah timur Jakarta, berlokasi strategis sepanjang koridor Bekasi – Cikampek, terdiri dari pemukiman serta kawasan industri untuk industri ringan, menengah, dan otomotif. yang mana memilikii sekitar 1.650 perusahaan nasional dan multinasional dari 30 negara (diantaranya Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Australia, Jepang, China, Taiwan, Singapura, Malaysia, dll) dan telah mempekerjakan lebih dari 700.000 pekerja dan 4.300 ekspatriat.

 

Dan di area lahan Jababeka inilah telah terbangun satu fasilitas data center berkelas hyperscale dengan tingkat keamanan yang tinggi dan standard kehandalan layanan zero downtime dengan nama MettaDC. Bersama-sama dengan PT Uninet Media Sakti, kolaborasi layanan dari MettaDC hadir untuk memberikan sebuah solusi terpadu kepada seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya dan juga para tenant Jababeka guna mendukung penerapan transformasi digital dan Industry 4.0. MettaDC memiliki kapasitas catu daya maximal mencapai 35MW dengan total kapasitas sebanyak 3.000 rak memiliki kekhususan rancangan system IT Hall dengan penerapan standar Gedung hijau, tingkat efisien PUE dibawah 1.5, jaminan layanan tanpa gangguan dan memiliki kemampuan Tier IV Ready Design Data Center.

 

Melihat peluang dan pasar yang sangat baik untuk mengedukasi serta mengembangkan bisnis, maka Uninet berkolaborasi bersama dengan pihak Jababeka untuk bermaksud membuat acara rutin tahunan yaitu Jababeka Tech Forum 2022 untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai transformasi digital yang sedang terjadi saat ini kepada masyarakat sekitar Jababeka serta dapat memberikan inspirasi yang tepat akan kebutuhan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat atau industri yang ada di Kawasan Jababeka***

Reporter : Ardi Mahardika
- Dilihat 749 Kali
Berita Terkait

0 Comments