Nasional / Ekonomi /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 21/04/2022 18:00 WIB

Hanya 20 BUMN yang dalam Kondisi Sehat

menteri bumn erick thohir dalam acara state owned enterprises 220419163637 321
menteri bumn erick thohir dalam acara state owned enterprises 220419163637 321

JAKARTA. DAKTA.COM-- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku bakal terus merampingkan jumlah BUMN. Erick telah berhasil merampingkan jumlah BUMN menjadi 41 BUMN dari sebelumnya 108 BUMN. Erick lebih memilih jumlah BUMN sedikit namun memiliki kinerja yang sehat, ketimbang banyak BUMN yang tidak sehat.

 

"Daripada punya 108 BUMN, yang sehat hanya 20. Hari ini 41 BUMN yang sehat pun 20 BUMN. Kita mau 30 BUMN yang semuanya sehat dan sebagai tempat bersaing," ujar Erick saat peluncuran implementasi respectful workplace policy di BUMN di Telkom Landmark Tower, Jakarta, Kamis (21/4).
 

Erick menyampaikan perampingan BUMN tentu memerlukan waktu. Ia berharap Menteri BUMN selanjutnya dapat meneruskan gagasan tersebut serta melanjutkan program transformasi BUMN.
 

Erick ingat saat dirinya mendapatkan banyak kritikan hingga disebut menteri ngawur saat mengkritisi PT Telkom Indonesia pada saat awal ia menjabat.
 

Kala itu, Erick meminta petinggi BUMN tidak antiperubahan di era disrupsi dan teknologi yang begitu pesat. Erick menilai kemajuan teknologi menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari. 
 

Erick menyinggung Telkom yang justru mengandalkan keuntungan dari anak usahanya yakni Telkomsel. Kata Erick, industri telekomunikasi sudah jauh berubah dengan tidak sekadar menjual layanan pesan suara, melainkan juga data. Erick menilai dengan infrastruktur yang dimiliki, Telkom seharusnya bisa mengembangkan bisnisnya lebih masif.

 

"Dulu, dibilang ini menteri nyela Telkom. Hari ini dapat kita lihat berapa valuasi Telkom berapa, Rp 450 triliun," kata Erick.
 

Erick pun berpesan kepada seluruh insan BUMN untuk meneruskan transformasi dan perubahan agar program BUMN dapat berkelanjutan.

 

Sumber : REPUBLIKA
- Dilihat 640 Kali
Berita Terkait

0 Comments