Oase Iman /
Follow daktacom Like Like
Senin, 03/01/2022 15:00 WIB

Muhasabah Bagi Mukmin

muhasabah
muhasabah

Kini kita telah berada pada awal tahun 2022. Hal itu mengingatkan cepatnya pergantian tahun dan cepatnya perjalanan waktu.

 

Nabi SAW pernah bersabda, kiamat tidak akan terjadi hingga waktu terasa berlalu begitu cepatnya. Satu tahun terasa seperti satu bulan, satu bulan seperti sepekan, satu pekan seperti satu hari, dan satu hari seperti satu jam, dan satu jam seperti kedipan mata (HR Ahmad).

 

Setiap pergantian tahun baru mengingatkan, secara matematika, usia seseorang bertambah, padahal sejatinya jatah hidup di dunia berkurang. Jika hal itu dihayati secara saksama, seseorang akan memanfaatkan pergantian tahun untuk bermuhasabah agar seiring bertambahnya usia makin bermanfaat hidupnya.

 

Muhasabah yang sebenarnya itu tidak menunggu datangnya pergantian tahun baru. Bagi seorang mukmin, muhasabah dilakukan pada setiap pergantian waktu untuk memperbaiki kualitas amal dalam menjalani hidup agar menjadi lebih baik dari sebelumnya.

 

Sebagai pegiat media cetak dan elektronik, dimanfaatkan untuk menyajikan informasi dan berita yang menyejukkan (bukan provokatif) dan dapat dipertanggungjawabkan (bukan hoaks). Sebab, hal itu akan dipertanggungjawabkan di dunia dan di akhirat kelak.

 

Sebagai pengusaha, dimanfaatkan dengan bisnis yang halal dan memberikan hak kepada karyawan sebelum keringatnya mengering, bukan malah memeras karyawan demi mendapatkan keuntungan yang besar. Sebagai orang berpunya (kaya), dimanfaatkan untuk membantu dengan berderma kepada orang yang membutuhkan bantuan dan pertolongan sehingga tercipta kehidupan yang harmonis, bukan kesenjangan.

 

Sebagai suami atau istri dalam rumah tangga, dijadikan sebagai ladang penyiapan generasi yang berakhlakul karimah sebagai pemimpin pada masa depan. Sebagai anak, berbakti kepada orang tua, membahagiakan, menjaga nama baik keluarga dan melanjutkan visi misinya.

 

Sebagai pemimpin, memanfaatkan kesempatan dengan memberikan pelayanan dan tidak menelantarkan rakyat dan bekerja keras mengantarkan kepada kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dan sejahtera.

 

Sebagai rakyat, memanfaatkan dengan mengerahkan kemampuan untuk mendukung setiap program dan kebijakan pemerintah yang berorientasi untuk kemaslahatan bagi semua, dan akan mengingatkan terhadap segala bentuk penyimpangan yang dilakukan.

 

Sebagai apa pun, berupaya memberikan manfaat yang lebih luas kepada umat, bangsa, dan negara. Sebab, puncak dari kebaikan manakala seseorang bisa memberikan manfaat seluas-luasnya untuk kepentingan bersama. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR Thabrani).

 

Semoga Allah membimbing kita kaum Muslimin agar dapat memanfaatkan pergantian waktu sebagai sarana muhasabah untuk perbaikan diri agar menjadi lebih baik. Amin.  

 

Sumber : REPUBLIKA
- Dilihat 2273 Kali
Berita Terkait

0 Comments