Bekasi / Kota /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 19/11/2021 11:25 WIB

Minim Prestasi, Nuryadi Darmawan Desak Walikota Bekasi Tinjau Ulang SK Pengangkatan Dirut Perumda PDAM TP

Nuryadi Darmawan Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PDI Perjuangan
Nuryadi Darmawan Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PDI Perjuangan

BEKASI, DAKTA.COM – Anggota DPRD Kota Bekasi fraksi PDIP, Nuryadi Darmawan mensinyalir adanya permainan dalam open biding calon Direktur Utama Perumda PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi. Pasalnya dengan kinerja buruk selama ini, Solihat kembali ditetapkan menjadi Direktur Utama padahal pilihan calon lain akan lebih baik karena lebih menguasai persoalan air bersih.
 

"Saya mendapat data kalau bakal calon dari luar daerah itu nilainya paling bagus baik dalam sisi pemaparan, bahkan rencana pengembangan pelayanan kepada masyarakat, " ujar Nuryadi pada Dakta, Kamis (19/11).

 

Pihaknya meminta agar Wali Kota Bekasi segera meninjau ulang, hasil fit and proper test yang dilakukan timsel dengan biaya dari PDAM TP. Jika tidak dilakukan dalam waktu dekat maka pengembangan pelayanan air bersih akan terganggu.

 

"Harus ada tinjauan ulang terkait hasil fit and proper test nya. Dirut merupakan elemen yang sangat penting dalam mengelola organisasi terlebih saat ini Perumda merupakan organisasi yang mengutamakan pelayanan publik,” tegasnya.

 

Nuryadi menyinggung pesan sambutan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi saat pelantikan Dirut PDAM TP. Wali Kota Bekasi, meminta agar ada perubahan kinerja selama enam bulan kedepan. Hal ini menurut Nuryadi terlalu lama karena disinyalir kinerjanya akan sama dengan tahun sebelumnya.

 

"Saya lihat kalau pemimpinnya dia lagi, hasilnya juga dapat kita baca. Akan mandek dalam lima tahun terakhir saja penambahan jumlah pelanggan tidak mencapai angka 10.000 pelanggan," ujar Nuryadi yang juga Sekretaris Komisi III DPRD Kota Bekasi.

 

Data jumlah pelanggan pada saat Solihat menjadi Direktur PDAM TP pada tahun sebagai berikut:

Tahun 2015 = 26.680,

Tahun 2016 = 28.044 ,

Tahun 2017 = 29.343 ,

Tahun 2018 = 30.824,

Tahun 2019 = 34.159,

Tahun 2020 = 39.620

 

Apalagi di Kota Bekasi tengah ada proyek nasional yang terkait dengan air bersih. Ini membutuhkan manajerial yang memahami bisnis dan pelayanan dalam pengelolaan air bersih. Data PAD yang masuk ke KAS daerah juga tidak signifikan.

Reporter : Warso Sunaryo
- Dilihat 395 Kali
Berita Terkait

0 Comments