Bekasi / Kota /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 18/11/2021 16:00 WIB

Mengenal Bank Syariah

Talkshow Serambi Dakta mengenal Bank Syariah
Talkshow Serambi Dakta mengenal Bank Syariah
BEKASI, DAKTACOM - Bank adalah lembaga keuangan yang akrab dengan keseharian masyarakat. Pada sistem perbankan di Indonesia terdapat dua macam sistem operasional perbankan, yakni bank konvensional dan bank syariah.
 
Sebenarnya apa itu bank syariah?
 
Ketua Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Agama Islam (FAI) Unisma Bekasi Rafika Rahmawati S.Ei, Msi dalam talkshow Serambi Dakta, Kamis (18/11) menjelaskan 
aturan bank syariah tertuang di dalam UU Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, atau prinsip hukum islam yang diatur dalam fatwa Mejelis Ulama Indonesia (MUI).
 
"Dengan demikian, setiap aktivitas yang dilakukan pada bank syariah, baik penghimpunan dana maupuan dalam rangka penyaluran dana memberikan dan mengenakan imbalan atas dasar prinsip syariah, yakni jual beli dan bagi hasil," ucapnya. 
 
Rafika menyebut prinsip bank syariah yang diatur dalam fatwa MUI seperti di dalamnya prinsip keadilan dan keseimbangan ('adl wa tawazun), kemaslahatan (maslahah), universalisme (alamiyah), serta tidak mengandung gharar, maysir, riba, zalim, dan obyek yang haram. Sedangkan bank konvensional yaitu bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional yang mana dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran berdasarkan prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan.
 
"UU Perbankan Syariah juga mengamanahkan bank syariah untuk menjalankan fungsi sosial dengan menjalankan fungsi seperti lembaga baitul mal, yaitu menerima dana yang berasal dari zakat, infak, sedekah, hibah, atau dana sosial lainnya dan menyalurkannya kepada pengelola wakaf (nazhir) sesuai kehendak pemberi wakaf (wakif)," katanya. 
 
Menurutnya, untuk struktur organisasi di bank syariah, selain dewan komisaris dan direksi sebagai bagian dari struktur organisasi di bank syariah dan konvensional, di bank syariah terdapat dewan pengawas syariah. 
 
"Dari sisi regulasi, pengawasan bank syariah dan konvensional sama-sama dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, pada bank syariah ada tambahan pengawas yaitu Dewan Pengawas Syariah (DSN). Tujuannya tentu saja memastikan semua bank syariah beroperasi dengan tetap mematuhi prinsip-prinsip perbankan syariah," jelasnya. 
 
Untuk perkembangannya di masa pandemi,  kinerja perbankan syariah cukup moncer. Hal ini menegaskan prospek dan potensi ekonomi syariah yang sangat besar. Di tengah kondisi ekonomi sekarang ini, total aset perbankan syariah secara nasional tetap tumbuh. Pada Juli 2021, aset perbankan syariah di tanah air tumbuh sekitar 16,35%, pembiayaan tumbuh 6,82% dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 17,98%
 
“Ini tanda-tanda positif, artinya sebagian masyarakat sudah melirik perbankan syariah karena cukup kompetitif. Diharapkan dengan peran perbankan syariah dapat mengambil posisi dan kontribusi agar potensi besar ini memberikan manfaat lebih bagi masyarakat,” ujarnya. 
 
Kedepan diakui Rafika dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang paham tentang keuangan syariah seiring dengan meningkatnya total aset maupun pertumbuhan lembaga keuangan syariah di tanah air. Saat ini SDM di dunia perbankan syariah masih sangat minim, padahal kebutuhannya besar. 
 
"Sebagai kampus yang memiliki program studi perbankan syariah, kami telah bekerjasama dengan lembaga keuangan untuk meningkatkan skil mahasiswa melalui program magang dan fasilitasi laboratorium. Kurikulum yang ada juga disesuaikan dengan kebutuhan perbankan syariah," tutupnya***
Reporter : Ardi Mahardika
- Dilihat 379 Kali
Berita Terkait

0 Comments