Bekasi / Kabupaten /
Follow daktacom Like Like
Senin, 15/11/2021 07:00 WIB

Gelar Maulid Nabi, PKS Kabupaten Bekasi Ajak Masyarakat Jaga Silaturahim

Peringatan Maulid Nabi yang digelar DPD PKS
Peringatan Maulid Nabi yang digelar DPD PKS
TAMBUN SELATAN, DAKTACOM - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kabupaten Bekasi menggelar peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW secara hybrid dan disiarkan langsung melalui akun youtube DPD PKS Kabupaten Bekasi, Ahad (14/11). 
 
Tokoh Ormas Islam di Kabupaten Bekasi hadir untuk memberikan ceramahnya diantaranya, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) KH Imam Mulyana, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) DR Ma'mun Murod Al-Brebesi, Wakil Ketua MUI Sudarno Soemodimedjo dan Sekretaris Forum Komunikasi Masjid Mushola (Forkammi) Ahmad Tatang. 
 
Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi Budi Muhammad Mustofa menegaskan PKS sedang belajar untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat, sehingga mengajak seluruh elemen masyarakat Bekasi untuk memberikan yang terbaik.
 
“PKS belum bisa memberikan banyak kepada masyarakat Kabupaten Bekasi, karena memang kami sedang belajar. Oleh karenanya mudah-mudahan melalui kegiatan pada pagi ini menjadi langkah awal menuju apa yang sudah dicanangkan oleh dewan pimpinan kami, insya Allah kami melaksanakan tugas dan amanah sesuai dengan koridor Rahmatan lil Alamin,” katanya.
 
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat kabupaten Bekasi untuk sama sama memberikan yang terbaik, bahu-membahu menjaga tali silaturahim sehingga kita mendapatkan keberkahan Allah SWT. 
 
Mendapat kesempatan pertama untuk menyampaikan ceramahnya adalah Wakil Ketua MUI Sudarmo Soemodimedjo, yang mengawalinya dengan kalimat dukungannya kepada PKS.
 
”Ada kutipan ulama yang mengatakan kekuasaan adalah penjaga, maka ketika PKS hadir berjuang untuk menjadi pemimpin Kabupaten Bekasi adalah semata untuk menjaga agamanya. Kami berharap PKS menjadi penjaga agama, sebab bila tidak dijaga maka akan hilang. Yang hilang apa? Yang hilang adalah semangat untuk berbuat baik. Yang kedua, ada kaidah fikih yaitu sesuatu itu tidak akan terlaksana kecuali ada sesuatu. Sesuatu itu apa? sesuatu itu adalah PKS. Karena PKS anti korupsi, PKS bisa menjadi harapan bagi umat Islam," katanya. 
 
Sudarno mengatakan bahwa PKS harus menegaskan posisinya, menjadi hisbullah atau hisbusyaithon sehingga perjuangan untuk menjadi pemimpin di Kabupaten Bekasi yang tidak mengabaikan fungsinya yaitu menjaga agama dan menjaga syariah.
 
Sementara Ketua DMI Imam Mulyana mengawalinya ceramahnya dengan kalimat pembuka yang menyatakan cintanya kepada PKS. Ia mengaku prihatin dengan realitas umat sekarang ini termasuk yang terjadi di tubuh ormas tempat selama ini beliau bernaung. 
 
"Semua mahzab ada di PKS. Isu wahabi dan PKS anti maulid emang kerjaan parpol yang tidak kreatif, itu perkataan Gus Baha dan saya percaya itu. Selama ini digaungkan kalau kita tidak boleh berbicata politik padahal itu omongan orang-orang sekuler. Sekarang ini banyak orang munafik berbicara tentang Islam padahal sholat saja tidak," paparnya. 
 
Pembicara ketiga yang tampil adalah Wakil Ketua PDM sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Dr Ma’mun Murad yang mengingatkan tentang kaidah peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang menjadi agenda rutin umat Islam.
 
”Kalau kita berbicara tentang maulid, maka kita bicara tentang Siroh Nabawiyah atau sejarah kehidupan Nabi Muhammad saw. Dan kalau berbicara tentang siroh maka kita berbicara tentang biografi kehidupan berpolitik Rasulullah," ungkapnya. 
 
Ada 4 hal yang disampaikannya berkenaan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad saw kali ini yaitu Keteladanan pada sosok Rasulullah SAW, moderasi beragama, ukhuwah silamiyah dan sistem pengelolaan negara.
 
"Siroh atau sejarah nabi itu mengisahkan bagaimana kisah Nabi Muhammad saw saat sebelum diangkat menjadi Nabi, ikut berdagang dengan pamannya, lalu bertemu dengan Khadijah, kemudian menikahinya, itu politik. Saat Rasulullah mengunjungi Thaif, itu politik. Saat beliau memerintahkan para shahabat hijrah ke Habasyah yang pemimpinnya beragama Nasrani dan Rasulullah tidak ikut ke sana, itu politik. Sampai ketika peristiwa Isra dan Mi’raj dimana Rasulullah diangkat Allah ke langit saat kedukaan bertubi-tubi itu juga politik," ucapnya. 
 
Pembicara terakhir, Sekretaris Forkammi Ahmad Tatang yang memaparkan tentang kegiatan Forkammi dalam membina dan mengedukasi para pengurus masjid yang ada di Kabupaten Bekasi untuk lebih professional dalam pengelolaan manajemen masjid.
 
”Jumlah masjid yang terdata di Kabupaten Bekasi berjumlah 2000, baru 20 persen yang mempunyai rekening atas nama masjid. Maka salah satu agenda Forkammi adalah membantu managemen masjid untuk membuat rekening masjid sendiri. Kami melakukan pembinaan generasi muda masjid yang bekerja sama dengan da'i muda asal Bandung Hanan Attaki untuk memperjuangkan masjid bisa punya koperasi," tandasnya***

 

Reporter : Ardi Mahardika
- Dilihat 577 Kali
Berita Terkait

0 Comments