Nasional / Pendidikan /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 18/06/2021 09:00 WIB

Inovasi Pembelajaran Tilangsad di Masa Pandemi

Guru di SMPN 7 Tambun Selatan Rani
Guru di SMPN 7 Tambun Selatan Rani

CIKARANG, DAKTACOM: Pembelajaran Tilangstad adalah sebuah inovasi yang dilakukan penulis untuk  membuat pembelajaran yang berkualitas dan berdampak positif bagi peserta didik sehingga mereka dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan memuaskan. Tilangstad adalah sebuah singkatan dari tiga langkah student team achievement division. Penulis berusaha untuk melakukan review secara singkat mengenai apakah pembelajaran tilangstad.

Pembelajaran tilangstad adalah kombinasi dari 3 media pembelajaran (google classroom, whatsapp videocall, google meet), metode 3 P (Presentation, Practice, Production) dan model pembelajaran STAD (Student Team Achievement Division). Gambaran yang bisa dijelaskan dengan sangat sederhana adalah sebagai berikut:

METODE

MEDIA

MODEL

PRESENTATION

GOOGLE CLASSROOM

CLASSICAL

PRACTICE

WHATSAPP

KALI (Kelompok lima)

PRODUCTION

GOOGLE MEET

KEJU(Kelompok Tujuh)

Pembelajaran Tilangstad menerapkan metode 3 P. 3 P banyak digunakan untuk tahapan pembelajaran bahasa terutama pada keahlian produktif. Keahlian produktif ini terdapat 2 yaitu berbicara dan menulis. 3 P ini juga merupakan bagian dari langkah-langkah pembelajaran.  Ketiga Langkah tersebut adalah:

  1. Presentation

Presentation atau dalam Bahasa Indonesia lebih dikenal dengan sebutan penyajian adalah langkah pertama dalam kegiatan inti pembelajaran. Dalam lagkah ini, guru menyajikan materi pembelajaran dan memberikan contoh dari materi yang diberikan.

  1. Practice

Practice atau dalam Bahasa Indonesia lebih dikenal dengan sebutan praktik adalah langkah kedua dalam kegiatan pembelajaran. Pada Langkah ini, peserta didik mulai diminta melakukan latihan berkaitan dengan materi yang diberikan.

  1. Production

Production adalah Langkah terakhir dalam kegiatan inti yang berisi kegiatan penilaian individual untuk mengukur ketecapaian tujuan pembelajaran. 

Tiga aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran Tilangstad adalah sebagai berikut:

  1. Google classroom

Pada tahap ini, penulis memberikan melakukan langkah-langkah pembelajaran, yaitu pembukaan, kegiatan inti pada tahap penyajian, penutup. Pembukaan diisi dengan salam, mengingatkan peserta didik untuk melakukan presensi melalui google classroom, menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi peserta didik untuk melakukan pembelajaran dengan semangat

Pada kegiatan inti dalam tahap penyajian, penulis memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengamati power point dan gambar-gambar. Kemudian penulis memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menanyakan tentang kosa kata yang telah mereka amati dan masih terasa asing bagi mereka. Setelah itu penulis mencoba mendiskusikan bersama tentang materi yang sudah diberikan. 

Pada tahap penutup, penulis mengucapkan terima kasih kepada peserta didik yang sudah mau melaksankan pembelajaran pada sesi tersebut dan mengucapkan salam. Seharusnya ada beberapa tahap lagi yang perlu dilakukan pada kegiatan penutup. Tetapi karena keterbatasan yang dimiliki, jadi hanya ada 2 kegiatan penutup yang bisa dilaksanakan.

  1. WhatsApp video call.

Tahap ini dilaksanakan segera setelah pembelajaran melalui google classroom dilaksanakan. Pada tahap ini peserta didik berlatih dalam kelompok. 1 kelompok terdiri dari delapan peseta didik. Pada tahap ini guru tidak dilibatkan karena guru sudah mengutus 1 peserta didik dengan pemahaman lebih baik terhadap materi yang diberikan. Peserta didik tersebut diangkat menjadi ketua kelompok dan membantu melakukan pembimbingan kepada 7 peserta didik lainnya, kemudian penulis memberikan pengarahan dan penjelasan tentang materi yang diberikan. Penulis memastikan bahwa ketua kelompok memahami materi yang diberikan di google classroom karena mereka harus menyampaikan kepada teman-teman mereka yang berada dalam kelompok tujuh. Penyampaian dan diskusi dalam kali dan keju dilakukan dengan menggunakan WhatsApp video call.

Berada diantara teman-teman mereka sendiri, membuat mereka merasa nyaman untuk menanyakan apa saja dan membuat mereka bersemangat karena dapat bertemu dengan teman-teman walau hanya sebatas pertemuan maya.

Tahapan ini juga dapat membantu penulis dalam mengawasi peserta didik yang kurang berperan serta aktif.  Penulis mendapat laporan dari kelompok lima secara cepat sehigga dapat mengantisipasi peningkatan presentasi mangkir dari pembelajaran.

  1. Google meeting.

Pada tahap ini meminta peserta didik untuk melaksanaan google meeting untuk mengkonfirmasi informasi yang sudah diterima kelompok tujuh dari kelompok lima, untuk memberikan motivasi kepada peserta didik,  dan untuk melaksanakan penilain atas proses pembelajaran yang telah dilakukan peserta didik. Atau dengan kata lain tahap google meet ini juga merupakan tahap production atau tahap produksi.

Model pembelajaran yang dipakai adalah STAD (Student Team Achievement Division)

STAD yang digunakan menggunakan dua macam pengelompokan. Pengelompokan pertama disebut dengan KALI  yang merupakan singkatan dari kelompok lima. Pengelompokan kedua disebut dengan KEJU yang merupaka singkatan dari kelompok tujuh.

KALI adalah kelompok bentukan dari guru dengan memperhatikan keunggulan pencapaian peserta didik di kelas. Jadi guru memilih 5 peserta didik unggul dan menjadikan mereka ke dalam satu grup dan memberi nama grup itu dengan KALI.

KEJU adalah kelompok yang dibentuk secara acak. Satu kelompok terdiri dari 1 orang ketua kelompok yang berasal dari KALI dan 7 peserta didik lainnya yang diambil secara acak dari peserta didik di dalam kelas. Jadi secara keseluruhan KEJU terdiri dari 1 orang ketua dan 7 orang anggota.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi dunia pendidikan di masa pandemi

 

Sumber : Guru di SMPN 7 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Rani
- Dilihat 1997 Kali
Berita Terkait

0 Comments