Nasional / Kesehatan /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 08/01/2021 12:07 WIB

Ibu Hamil Terpapar Covid 19, Ini Penjelasan Mitra Keluarga Bekasi

Talkshow Bersama Mitra Keluarga Bekasi
Talkshow Bersama Mitra Keluarga Bekasi

BEKASI SELATAN, DAKTA.COM - Adanya wabah Covid-19 berdampak kepada aktivitas sosial masyarakat sehingga berpengaruh kepada mental seseorang. Salah satunya yang dikhawatirkan ibu hamil dengan gejala terpapar Covid-19 dapat menularkan virus itu kepada sang janin.

 

Menurut dr. Dwi Ajeng Rembulan, Sp.OG dari Mitra Keluarga Bekasi, menjelaskan sampai saat ini tidak ada bukti bahwa virus corona meningkatkan risiko keguguran. Juga tidak ada bukti bahwa ibu dapat menularkan kepada janin di dalam rahim (dikenal sebagai transmisi vertikal).

 

“Oleh karenanya, sampai saat ini diperkirakan virus ini tidak menyebabkan (very unlikely) kelainan kongenital (cacat bawaan). Beberapa bayi yang dilahirkan dari ibu dengan gejala COVID 19 dilahirkan secara premature,” jelas dr. Dwi dalam Bincang Sehat bersama Dakta bertema ‘Apa yang dilakukan Ibu Hamil saat terpapar Covid-19’ melalui Webinar pada Jumat (8/1).

 

Menurutnya, jika terdapat bayi lahir secara premature dari ibu yang terpapar Covid-19, hal itu perlu dibuktikan lebih lanjut apakah ini disebabkan oleh virus corona atau ada faktor lain.

 

“Data sejauh ini menunjukkan bahwa perempuan hamil akan memiliki dampak yang sama dengan populasi umum bila terinfeksi. Diperkirakan, sebagian besar perempuan hamil yang terkena akan mengalami gejala common cold/flu ringan-sedang,” jelas dr. Dwi.

 

Namun, sampai saat ini tidak ada laporan kematian dari perempuan hamil akibat virus corona, akan tetapi, tergolong lebih rentan mendapatkan infeksi. “Bila Anda juga memiliki kondisi medis seperti asma atau diabetes, maka Anda bisa mendapat gejala berat bila terinfeksi virus corona,” pungkasnya.

 

Ia menambahkan, bila ada ibu hamil dan memiliki salah satu gejala seperti demam lebih dari 37.8 celcius, gejala batuk, new onset dan persisten agar mengisolasi diri selama setidaknya 7 hari. Jangan mendatangi tempat umum karena memiliki potensi menularkan.

 

Salah satu cara yang mudah dilakukan dalam mencegah terinveksi Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan seperti rajin mencuci tangan dan memakai masker.

 

Lantas, bagaimana layanan antenatal care setelah ibu hamil sembuh dari infeksi atau mengisolasi diri? Menurut dr. Dwi, sebagai langkah aman dan tambahan, disarankan untuk menjalani pemeriksaan USG 14 hari setelahnya untuk memastikan kesejahteraan janin. Pathway lainnya tetap sama. Layanan/pemeriksaan non urgent sebaiknya ditunda sampai masa isolasi selesai.

 

Jika ibu hamil memasuki fase persalinan dalam kondisi terpapar Covid-19, saat ini tidak ada bukti bahwa persalinan normal/per vagina tidak aman, atau bahwa persalinan dengan operasi sesar lebih aman.

 

“Sehingga birth plan harus tetap sesuai dengan kondisi dan keinginan ibu. Namun demikian, bila kondisi ibu (terutama pernapasan/respiratory) menurun dan menuntut persalinan disegerakan, maka direkomendasikan untuk melakukan operasi sesar,” papar dr. Dwi.

 

Sementara itu, apakah ibu hamil dengan gejala positif Covid-19 dapat menularkan virusnya kepada bayinya? Menurut dr. Dwi, karena ini virus baru, hanya ada sedikit data mengenai bagaimana menata laksana ibu terinfeksi corona yang baru melahirkan bayinya. Namun demikian, tidak ada laporan bahwa ibu yang tertular virus corona di trimester ketiga yang menularkan infeksi ini kepada bayinya dalam kandungan.

 

“Apabila ibu positif maka bayi juga harus dites,” lanjut dr. Dwi.

 

Sedangkan jika seorang ibu terpapar Covid-19 menyusui bayinya, hal itu juga tidak ada bukti bahwa virus corona ditemukan di ASI. Sehingga memberikan ASI lebih besar dibanding potensi risiko transmisi melalui ASI.

 

“Risiko utama dari menyusui adalah “close contact” antara ibu dan bayi. Dan ibu bisa menularkan melalui droplet dan bayi bisa terinfeksi. Diskusi antara ibu, keluarga, dan tenaga kesehatan harus dilakukan secara terbuka,” papar dr. Dwi.

 

Rekomendasi ini juga bisa berubah sewaktu-waktu bila ada data/laporan tambahan. Bila ibu memilih untuk menyusui bayi, hal-hal berikut sangat direkomendasikan :

- Cuci tangan sebelum menyentuh bayi, pompa ASI, atau botol ASI/formula

- Hindari batuk atau bersin saat menyusui bayi

- Pertimbangkan menggunakan masker saat menyusui

- Bersihkan dan sterilisasi pompa ASI/botol sesuai prosedur

- Bila ibu tak sehat, pertimbangkan untuk meminta tolong orang yang sehat untuk memberikan ASI yang dipompa

 

Rekan yang ingin berkonsultasi mengenai gejala Covid-19 atau informasi kesehatan lainnya dapat datang langsung ke Mitra Keluarga Bekasi di Jl. Jend. Ahmad Yani, Kayuringin Jaya, Kota Bekasi atau menghubungi (021) 8853333 / (021) 8848666. **

 

Reporter : Jaenudin Ishaq
- Dilihat 451 Kali
Berita Terkait

0 Comments