Bekasi / Kota /
Follow daktacom Like Like
Selasa, 24/11/2020 09:18 WIB

Ada Pemasangan Girder Tol Becakayu, Jalan Ahmad Yani Ditutup Selama 20 Hari

Proyek Tol Becakayu Simpang Jalan A Yani Kota Bekasi
Proyek Tol Becakayu Simpang Jalan A Yani Kota Bekasi
BEKASI SELATAN, DAKTA.COM - Menindaklanjuti program lanjutan pembangunan Tol Becakayu seksi ujung 2 A pada tanggal 18 November, ada permintaan dari PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) untuk ekspos kaitan dengan pekerjaan pemasangan 12 Girder sambanguna antara Seksi ujung sang Seksi Ujung 2A.
 
Dari pemasangan Gilder di Perempatan BCP Jalan A Yani akan di tutup dan pengendara akan dialihkan ke jalan-jalan alternatif. Kecuali kendaraan berat yang akan melintas dari Utara keselatan dan sebaliknya untuk menggunakan Tol Cakung.
 
"Belum lama ini juga kami sudah melaksanakan rapat gabungan terkait pelaksanaan kegiatan tersebut," kata Kepala Bidang Lalulintas pada Dishub Kota Bekasi, Teguh Indrianto kepada Dakta, Selasa (24/11).
 
Lanjut Teguh, rapat yang digelar dihadiri oleh Waskita Karya, KKDM sebagai yang mempunyai Proyek, Dishub dan Satlantas Polres Metro Bekasi Kota serta DBMSDA.
 
Pelaksana kegiatan pemasangan Gilder itu, Kata dia, sebenarnya dilaksanakan pada tanggal 27 November paling cepat sampai 17 Desember. "Ya akan di kerjakan 27 November sampai 17 Desember pemasangannya," ucapnya.
 
Kemudian, semalam juga sudah melakukan pekerjaan, tetapi tidak mengganggu aktifitas secara umum. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan sesuai dengan jadwal yang di tentukan.
 
Menurutnya, kegiatan penutupan Jalan A Yani akan dilakukan pada pukul 22:00 WIB sampai dengan 05:00 WIB berlaku 27 November sampai 17 Desember.
 
"Namun, kenapa pemasangan Gilder sampai 20 hari? Karena 12 Gilder yang akan di pasang memiliki panjang mencapai 80 meter dan memiliki beban 180 ton. Selain itu Crane yang akan di gunakan dengan kekuatan 750 ton," tegas Teguh.
 
Sebab, Crane ini akan diletakan persis ditengah jalan perempatan BCP Jalan A Yani. Sebenarnya Crane ini tidak mengganggu, akan tetapi bentangnya saat Crena mengangkat itu, hampir menutupi jalan.
 
"Nah itulah kenapa, pengalihan itu harus dilaksanakan dan memakan waktu yang banyak. Karen untuk keamanan," paparnya.
 
Dengan adanya pemasangan Gilder otomatis Jalan A Yani dari Utara ke Selatan dan sebaliknya akan putus. Kendati demikian, menurut Teguh, pihaknya akan menempatkan rambu-rambu lalulintas serta menempatkan 30 personil Dishub dan 15 Personil dari Satlantas Polres Metro Bekasi Kota agar kendaraan kecil yang melintas Jalan A Yani bisa di arahkan ke jalan-jalan Alternatif.
 
Kemudian, bagaimana dengan kendaraan berat, makanya pihaknya mewajibkan kendaraan berat yang keluar dari Tol barat menuju Bekasi Utara atau dari Utara ke Selatan akan di arahkan ke Tol Cakung di tanggal penutupan dan waktu Penutupan.
 
"Kita sudah Surati Asosiasi pengusaha angkutan barang dan sudah di sepakati. Kenapa kita alihkan ke Tol Cakung kendaraan berat karena Beberapa Jembatan yang ada di Kita Bekasi Prisdo, Patal dan Proyek tidak kuat," paparnya.
 
Selian itu, pihaknya sudah memetakan agar kendaraan berat tidak melintas di tiga jembatan yang ada. Oleh karenanya dirinya akan menempatkan personil di lokasi tersebut.
 
"Kita akan pastikan ya, kendaraan kecil bisa melintas di jalan-jalan Alternatif. Kecuali kendaraan berat kita wajibkan keluar masuk di Tol Cakung," pungkas Teguh.
Reporter : Warso Sunaryo
- Dilihat 1015 Kali
Berita Terkait

0 Comments