Nasional / Kesehatan /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 11/11/2020 14:36 WIB

Alumni FTUI Dirikan Helix Lab, Sanggupi Biaya Murah PCR Swab dan Rapid Test

Alumni FTUI Dirikan Helix Lab
Alumni FTUI Dirikan Helix Lab
JAKARTA, DAKTA.COM - Masih tingginya biaya uji Covid-19 baik PCR Swab maupun Rapid Test COVID-19 mendorong para alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) untuk berkontribusi dalam penanganan COVID-19 di Indonesia dengan menghadirkan Helix Lab. Helix Lab saat ini merupakan laboratorium dengan kapasitas terbesar di Depok untuk tes Covid-19 yang mampu menangani 1.500 sampel per hari dan hasil ujinya bisa diperoleh hari di yang sama, dengan biaya lebih murah. 
 
Pendiri Helix Lab Hendry E. Ramdhan mengatakan, laboratorium Covid-19 ini menggunakan teknologi yang sangat canggih sehingga mampu menangani sampel uji dengan kapasitas besar sekali dan harga relatif murah. Bahkan Helix Lab juga akan menyiapkan model pengujian berbasis mobile lab, portable lab, serta PCR Swab bagi para pasien VVIP. “Kami memahami betul urgensi penanganan cepat dan tepat, dan ingin agar semua masyarakat dapat memperoleh fasilitas yang sama untuk tes Covid-19 dengan harga yang lebih murah,” kata alumni FTUI ini dalam pembukaan Helix Lab melalui Zoom, Selasa (10/11/2020). Harga tes Covid-19 di Helix Lab yaitu PCR Covid-19 dibandrol hanya Rp800.000, Rapid Test Antibodi hanya Rp95.000 dan Swab Antigen hanya Rp350.000. 
 
Pembukaan Helix Lab ini digelar pada Hari Pahlawan sebagai momentum untuk mengapresiasi bagi para pahlawan yang berkorban di era pandemi. Selain itu seremonialnya dalam bentuk diskusi virtual dan dihadiri oleh Ketua Tim Koordinator Nasional Relawan Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Andre Rahadian, Ketua ILUNI FTUI Cindar Hari Prabowo, dan Ketua Fusi Foundation Ahmad Fitrianto serta Tenaga ahli Helix Lab, dr. Irham. 
 
Diskusi ini juga bertujuan untuk mendapatkan kesepahaman dalam rangka menjaga disiplin protocol kesehatan. Narasumber diharapkan dapat menjadikan kolaborasi lintas sektor antara Helix Lab bersama pemangku kepentingan lain terkait percepatan penanganan Covid-19. Hal ini sekaligus langkah bersama yang dapat memberi manfaat dan kontribusi yang signifikan terhadap pihak terkait khususnya masyarakat luas.
 
“Masyarakat juga dituntut pro aktif menjaga protokol kesehatan selama masa Pandemi Covid-19 karena kunci yang paling efektif dari penanganan pandemi adalah kesadaran individu. Masyarakat dapat membantu pemerintah memerangi Covid-19 melalui gerakan 3M,” ujar dr. Irham. 
 
Ketua Tim Koordinator Nasional Relawan Percepatan Penanganan Covid 19 Andre Rahadian mengapresiasi inisiatif dari Helix Lab dan Fusi Foundation untuk jadi bagian yang kontributif dalam penanganan Covid 19.
 
“Angka jumlah tes Covid-19 secara Nasional kita masih dibawah standar WHO, jadi saya berharap kolaborasi sejenis ini akan bergulir masif tertutama bersama komunitas seperti Ikatan Alumni, Perusahaan, Sekolah, Pesantren dan lainnya,” jelas Andre.
 
Lebih lanjut Hendry mengatakan pihaknya akan bermitra bersama FusiFoundation yang merupakan salah satu wadah alumni FTUI, khususnya dalam pengembangan komunitas dan pemangku kepentingan lainnya. Bersama FusiFoundation rencana kedepannya, Helix Lab akan melebarkan sayap ke berbagai daerah serta menguatkan kemitraan bersama komunitas alumni, perusahaan, sekolah/pesantren, paguyuban dan lain-lain. 
 
Dalam waktu dekat misalnya Helix Lab akan membuka dua cabang lagi di Bogor dan Bandung. Penempatan lokasinya akan dekat dengan lokasi pemukiman agar mudah diakses dan semakin mendorong masyarakat memiliki kesadaran diri untuk melakukan rapid dan pcr swab untuk mengurangi angka positif COVID 19 di Indonesia.
 
“Pengujian berwujud Mobile Lab serta Portable PCR Swab, serta PCR Swab bagi para pasien VVIP diharapkan bulan depan sudah tersedia,” tandas Hendry.
Reporter : Jaenudin Ishaq
- Dilihat 1032 Kali
Berita Terkait

0 Comments