Bekasi / Kota /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 23/10/2020 09:35 WIB

Potensi Bencana Meningkat pada Musim Hujan, BPBD Kota Bekasi Tingkatkan Siap Siaga

Ilustrasi hujan
Ilustrasi hujan

BEKASI, DAKTACOM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mengimbau warga masyarakat Bekasi agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir dan longsor pada musim penghujan. Sebab, BMKG memastikan wilayah Jabodetabek akan mengalami dampak dari fenomena La Nina lebih awal.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPBD Kota Bekasi, Agus Harpa mengimbau warga masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir dan longsor pada musim penghujan.

”Kami mendapatkan informasi bahwa fenomena La Nina akan lebih awal berdampak di wilayah Bekasi dan sekitarnya,” katanya, Jumat (23/10/2020).

Menurut dia, pemerintah dan masyarakat Bekasi harus bersiaga dengan kedatangan bencana ini. Untuk itu, adanya RW Siaga, Pemuda Tanggap Bencana, dan Kelurahan Tangguh Bencana diharapkan juga berperan aktif bila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk evakuasi warga terdampak bencana banjir. Prioritas evakuasi utama terhadap orang tua, anak-anak dan wanita/wanita hamil.

Pemerintah Kota Bekasi melalui BPBD Kota Bekasi juga akan siap siaga membatu warga yang membutuhkan bantuan saat bencana tersebut terjadi walaupun dengan SDM dan sarana prasarana yang belum mencukupi.

”Maka, personel dan perahu karet disiagakan di 12 kecamatan yang ada. Dapur umum darurat juga sedia saat dibutuhkan,” ungkapnya.

Sebagai deteksi dini banjir, BPBD Kota Bekasi bersama stakeholder terkait memantau 24 jam perbatasan termasuk di 5 titik pantau Kali Bekasi. Ini penting dilakukan sebab banjir terjadi diwilayah perumahan yang berada di sekitar aliran Kali Bekasi.

”Kita masih terus pantau Kali Bekasi, karena sumber Bekasi banjir dari luapan sungai ini,” ujarnya.

Rata-rata bila hujan terjadi di hulu, 2-3 jam banjir air kiriman akan datang. Sehingga, ini akan menjadi jeda waktu masyarakat untuk berbenah diri. Menurutnya, siapapun tidak menginginkan bencana terjadi seperti bencana darurat Covid-19 yang ditangani bersama. Tapi bencana banjir dan longsor juga menjadi perhatian kita untuk sedini mungkin diantisipasi agar tidak terjadi.

”Maka saya juga mengimbau warga tidak membuang sampah di kali agar air kali tidak terhambat, kemudian rajin mengecek drainase saluran lingkungan sekitar untuk diangkut sedimentasinya," katanya.

Selain itu, tidak kalah penting, meningkatkan kerjasama dengan semua unsur guna memudahkan komunikasi dan kordinasi pada saat datang bencana.

 

”Lingkungan turut membantu proses penyelesaian sehingga masyarakat merasa aman dan terbantu,” kata dia.

 

Saat ini, BPBD Kota Bekasi menyiapkan sarana pengaduan melalui Call Center di nomor 081283957877, agar warga Kota Bekasi bisa melaporkan ke call center apabila terjadi bencana banjir ataupun longsor.

Reporter : Warso Sunaryo
- Dilihat 1601 Kali
Berita Terkait

0 Comments