Bekasi / Kota /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 16/10/2020 16:00 WIB

Antisipasi Banjir Kiriman, BPBD Pasang Alat Pengukur Tinggi Muka Air

Talkshow Kesiapsiagaan antisipasi banjir dan longsor bersama BPBD
Talkshow Kesiapsiagaan antisipasi banjir dan longsor bersama BPBD

BEKASI, DAKTA.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi memiliki alat pengukur tinggi muka air di 5 lokasi untuk mengantisipasi ancaman banjir kiriman.

 

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi Agus Harfa Senjaya saat berbincang dengan Radio DAKTA dalam talkshow kesiapsiagaan antisipasi banjir dan longsor, Jumat (16/10) mengatakan antisipasi bencana banjir yang sering terjadi di Kota Bekasi sudah melakukan persiapan, salah satunya memasang alat Automatic Water Level Recorder atau pengukur tinggi muka air di perbatasan.

 

"Kota Bekasi dialiri sungai dari Bogor yang sering mengakibatkan banjir kiriman, maka dari itu kita sudah memasang alat itu di 5 lokasi diantaranya aliran hilir Pondok Gede Permai, jembatan mendung Ciangsana Cikeas, Ponpes Darusalam Cilengsi tengah, jembatan Wika Bongas antara Sentul", katanya.

 

Diakuinya, jika wilayah Bogor terjadi hujan deras, maka BPBD akan mengantisipasi air kiriman itu dengan menyiagakan Satuan Tugas (Satgas) untuk menginformasikan kepada warga.

 

"Sejauh ini alat itu efektif untuk mengantisipasi banjir kiriman, bahkan saat bulan Ramadhan lalu, terjadi banjir kiriman, Satgas memberikan informasi air akan datang 4 jam kemudian sehingga warga sudah menaikan barang berharganya ke tempat yang aman", jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Kota Bekasi Dede Ade Suhendra mengatakan pihaknya sudah membentuk satgas di 12 Kecamatan yang rawan banjir, bahkan memberikan perahu karet, tenda serta peralatannya.

 

"Dalam Rakor dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Kementrian prediksi hujan akan berlangsung pada Januari, sehingga kita sudah siap akan hal itu", ucapnya.

 

Untuk bencana lainnya sejauh ini hanya banjir saja, sementara untuk longsor hanya terjadi disekitar bantaran kali mengingat derasnya air sehingga tanahnya tergurus dan berdampak pada rumah yang ada di dekat sungai.

 

"Antisipasi bencana di masa pandemi Covid-19 juga kita koordinasikan dengan Dinas Kesehatan, agar saat di pengungsian menerapkan protokol kesehatan, memakai masker dan menyediakan pencuci tangan", ucapnya.

 

Dede menjelaskan, saat ini sudah ada 34 relawan satgas yang dibentuk untuk mengahadapi dan membantu masyarakat jika terjadi banjir.

 

"BPBD memiliki call center yang bisa dihubungi jika terjadi bencana, selama 24 jam kita standby di nomer telepon dan whatsapp 081283957877", pungkasnya**

Reporter : Ardi Mahardika
- Dilihat 578 Kali
Berita Terkait

0 Comments