Bekasi /
Follow daktacom Like Like
Selasa, 06/10/2020 14:10 WIB

Peleburan Pelajaran Sejarah: Mengajarnya Dapat Menggunakan Video

webinar bertema peleburan pelajaran sejarah ke dalam IPS
webinar bertema peleburan pelajaran sejarah ke dalam IPS
BEKASI, DAKTA.COM - Dalam meningkatkan rasa kebangsaan kepada anak didik, perlu adanya materi penguasaan sejarah dalam setiap  pembelajaran disekolah.  
 
Guru mata pelajaran sejarah SMKN 5 Bekasi, Karsinah melihat ilmu sejarah sangat penting menjadi satu mata pelajaran dalam meningkatkan nasionalisme terhadap bangsa.
 
"Mata pelajaran sejarah, merupakan pertahanan dari derasnya arus globalisasi. Sehingga kami mohon ini jangan dileburkan dengan mata pelajaran lain," jelas Karsinah dalam Webinar dengan Dakta, Selasa (6/10).
 
Dengan sejarah, lanjutnya, siswa akan mengetahui dari mana ia berasal dan perjuangan para pahlawan dalam kemerdekaan banga Indonesia.
 
"Di SMK itu berhubungan langsung dengan industri. Karena SMK disiapkan untuk siswa bekerja ke perusahaan. Sehingga kalau sejarah dileburkan kemata pelajaran lain, bagaimana menumbuhkan rasa kebangsaan kepada murid SMK," tegas Karsinah.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah mengatakan pelajaran sajarah sangat penting. Apalagi sejarah dapat membentuk karakter suatu bangsa.
 
"Saya yakin wacana kebijakan pemerintah pusat merupakan hasil dari kajian. Teknisnya, apakah nanti ada peleburan. Tapi intinya sejarah ini sangat penting dalam membangun semangat yang tinggi," tegas Inayatullah.
 
Apalagi kondisi saat ini menuntut siswa memahami nilai sejarah dalam membentuk karakter anak didik. 
 
Pembicara lain, Dosen Sejarah FKIP UHAMKA, Sulaeman mengatakan mata pelajaran sejarah merupakan ilmu peradaban yang harus diketahui oleh seluruh orang agar cintah tanah air.
 
"Agak naif bangsa sebesar ini, lantas kemudian tidak bisa mengakses sejarah. Percuma kita membangun pondasi ekonomi dan politik yang kokoh. Jika kita tidak memiliki kesadaran sejarah," ujar Sulaeman.
 
Ia mencontohkan, Yunani sebagai negara yang besar yang memproduksi banyak pemikir atau filosof.  Namun pada 2012 Yunani mengalami kelimpungan/kolaps
 
"Apakah Yunani sebagai bangsa yang besar itu dihukum oleh sejarah? Dalam dugaan saya, kemungkinan iya. Karena sebuah  bangsa tidak memiliki pondasi yang kokoh tentu saja mengalami kehilangan dan kekerdilan berfikir dimasa depan," papar Sulaeman.
 
Dengan sejarah mampu memetakan masa depan. Sehingga bagaimana Indonesia mampu menatap 2045 kalau kurikulum sejarah dileburkan. 
 
"Omong kosong kita melihat masa depan, jika pelajaran sejarah 'dimutilasi' atau dipotong dalam kurikulum. Ini bisa menjadi lonceng kematian bagi kebesaran bangsa kita," jelasnya.
 
Sementara itu, pakar pendidikan Prof. Ibnu Hamad mengatakan penyederhanaan kurikulim sejarah tidak akan hilang dalam proses pembelajaran anak didik. 
 
"Dicatat ini tidak dihapus tapi disederhanakan ke IPS. Kalau dihapus berarti menghilangkan karakter bangsa," ujar Prof. Ibnu Hamad.
 
Sehingga jika Sejarah digabung ke IPS ada metode cara pembelajaran berbeda yang harus dikuasi guru.
 
"Dalam ruang sempit ini, sejarah tetap penting dan menarik. Cara mengajarnya tidak dalam bercerita tapi dengan video misalnya 5 menit. Kalau di SMK memuat sejarah teknologi juga penting," pungkas Prof Ibnu Hamad yang juga Mantan Jubir Kemndikbud. 
 
Sehingga ada tiga metode pembelajaran yang harus dikuasi pendidik yakni substansi/materi ajar, strategi pembelajaran dan cara mengajarnya.
Reporter : Jaenudin Ishaq
- Dilihat 437 Kali
Berita Terkait

0 Comments