Bekasi /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 01/10/2020 15:25 WIB

Membangun Usaha Ditengah Pandemi

Ilustrasi produk UMKM
Ilustrasi produk UMKM

BEKASI, DAKTA.COM - Kontraksi ekonomi begitu mendalam minus 5,3 kuartal 2 menuju jurang resesi. Melemahnya kondisi ekonomi secara global pada kondisi seperti ini akan menjadi persoalan atau bahkan  tantangan dalam memulai usaha. Penentuan jenis produk dan jasa yang cocok menjadi hal yang menentukan dalam kesuksesan bisnis atau usaha ditengah jurang resesi pada pademi covid 19.

 

Koordinator Skill development center (SDC) Aji Ali Sabana menegaskan bahwa kondisi saat ini, produk dan jasa yang menjadi kebutuhan dasar manusia ‘basic need’ yang akan banyak permintaan ditengah masyarakat.

 

Point penting dalam hal penentuan produk, menurut Aji, perlu dan wajib diklasifikasi mana yang menjadi kebutuhan pokok, serta produk mana yang sifatnya pelengkap semata.

 

Bila digali lebih dalam jenis usaha, harus cermati kebutuhan pokok atau kebutuhan dasar setiap orang. Seperti halnya, kebutuhan makan, minum dan keamanan. “Di luar itu ada yang sifatnya gengsi. Mana yang laku ditengah pademi tentu barang yang sifatnya kebutuhan dasar,” tegas Aji kepada Dakta, Kamis (1/10).

 

Aji menegaskan penentuan produk harus bisa disesuaikan dengan keadaan. Contohnya, menjual makanan, membuka kafe restoran yang bisa makan ditempat jelas sepi peminat.

 

Maka produk jasa harus dibuat alternatif lain, misalnya, produk makanan yang dibungkus, ataupun di frozen atau makanan beku.

 

"Untuk itu kita harus berjualan kebutuhan dasar hidup manusia. Misalnya kebutuhan makanan dan minuman. Seperti apa bentuknya? Makan ditempat tentunya tidak bisa di tengah pandemi, ya sudah kita main produk yang dikirim saja,” pungkas Aji.

 

Alternatif lain adalah memulai berbisnis yang produknya dicari dan dibutuhkan disamping kebutuhan pokok, bisnis dibidang multipayment bisa menjadi alternatif usaha baru bagi semua kalangan.

 

“Karena kita semua pengguna produk jasa tersebut, bisnis jasa kurir, pulsa, token, BPJS, bank mini dan masih banyak item produk jasa lainnya, jelas Aji Ali Sabana yang juga ketua Asosiasi Pelaku Usaha Agen Multipayment Indonesia (APAMPI).

Reporter : Warso Sunaryo
- Dilihat 782 Kali
Berita Terkait

0 Comments