Mutiara Hikmah /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 16/09/2020 09:34 WIB

Tawakal, Kunci Datangnya Rezeki

Ilustrasi burung yang mendapatkan rezeki berupa makanan
Ilustrasi burung yang mendapatkan rezeki berupa makanan
DAKTA.COM - Tawakal dalam agama Islam, berarti berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi atau menunggu hasil suatu pekerjaan, atau menanti akibat dari suatu keadaan.
 
Namun, tawakal bukan berarti penyerahan mutlak nasib manusia kepada Allah semata. Tetapi penyerahan tersebut harus didahului dengan usaha manusia dalam mewujudkannya, baik dalam urusan dunia maupun agama.
 
Kunci rezeki seorang muslim mudah datang ialah dengan bertawakal kepada Allah. Contohlah bagaimana burung bertawakal dalam mencari rezeki.⁣
 
Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: “Seandainya kalian bertawakal pada Allah dengan tawakal yang sebenarnya, maka sungguh Dia akan melimpahkan rezeki kepada kalian, sebagaimana Dia melimpahkan rezeki kepada burung yang pergi (mencari makan) di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi).
 
Dalam hadits ini Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengisyaratkan bahwa tawakal yang sebenarnya bukanlah berarti bermalas-malasan dan enggan melakukan usaha untuk mendapatkan rezeki, melainkan tawakal yang benar adalah harus dengan melakukan berbagai macam sebab untuk mendapatkan rezeki yang halal.
 
Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Tawakal itu jadi sebab terbesar datangnya rezeki.” (Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2:496-497).⁣
 
Sebagaimana disebutkan dalam ayat, “...Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya...” (QS. At-Talaq: 2-3).⁣
 
Nabi shallalahu ‘alaihi wa salam membacakan ayat ini pada Abu Dzarr, beliau berkata kepadanya, “Seandainya manusia seluruhnya memperhatikan ayat ini, tentu hal itu akan mencukupi mereka.” 
 
Maksudnya, seandainya kaum muslimin merealisasikan takwa dan tawakal dengan benar, urusan dunia dan agama mereka akan tercukupi. (Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2:497). Wallahu a'lam bish-shawabi.
 
Editor : Asiyah Afiifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 9940 Kali
Berita Terkait

0 Comments