Bekasi /
Follow daktacom Like Like
Senin, 24/08/2020 14:47 WIB

Warga Bekasi Tolak Jembatan 2 di Jatimulya Dibongkar untuk Depo LRT

Rapat bersama warga terkait penolakan rencana pembongkaran jembatan dua overpass Jayimulya
Rapat bersama warga terkait penolakan rencana pembongkaran jembatan dua overpass Jayimulya
BEKASI, DAKTA.COM - Aliansi Rakyat Bekasi (ARB) bersama warga Jatimulya menolak rencana dilakukannya penutupan dan pembongkaran jembatan dua overpass KM 13+800 Jayimulya yang merupakan akses jalan utama warga Jatimulya oleh pihak PT Adhi Karya (persero). 
 
Penutupan Jembatan dua ini lantaran pihak Adhi Karya akan membangun depo proyek transportasi MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rail Transit) di area tersebut.
 
Penolakan itu dibahas dalam rapat bersama warga, tokoh masyarakat, pemerintah setempat, dan seharusnya dihadiri pula oleh perwakilan pihak pelaksana pembangunan proyek di Aula Kantor Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (15/08/20) sore.
 
"Hasil kesepakatan bersama dalam rapat musyawarah untuk mufakat tersebut telah memutuskan menolak rencana penutupan akses jembatan penyeberangan tol di sekitar proyek pembangunan MRT dan LRT, karena jembatan itu menghubungkan jalan warga Jatimulya wilayah Utara dan wilayah Selatan tepatnya di overpass KM 18+800," ungkap Ketua ARB Bekasi Raya, Machfudin Latif dalam keterangannya kepada Dakta, Senin (24/8).
 
Menurutnya, hasil kegiatan rapat itu tidak memenuhi kuorum karena tidak semua unsur rapat hadir. Padahal pihak pengembang sudah diberikan surat undangan secara resmi oleh pihak pemerintah setempat khususnya oleh Lurah Jatimulya.
 
"Ini artinya menyepelekan bahkan tidak menghormati aturan berupa UU Otonomi Daerah," ujarnya
 
Ia menjelaskan, alasana warga menolak keras atas rencana penutupan dan pembongkaran Jembatan 2 overpass Jatimulya karena jembatan tesebut merupakan akses penting dan fundamental, sedangkan jalan yang lain kerap kali diterjang banjir dengan ketinggian yang luar biasa.
 
"Hanya jembatan inilah satu-satunya napas panjang warga Jatimulya dalam menjalani aktifvitas kesehariannya, apalagi sebentar lagi kita akan dihadapkan pada musim penghujan, dan ini kami lakukan semata-mata demi kepentingan masyarakat Jatimulya," tuturnya. 
 
Jika penutupan tersebut tetap dilakukan, lanjut Latif, pihaknya akan terus menolak rencana penutupan dan pembongkaran jembatan 2 overpass Kalimalang serta akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran bersama pemuda dan warga Jatimulya.
 
"Jika tidak, kami akan turun ke jalan dan menutup akses jalan proyek pembangunan, apalagi rencana penutupan jembatan tanpa adanya sepengetahuan warga, dan tanpa ada informasi dan kordinasi terlebih dahulu kepada masyarakat dan pihak Kelurahan Jatimulya," ucapnya.
 
Sementara itu, Lurah Jatimulya, Charles Mardianus menyatakan, rencana penutupan permanen akses jalan jembatan dua mendapat penolakan dari seluruh warga Jatimulya. 
 
"Warga saya secara bersama sudah menyatakan sepakat menolak penutupan jalur jembatan tersebut, sebelum ada solusi dari pihak pelaksana," kata Charles.
 
Dalam hal ini, Charles menyesalkan dengan tidak hadirnya pihak pelaksana pembangunan proyek LRT dan MRT untuk dapat duduk bersama melakukan dialog dengan warga dalam rangka mencari solusi terbaik. **
 
Reporter : Ardi Mahardika
Editor : Asiyah Afiifah
- Dilihat 765 Kali
Berita Terkait

0 Comments