Mutiara Hikmah /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 29/07/2020 13:32 WIB

Menjaga Lisan Untuk Keselamatan

Ilustrasi menjaga lisan
Ilustrasi menjaga lisan
⁣DAKTA.COM - Salah seorang ulama di zaman Tabi'in, Ar Robii' bin Khutsaim rahimahulloh mendengar seorang lelaki mencerca saudaranya, maka beliau berkata:⁣
"Tahan (lisanmu), jangan engkau berkata kecuali dengan perkataan yang baik, dan jangan engkau katakan kepada saudaramu kecuali apa yang engkau suka untuk mendengarnya, karena seorang hamba akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang telah dia ucapkan, semua itu akan dihitung (dihisab) atasnya (Allah akan menghitungnya meskipun mereka melupakannya)."⁣
 
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : ''Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, hendaklah ia mengucapkan perkataan yang benar atau (lebih baik) diam.'' (HR Bukhari dan Muslim).
 
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam sebuah hadits mengingatkan umat muslim betapa pentingnya untuk menjaga lisan. Sebab lisan diibaratkan sebuah pisau yang apabila salah menggunakannya akan melukai banyak orang.
 
"Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan." (H.R. al-Bukhari).
 
Menjaga lisan harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, apalagi Allah subhanahu wa ta'ala memperingatkan bahwa terdapat malaikat yang mencatat setiap ucapan manusia, yang baik maupun yang buruk. 
 
Allah Ta'ala berfirman, "Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS. Qaaf [50]: 18).
 
Sebagai makhluk sosial, tentu semua orang tidak bisa lepas dari interaksi dengan sesama. Namun, proses interaksi sosial tetap harus menggunakan tutur kata yang baik. Agar tidak menjadi bumerang bagi diri sendiri, bahkan membahayakan orang lain.
 
Untuk meminimalkan perkataan yang keluar dari mulut sesorang yang mengandung keburukan atau menyakiti orang lain, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menganjurkan umatnya lebih baik diam.
 
"Hendaklah engkau lebih banyak diam, sebab diam dapat menyingkirkan setan dan menolongmu terhadap urusan agamamu." (HR. Ahmad).
 
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga sangat melarang umatnya berbicara bohong meski dengan maksud agar orang lain tertawa karena mendengarkannya.
 
“Celakalah bagi orang yang berkata kemudian berbohong supaya orang-orang tertawa, maka celaka baginya, maka celaka baginya.” (HR. Abu Dawud).
 
Oleh karenanya, marilah kita menjaga lisan dari kata-kata yang tidak berguna yang bisa menjadi keburukan di dunia dan akhirat. Wallahu a'lam bish-shawabi
Editor : Asiyah Afiifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 1743 Kali
Berita Terkait

0 Comments